OtomotifZone.com-Bira, Thailand. Kehadiran pegokart asal Solo diajang IAME Asia Final 2018 bukan pertama kali, bagi Dio, panggilan Diptya Oktadewa keikutsertaan diajang X30 SEA merupakan awal dirinya dan event Minggu kemaren (25/11) adalah rangkaian menuntaskan misi keikutsertaan diajang karting Internasional.
Seperti halnya Prassetyo Hardja, Dio juga melakoni laga IAME Asia final 2018 dengan turun di 2 kelas, baik Senior dan Super shifter, Dio berusaha mengikuti jejak Pras meraih 2 trophy diajang tersebut, namun ketatnya persaingan dikelas senior membuat Dio harus realistis melihat kompetisi yang super panas.

Namun kekecewaan dari harapan untuk podium dikelas senior terbayar dengan podium dikelas Super shifter, jika perjalanan race 1 semulus race 2, tidak mustahil podium 2 akan diraih pembalap respons motorsport Solo yang ajang kali ini gabung bersama Stratos Motorsports Malaysia, race 1 harus mundur dari persaingan kompetisi trouble engine dan otomatis nol point, namun kegagalan dirace 1 dibayar tuntas dengan finish posisi 2 dibelakang Prass setelah mampu mengovertake Morghan, dan dengan hasil race 2 menjadi runner up cukup mendongkrak point dan hasil tersebut menghantar Dio podium 3 kelas super shifter.

“Saya senang tentunya bisa podium kembali, juara 3 Asia bagi saya adalah prestasi yang membanggakan, jika race 1 gokart saya tidak ada kendala, runner up mungkin ada ditangan, inilah race, apapun bisa terjadi, terima kasih untuk orang tua, mekanik dan team sudah mensupport saya selama ini,s emoga tahun depan saya bisa lebih baik lagi”, papar Dio.
Saat OZ temuin setelah race, Dicky Setiawan selaku chief mechanic menuturkan, “Progres Dio semakin bagus, race demi race ada peningkatan, tinggal mempertajam porsi fisik dan latihan rutin sebelum race akan menambah jam terbang dan pengenalan track semakin bagus”.
Semakin progres, ayo podium terus.




