Beranda Racing Roda 2 Grasstrack Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2019 Seri I Ciamis : Makin Terasa Kurang...

Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2019 Seri I Ciamis : Makin Terasa Kurang Greget, Berharap Ada Pembenahan Lagi

0
460

OtomotifZone.com – Ciamis. Usai sudah gelaran balap motor di lintasan tanah dalam ajang Kejurda Grasstrack IMI Jabar 2019 putaran pertama yang digelar di sirkuit Gunungsari Pasisian, Desa Kaso, Tambaksari, Ciamis, Sabtu-Minggu (26-27/7) kemarin. Balapan kali ini hanya diikuti oleh sekitar 58 peserta dan tercatat ada 153 starter yang berlaga di sebanyak 17 kelas yang dilombakan.

Jumlah ini terbilang sangat minim dan terasa kurang greget, meski menyandang status sebagai event level Kejurda. Jika melihat pada beberapa tahun kebelakang hingga saat ini, event Kejurda Grasstrack sepertinya terus mengalami penurunan di soal pembalap yang hadir. Tentunya hal ini dirasa ada sesuatu yang membuat grasstracker Jabar seolah menjauhi ajang Kejurda dan lebih memilih ikut gelaran serupa yang ada di wilayah lain.

Dari catatan pembalap yang ada di entry list, diketahui jika sebagian besar diantaranya tidak terlihat nongol pada Kejurda kali ini. Santer terdengar kabar mereka justru mengikuti event sama yang di daerah lain, tentunya dengan iming-iming hadiah lebih besar. Sedangkan sisanya lagi seolah enggan untuk ikut berlaga di Kejurda ini.

Dari beberapa keterangan yang diungkapkan oleh grasstracker dan pelakon balapan tanah yang hadir di seri pembuka kemarin, banyak yang bicara senada soal kemasan event Kejurda sekarang ini kalah pamor jika dibandingkan ajang club event biasa. Contoh konkritnya saja bicara soal hadiah, yang sodorkan jumlah besar dan menggiurkan. Karena jujur diakui oleh para pembalap dan tim, mereka pasti akan ikut di event yang tawarkan hadiah melimpah ketimbang jenjang prestasi di Kejurda.

Menurut mereka jenjang di grasstrack setelah meraih titel juara Kejurda justru belum tahu akan kemana lagi dan bagaimana nanti selanjutnya. “Coba saja kalau ada kepastian jenjangnya dan ditambah hadiah besar pasti akan banyak lagi pembalap khususnya Senior yang hadir di Kejurda. Kalau sekarang kan dari segi hadiah saja sudah tidak sesuai dengan yang ada di buku biru, terlebih lagi sering dikurangi karena dilihat dari jumlah kuota peserta,” keluh Wanji Abdul Rizal atau beken dengan nama Wanji AR, salah satu pembalap Senior Jabar asal Sumedang.

Bicara soal prestasi dan hadiah di grasstrack, memang sudah bukan rahasia umum lagi dengan tidak adanya kejelasan terutama menyangkut hadiah yang menjadi hak dari hasil jerih payah pembalap dan juga tim. Belum lagi dengan cerita klasik soal minimnya pembalap Senior di Jabar seperti yang sudah di ulas oleh otomotifzone sebelum pelaksanaan seri pembuka Kejurda ini. Banyak pembalap Senior Jabar yang jumlahnya makin menipis hingga saat ini, dan perlu adanya pembenahan lagi untuk kembali mencuatkan jumlah kuota pembalap serta prestasi di kategori Senior yang jadi acuan di dalam kasta tertinggi di ajang balapan grasstrack ini.

“Ini saja di kelas Senior jumlah hadiah yang tertera justru tidak sesuai dengan yang tercantum di Buku Biru, yang harusnya dengan nominal besar. Bahkan semestinya nominal jumlah tersebut hanya untuk juara pertama saja, kok sekarang malahan dibagi lagi menjadi 5 bagian yaitu untuk juara satu hingga lima dengan total nominal sama yang didapat oleh juara satu. Dari sini saja mungkin yang membuat pembalap lain jadi enggan hadir, karena hadiahnya minim,” tukas Chikal Faizal, senior asal Bandung yang masih aktif hingga saat ini.

Pandangan lain soal Kejurda juga menyangkut tentang lokasi gelaran dan kualitas sirkuit yang harusnya bisa lebih mendidik dalam hal melatih skill bagi pembalap. “Sirkuit ini bisa dibilang akses jalannya jauh sekali, dan seharusnya memilih serta membuat sirkuit yang dapat sekaligus mengolah dan melatih kemampuan pembalap dengan karakter khas lintasan grasstrack. Jangan yang seperti alakadarnya saja. Dan paling penting bisa dihadiri pula oleh petinggi IMI Jabar untuk dapat turun langsung ke sirkuit serta melihat seperti apa kondisi di lapangan. Agar nantinya bisa di evaluasi lagi soal kekurangan dalam putaran Kejurda ini supaya bisa lebih menarik lagi dan jadi acuan dibanding ajang lainnya seperti club event,” sebut Ovick, mekanik tim TRT 91 HME Family HJM GP7 SVMX HUDGraphic.

“Di event perdana ini jumlah pembalapnya terbilang sedikit dan tidak hanya di kelas Senior saja, pembalap lokal pun juga tidak banyak. Soal hadiah memang masih terbentur dengan kuota pembalap, apalagi tidak adanya subsidi besar dan juga sokongan dari sponsor yang tidak banyak ikut di gelaran Kejurda ini. Mungkin nanti akan ada asa dari harapan semua kalangan balapan grasstrack selama ini yang masih aktif, agar kedepannya grasstrack Jabar bisa jadi acuan dan ramai lagi baik itu dari segi kemasan balap, jenjang prestasi dan hadiahnya,” ujar Deden Faisal dan Yana Mulyana, juri lomba dari IMI Jabar.

Penulis : Obeth | Foto : Obeth

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses