BerandaMotorMenakar Persaingan Bebek Super 150cc, Lihat Konstruksi Mesin !

Menakar Persaingan Bebek Super 150cc, Lihat Konstruksi Mesin !

OtomotifZone.com – Bandung. Bebek 150 CC mulai dilirik pabrikan. Awalnya SuzukI melenggang dengan FU150. Bahkan saat Indoprix, bebek tulang punggug penjualan Suzuki ini ringan melibas motor sport yang waktu itu diwakili Yamaha Vixion. Kini peta pertarungan berubah. Regulasi berganti. Saat kejurnas balap motor di Sentul lalu, Suzuki FU nyaris tergerus dengan dominasi Honda CB150R. Artinya, persaingan sudah saatnya ditata ulang.

Apalagi Honda sudah mengeluarkan New SONIC 150, Yamaha pun sudah mendahului dengan MX King. Sedangkan Suzuki masih intip-intip kekuatan rivalnya untuk menelurkan regenerasi Suzuki FU. Seperti apa peta pertarungan nantinya?

Pabrikan Jepang sepertinya akur kalau pangsa pasar kelas super underbone 150 cc sangat menarik. Apalagi melihat fenomena FU, buat balap road race sampai drag diminati cowok sampe cewek remaja. Gurih.. Tak heran Yamaha akhirnya mengeluarkan MX King yang mesinnya plek sama Yamaha Vixion. Pilihan pabrikan garputala ini tepat, mengingat sampai saat ini mesin ini dianggap paling pas untuk mobilitas harian.

Konstruksi mesin nyaris square, dengan bore dan stroke (57 mm x 58,7 mm) membuat MX King nyaman mengail tenaga bawah dengan torsi cukup besar. Mesin tak perlu megerung berlebihan sehigga limit RPM dipatok cukup rendah saja.

Honda Sonic, kepentingan ekonomis korbankan hi performance
Honda Sonic, kepentingan ekonomis korbankan hi performance

Honda pun akhirnya melirik konstruksi mesin nyaris square untuk Sonic (Bore 57,3 mm x 57,8 mm). Memastikan mesin ini akan lebih nyaman dipakai. Bahkan kepentingan ekonomis bahan bakar, konstruksi valve train dibuat menyamai CBR250 dengan model roller rocker arm. Meninggalkan konstuksi DOHC dengan bukaan langsung pada tapet. Padahal secara mekanis, konstruksi mesin seperti ini kurang cocok untuk mesin putaran tinggi.

Nah bagaimana dengan Suzuki? Jika tidak mau repot, tentunya Suzuki akan tetap mempertahankan komposisi mesin yang sudah ada dan lama dikenal karakternya oleh sebagian besar anak muda. Model mesin Hi RPM cocok dengan darah muda mereka. Gosip santernya sudah dipastikan New FU150 ini bakal memakai water cooled radiator serta injeksi. Maklum, lawan-lawannya juga sudah memakai serupa itu.

Suzuki FU, harus jeli melihat diferensiasi
Suzuki FU, harus jeli melihat diferensiasi

Persoalannya tinggal satu. Apakah Suzuki juga akan mengubah konstruksi mesinnya menjadi square atau over stroke seperti Honda dan Yamaha? Ini nantinya jadi penentu kemenangan Suzuki di sirkuit.

Kenapa? Mesin langkah pendek memiliki keuntungan lebih utuk balap. Pertama soal kecepatan piston lebih rendah untuk RPM yang sama dibandingkan dengan mesin overstroke. Kelelahan material piston bisa direduksi. Kedua, mesin model overbore memungkinkan memasang klep dengan diameter payung lebih besar karena ruang bakar cukup lega.

Jika dalam kondisi standar pabrik mesin Suzuki berdiameter klep lebih besar, di atas kertas akan memiliki potensi tenaga lebih besar. Karena debit udara atau dikenal dengan istilah CFM lebih tinggi. Apalagi kalau nanti suatu saat klep boleh diperbesar lagi. Hanya mesin yang memiliki ruang bakar lega yang bisa melakukan penggantian klep itu.

Mau bukti. Event Sentul lalu. Honda CB150 lama yang masih mengusung mesin overbore ( 63,5 mm x 47,2 mm) melejit. Padahal secara mesin, nyaris standar pabrik lho? Itu saja sudah bisa menelurkan power 28-29 dk. Gimana kalau sudah dioprek habis-habisan? Terus simak ya, masih lanjut nih buat yang suka riset kita bocorin deh potensinya. Don’t Miss It!

Penulis : Nometo Izaku | Foto : Dok OZ

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot