Long Term Test: Honda ADV150 Setelah 9000km Bagaimana Performanya?

259

OtomotifZone.com – Lumajang. Umumnya, dari pengalaman kami melakukan test ride berbagai brand, saat motor mencapai 6000km keatas biasanya mulai timbul keluhan. Ini merupakan hal yang wajar mengingat komponen-komponen sudah dipakai (cara pemakaian yang berbeda-beda tiap orang) pasti akan mengalami keausan.

Kali ini Otomotifzone.com mendapat kesempatan kedua dari PT Mitra Phinastika Mulia (MPM Honda Jatim), main dealer motor Honda wilayah Jatim dan NTT untuk mencoba kembali performa Honda ADV150 setelah pemakaian 9000km (odometer). Yuk simak hasil test OZ.

Sesuai tongkrongannya, matik berbadan bongsor pabrikan sayap mengepak ini sangat cocok untuk turing, itu sebabnya Ranu Pane yang berada di kaki gunung Semeru, Lumajang jadi tujuan destinasi Otomotifzone.com.

Ranu Pane, Luamajang

Riding Position & Handling

Kita mulai dari posisi duduk Honda ADV150. Untuk postur tubuh OZ yang tergolong kecil (158cm) kaki tidak bisa menapak aman (harus jinjit) ini karena jarak jok dari tanah mencapai 795 mm.

Dimensi setang yang lebar dan ujungnya hampir lurus, membuat motor mudah dikendalikan dan nyaman saat berkendara terutama jarak jauh.

Meskipun setang lebar, tetap aman untuk membelah kemacetan lalu lintas kota

Meskipun bobotnya mencapai 133 kg, handling ADV 150 terbilang lincah saat membelah kemacetan diperkotaan. Ini karena didukung rake rapat 26,3° dan sudut belok setang yang lebar. Hal ini juga dirasakan saat OZ melahap jalan berliku pegunungan.

Kenyamanan berkendara harian atau turing juga karena didukung suspensi depan yang empuk dan gak gampang mentok, karena jarak main mencapai 130 mm. Ini diimbangi suspensi belakang yang dilengkapi subtank, sehingga motor tetap nyaman meskipun melibas jalan berlubang dan keriting (bergelombang).

Mampu meredam dengan baik

Meskipun ADV150 punya ground clearance tinggi 165 mm, motor tetap nyaman saat dipakai menikung. Itu juga yang membuat OZ gak kuatir saat melewati jalan tak rata atau semi off road.

Nyaman disemua tipe jalan

Bagaimana jok dan bannya? Turing identik dengan berkendara jarak jauh. Meskipun jok Honda ADV150 tergolong agak keras, namun bokong masih nyaman duduk meskipun berjam-jam dalam perjalanan. Sedangakan ban dengan kembangan mengotak khas tunggangan adventure, komponnya tergolong cukup empuk. Di aspal mulus terasa lengket, di jalan semi off road juga punya grip yang cukup bagus.

Performa

Mesin yang dipakai sama dengan PCX 150, tapi di ADV150 ada beberapa perubahan, yaitu di bagian intake, exhaust, mapping ECU. Sedangkan untuk roller memakai yang 20 gram, (lebih berat) dan per CVT lebih panjang. Efeknya respon tiap buka gas jadi lebih smooth.

Jika dibanding PCX150, tenaga ADV150 lebih kecil namun torsinya lebih besar. ADV150 punya tenaga 14,4 dk di 8.500 rpm dan torsi 13,8 Nm di 6.500 rpm, tenaga 0,2 dk lebih kecil namun torsinya 0,6 Nm lebih besar dibanding PCX 150. Meskipun secara peak power ADV150 kalah dari PCX 150, ternyata lebih unggul di putaran menengah ke atas, utamanya cruising 60 km/jam hingga 80 km/jam mesin sangat rileks dan terasa halus. Ini terbukti saat melahap jalan panjang antar kota OZ sempat mencapai kecepatan 109km/jam dengan mudah.

Total kilometer setelah turing 9.502km

Gejala gredek seperti yang dikeluhkan beberapa pengguna ADV150 maupun PCX150 tidak dirasakan OZ selama melakukan turing. Padahal angka odometer sudah mencapai 9502 km.

Konsumsi BBM

Tarikan awal Honda ADV150 terasa smooth, ini efek dari roller berat dan per keras, efeknya minim selip di area CVT yang ujung-ujungnya membuat bbm lebih irit.

Total perjalanan OZ pp Sidoarjo-Ranu Pane dan Sidoarjo-Bangkalan mencapai 471.5 km dengan konsumsi bbm rata-rata 48.4 km/liter

Terbukti, dengan total jarak tempuh pergi-pulang dari Sidoarjo ke Ranu Pane (Lumajang) yang mencapai 360km cuma butuh 7,7 liter. Konsumsi bbm ADV150 tercatat 47 km/liter menggunakan metode full to full. Bahan bakar yang digunakan Pertamax dengan total berat pengendara 108kg, rider (68kg) plus boncenger (40kg). Untuk kecepatan rata-rata 80km/jam, cara berkendara cenderung konstan dan sesekali agresif.

Fitur & Teknologi

Honda ADV150 memakai pencahayaan lampu LED. Meskipun cahayanya berwarna putih khas LED, ternyata cukup terang dan fokus. Lampu jauhnya menyorot cukup tajam ke sisi tengah.

Gak perlu khawatir handphone low bat

Sedangkan konsol di bawah setang kiri yang mirip laci ini bisa muat botol minum kendati untuk ukuran 600 ml. Selain itu juga dapat untuk menyimpan smartphone dan sekalian ngecas pakai power outlet.

Yang tentu saja bikin lega karena bagasi di bawah jok dengan kapasitas 28 liter. Otomatis semua barang bawaan OZ bisa masuk dengan aman. Perjalanan jauh jadi tidak terbebani barang bawaan.

Semua barang bawaan masuk bagasi termasuk tas kamera

Enaknya lagi jadi lebih praktis dan simpel karena pakai keyless. Cukup dimasukkan ke kantong, dan setiap akan berkendara tinggal pencet kenop dan diputar ke I (ignition), saat akan buka bagasi atau tangki tinggal putar kenop ke posisi seat/fuel dan tekan tombol di sampingnya.

Keyless membuat lebih simpel

Windscreen adjustable ADV150 sangat bermanfaat saat berendara jarak jauh. Fungsional banget, saat berkendara malam, atau mengurangi hempasan angin, cukup merubah keposisi tinggi.

Windscreen adjustable bisa disetel sesuai kebutuhan

Kesimpulan

Honda ADV150 siap diajak berpetualang

Meskipun sudah tembus 9000km (odometer) Honda ADV150 masih nyaman disemua kondisi jalan, handling lincah, riding position rileks, membuat berkendara jarak jauh tidak terasa cepat capek dan yang pasti irit bbm.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS