OtomotifZone.com-Cilacap. Semenjak pasukan MPS Honda Banten mundur dari dunia grasstrack 2015, lawan tanding melawan kedigdayaan Jupiter Z ya cuma bebek emas ini di kelas Bebek Modif Senior 130cc Powertrack.
Musim perang 2015 menjadi satu-satunya penantang karena lebih dari lima belas pembalap memakai Yamaha, sedang bebek Kawasaki Athlete milik team Bintang Motor Kroya ini berjuang sendiri. Salut, walau jarang podium tapi memberi warna dalam perjalanan balap tanah air. Sudah tahu sulit tapi terus mencoba siapa tahu bisa kencang dan stabil di medan tempur kerasnya sirkuit Powertrack.

Tentu tak mudah, selain cara bawanya yang beda. Penerapan setting pun tanpa teman. Teman yang bisa di contoh settingannya sob, seperti lawan main atau bengkel yang sudah jajal motor asli monoshock bawaan Kawasaki ini. “Itu dia mas, kesulitan mengerjakan motor Kawasaki Athlete disini. Kami tetep belajar cari setting yang pas dan enak di bawa.” kata Kentung dari HSRT 1505 Pati yang dapat jatah mengoprasi daleman Athlete pacuan Bintang Romadhon tersebut.

“Materialnya sebenarnya kuat untuk bermain grasstrack, kesulitan cuma spare partnya.” tegas yang asalnya dari benar-benar dari Pati. Baiklah, kita selidiki satu-satu komponen yang nempel di motor start number 25 ini. Dari beberapa setinggan
Karburator Mikuni Sudco 28 seperti motor lainya cocok untuk jantung pemompa bahan bakar. Pemakaian piston lumayan besar untuk mendongkrak jadi mesin 130cc. Kentung aplikasi Daytona 57mm Klep 28-24 saat ini di anggap paling pas mengatur kinerja pembakaran di dalam perut silinder. Lewat perhitungan kerja noken As atau kem berdurasi 272°, lift 9,4mm. Dan mematok Lsa 104°. Kompresi ketemu 12,7:1. Knalpot SMR Muffler made in bang Saiful Berbah, Jogja menjadi pembeda diantara pemakai pada umumnya.
Kelistrikan saat awal seri Powertrack sempat memakai Vortex. “Sekarang pakai BRT I-Max Superpro, soalnya pakai Vortex belum cocok sama setting lainnya.” kata Ismet IMS Sokaraja yang merawat motor ini. Dipentokin limiter 14000rpm, atas biar gak nyantol. Rasio 1: 13-31, 2:17-32, 3:Standar, 4:22-25 sementara lagi paling pas. Final gear gak tentu lah. Kombinasi menyesuaikan sirkuit antara 13,14,15/50,51,52.

Lanjut body nih. Motor monoshock yang aslinya berbentuk mirip Satria FU atau Sonic ini juga perlu pikir panjang. “Pokoknya kaki-kaki dan Body saya kasih CR85cc. Cover, shock depan, swing arm sampai monoshock,” ucap Bintang Romadhon, pemilik motor sekaligus pembalapnya. Ya perlu njlimetisasi untuk membuat dudukan yang pas pemasangan mono Honda CR85 ke body Athlete.
Sebenarnya motor ini kencang, mungkin Kak Bintang fisiknya sudah kedodoran buat balap 12lap di ajang Powertrack. Coba lain kali di jajal ke pembalap yang lebih muda. Walau belum juara setidaknya motor ini turut meramaikan sirkus grastrack, mekanik juga di makin berkreasi membuat motor lain..
Data Modif :
Karbu : Mikuni Sudco 28
CDI : BRT I-Max Superpro
Knalpot : SMR Muffler Jogja
Shock Depan : Honda CR85cc
Swing Arm+Monoshock : Honda CR85cc
Benkel : Kentung (HSRT Pati)
Ismet (IMS Sokaraja)
Penulis : Hafid

