OtomotifZone.com-Solo. Sebenarnya sejak Motoprix Lanud Gading Gunung Kidul Yogyakarta motor ini fight lawan pabrikan di kelas Bebek Tune Up 150cc Seeded atau di MP1. “Magnet pecah di lap 12. Padahal sudah di posisi 4,” kata Yusuf Nugroho atau Hoho, mekanik team Kedung Mulyo Klaten. Posisi 4 kejar-kejaran lawan duo pabrikan Honda Trijaya – Yamaha Bahtera. Sudah ancang-ancang cari line kosong namun apa daya magnet pacuan Asep Kancil Maulana ini ambyar bagai nasi kucing tanpa karet. Pakai steples om hehehe..
Coba lagi pada race Kejurnas Manahan Solo 22-23 Oktober kemarin. Mungkin ya sudah disiapkan ketelitian biar acara sepele bikin buyar harapan tak terjadi lagi. “Settingan nggak beda mas, sama balapan sebelumnya. Paling seting ecu yg beda mas menyesuaikan sirkuit. Ecu pake aracer..lebih enak/antep motore. Kompresi main 12,5 serta kombinasi Final gir 13/47.” kata mekanik yang mengibarkan bendera Ho2 Racing yang membeberkan setelan di Solo kala itu.
Ya cuma itu saja.
MP Solo Yamaha Mx King bernomor 119 ini pun terus merengsek ke depan. Giliran menyerang pasukan Honda walau sudah tak mungkin bisa merebut posisi depan karena tertinggal jauh Boy Arby. Tapi berebut posisi ke dua atau setidaknya podium. Awhin Sanjaya dan Anggi Permana berhasil di overtaking pada race basah kemarin. Posisi dua pun direbut pembalap Jabar ini.
Soal settingan yang dikatakan Hoho tetap seperti settingan awal. “Throttle body pakai Uma Racing. Piston 57mm ,kem lift 8,5mm, Afr 12,8. Klep pake klep besi dari BRT sedang knalpot Daytona.” ucapnya to the point. Yang menarik aplikasi persenelingnya. “Bahan mx lama dibikin dudukan sama joint baru. Kalo terjadi insiden ndak macet.” ujar mekanik yang sudah eksis sejak era 2000 ini.

Sesi final nanti mampukah kembali mengosak-asik team-team pabrikan?
HO-2 racing
jl. mangesti Gentan, Baki, Sukoharjo. 081215171510

