OtomotifZone.com-Balongan. Setelah ribut di gelaran MotoGP Malaysia kemarin, terjadi keributan juga untuk gelaran event yang sangat bergengsi di kota mangga Indramayu (25/10) langsung menjadi sorotan semua pecinta garuk tanah. Pasalnya, pimpinan lomba yang seharusnya memimpin gelaran event Open Grasstrack Bupati Cup Indramayu 2015 mendapat hadiah yang tidak diduga sebelumnya.
Bukan hadiah positive dan parcel lebaran yang pimpinan lomba dapatkan, melainkan hadiah bogem mentah bin sakit tentunya, pukulan dari mekanik yang tidak mengetahui peraturan perlombaan. hal ini sontak membuat gelaran event tersebut menjadi tercoreng. Jumlah starter mencapai 207 starter dan lebih dari 6 daerah yang mengikuti gelaran event ini.
kok bisa begini kejadiannya bro..
“memang benar adanya pemukulan dari mekanik kepada pimpinan lomba, hal ini disebabkan karena mekanik ingin mengganti kendaraannya pada saat akan mengikuti moto 2 di kelas FFA 17 Tahun, walaupun speck kendaraannya yang akan diganti itu lebih rendah dari kelas yang akan diperlombakan. kita pihak scrutineering sudah memberikan penjelasan bahwa hal tersebut tidak bisa untuk mengganti kendaraan, dan semua keputusan ada di pimpinan lomba diperbolehkan atau tidaknya sesuai dengan peraturan yang sudah dibuat. Namun pelaku malah semena-mena melakukan penganiayaan dengan melayangkan pukulan ke arah wajah Pimpinan Lomba hingga harus mendapat perawatan pihak medis event” buka Yusep sebagai team Srutineering kepada OZ.

weleh weleh … beruntung acara tidak dihentikan lho bro … pastinya setelah kejadian ini ada efek sampingnya terhadap gelaran event grasstrack yang akan kembali diadakan di Indramayu ini.
“pastinya yang paling dirugikan itu pemilik sirkuit Istana Bangun Jagad dan hal ini sudah diketahui oleh seluruh pembalap yang hadir baik dari dalam maupun luar daerah. Sungguh disayangkan jika gelaran event ini dapat mencoreng grasstracker indramayu untuk mengadakan event selanjutnya dan para pembalap dari luar akan takut untuk mengikuti event di Indramayu ini Pimpinan Lomba saja dianiaya apalagi sesama pembalap dan mekanik.” tutup Yusep.
Semua pelaku otomotif dan OZ berharap, kejadian ini tidak terulang kembali baik digelaran garuk tanah maupun kegiatan otomotif yang lainnya. Ini mencerminkan hanya tau balap tapi tidak menyelami arti sportifitas.
Bukan memprovokasi lho, Koswara bisa mengadukan penganiyaan ini ke ranah hukum, apalagi ada bukti luka dan banyak saksi, biar orang tahu dan taat akan aturan dan hukum yang diakibatkan oleh perbuatan tidak menyenangkan dan sangat tidak ditolerir dalam kancah otomotif yang menjunjung tinggi nilai sportifitas.
Cuma kalau ada yang protespun, kita mungkin bisa menyampaiknya dengan kepala dingin dan tanpa emosi, semua pasti akan beres dan tenang kali yah…
Penulis : Ajie Nur Syamsi | Photo : Ajie Nur Syamsie

