OtomotifZone.com – Jakarta, Juara dunia bertahan MotoGP, Marc Marquez, mengaku ragu dirinya mampu mengikuti jejak rival lamanya, Valentino Rossi, dalam hal panjangnya karier di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.
Dalam sebuah wawancara di acara Estrella Galicia 0,0, pembalap Ducati Corse itu secara terbuka membahas masa depannya. Di usia 33 tahun, Marquez kini memasuki musim ke-14 di kelas utama dan mulai mempertimbangkan berapa lama ia masih bisa bertahan di lintasan.
Sebagai perbandingan, Rossi dikenal memiliki karier yang sangat panjang dan gemilang. Legenda asal Italia itu memulai debut grand prix pada 1996 di kelas 125cc, sebelum akhirnya pensiun pada akhir musim 2021. Selama periode tersebut, Rossi meraih gelar dunia di kelas 125cc dan 250cc, serta tujuh gelar MotoGP bersama Honda dan Yamaha antara 2001 hingga 2009.
Tak hanya itu, Rossi juga tetap kompetitif hingga usia senja. Ia mencatat kemenangan terakhir pada GP Belanda 2017 saat berusia 38 tahun, serta meraih podium terakhir pada 2020 di usia 41 tahun—sebuah pencapaian langka di dunia balap motor.
Namun, Marquez menilai dirinya kemungkinan besar tidak akan mampu menyamai umur panjang karier tersebut.

“Saya baru 33 tahun, tentu ingin memperpanjang karier selama mungkin. Tapi saya juga sudah menjalani beberapa operasi besar,” ujar Marquez. “Saya tidak akan sampai usia 40 tahun, tenang saja.”
Pernyataan itu cukup beralasan. Marquez sempat mengalami cedera lengan serius pada 2020 yang memaksanya menjalani empat operasi besar dalam kurun dua tahun. Cedera tersebut sempat mengancam kariernya sebelum akhirnya ia berhasil bangkit kembali ke level tertinggi.
Menariknya, Marquez juga mencatatkan prestasi luar biasa dengan menyamai tujuh gelar MotoGP milik Rossi saat usianya dua tahun lebih tua dibandingkan Rossi pada 2009—menunjukkan betapa dominannya ia di era modern.
Meski demikian, musim 2026 tidak dimulai dengan mulus bagi Marquez. Ia saat ini tertinggal 23 poin di klasemen setelah seri pembuka di Thailand berlangsung penuh drama. Dalam sprint race, ia kehilangan kemenangan akibat penalti satu posisi usai manuver agresif terhadap Pedro Acosta.
Sementara pada balapan utama di Buriram, Marquez yang sedang berada di jalur podium harus gagal finis akibat kerusakan pada roda belakang motornya setelah melewati kerb di tikungan keempat.
Kini, Marquez bersiap menghadapi seri berikutnya dengan tekad bangkit. Meski masa depannya di MotoGP mungkin tidak akan sepanjang Rossi, satu hal tetap jelas—selama masih balapan, Marquez akan terus menjadi ancaman serius di lintasan.

