Beranda blog Halaman 1017

Dayang Sumbi Akan Dibuat Lebih Berbahaya di Matic 200 cc

0

OtomotifZone.com – Bandung. Kalian tau gelaran IDW akhir pekan kemarin membawa banyak cerita (18/4/21) di Sirkuit NP Lanud, Wonosari. Ada yang menarik dari kelas Matic 200 cc. Kembalinya Dayang Sumbi ke arena 201 meter. Andi selaku mekanik akhirnya mengeluarkan sang motor dari kandang untuk kembali bertarung.

Motor yang namanya sudah tidak asing lagi ini kerap sekali merepotkan para tim lainnya. Kenapa tidak? sebab motor ini menjadi ancaman serius para peserta lain drag bike 201 meter. Tapi beberapa tahun belakangan Andi mengistirahatkan sang motor. Dirinya lebih kerap memainkan Kiansantang.

Andi sedang berbincang kepada penulis



” Kita kembali keluarkan Dayang Sumbi mas. Kemarin event sebelumnya di Cicangkal sudah kita keluarkan dan berhasil berada di posisi kedua mas. Kalau bicara mesin tidak jauh beda mas speknya. Karena mesin Dayang Sumbi dan Kiansantang kita samakan. Dan alhamdulillah hasilnya sama dengan Kiansantang,” ujar Andi langsung kepada tim redaksi OtomotifZone.com.

Lalu kalau bicara mesin sama kenapa hasilnya berbeda dengan Kiansantang. Saat ini seolah olah motor Dayang Sumbi lebih kuat dan perkasa dari Kiansantang. Pertanyaan seperti ini pastinya banyak jadi pembicaraan bila kita bicara motor dengan spesifikasi dan kekuatan sama. Andi langsung menegaskan secara detail.

” Kalau bicara mesin sama kekuatan juga sama. Tinggal adaptasi pebalapnya saja mas. Bagaimana cara dia bawanya. Kalau dia sudah tau karakternya time akan bagus. Kita akan lakukan pengembangan lagi pada motor Dayang Sumbi kedepannya,” tutup Andi.

Wah ngeri juga ya. Untuk saat ini saja motor tersebut bisa terbilang patut diperhitungkan. Dan pada event IDW akhir pekan kemarin, motor ini mampu menyabet banyak penghargaan akibat menjadi juara dikelas Matic 200cc. Apalagi akan ada pengembangan selanjutnya, kita tunggu saja pengembangan seperti apa yang akan dilakukan. Tunggu beritanya hanya di OtomotifZone.com

RCB Luncurkan Shock Terbaru!!! Harga Bersahabat Kualitas Tetap Hebat

0
SAMSUNG CSC

OtomotifZone.com – Tangerang. RCB terus beri trobosan baru. Terutama dikalangan otomotif Indonesia. Produkan sperpart motor dari Malaysia ini kembali memberi inovasi baru. Mereka meluncurkan shock baru dengan kualitas istimewa.

Shock A2 Series menjadi jenis shock baru mereka. Shock ini juga belakangan sedang menjadi minat banyak modifikator dan pengguna motor harian. Pasalnya harga merakyat dengan kualitas yang hebat.

Meski tidak memiliki tabung, tapi shock RCB A2 Series ini secara fungsionalnya sebagai peredam kejut. Boleh dibilang kualitas yang dimiliki tetap maksimal. Karena secara spek technologinya shock RCB A2 Series ini sudah dipersenjatai dengan ‘adjustable spring preload’.

Lebih tepatnya lagi, shock RCB A2 Series ini boleh dikatakan model shock yang cocok buat harian juga modifikasi fashionable. Tapi untuk peredam kejutnya cukuplah karena sudah ada adjustable spring preload-nya.

Meski buat harian dan modifikasi, tapi shock RCB A2 Series ini tampilannya tetap bergaya racing. Karena semua bodypart aksesoris RCB untuk modelnya pasti identik dengan aura racing.

SAMSUNG CSC



Selain sudah dinyamankan dengan sistem technologi adjustable spring preload, masih ada lagi beberapa fitur yang mendukung dari komponen shock RCB A2 Series yang kaya akan pilihan warna ini. Di jelaskan oleh Rio Tan dari PT. Enwan Multi Partindo (N1) selaku distributor resmi bodypart aksesoris RCB di Indonesia mengatakan. “Untuk ukuran batang piston 10 mm, dengan piston 20 mm. Warnanya juga beragam, ada merah, hitam, putih dan kuning. Pastinya bisa dipilih sesuai warna motor kalian yang suka memodifikasi motor bergaya fashion harian ya,” ungkap Rio langsung kepada OtomotifZone.

Kemudian secara fungsional atau kegunaannya, shock A2 Series ini memiliki beberapa ukuran, sekaligus ada perbedaan untuk harganya ya..pastinya patokannya memakai skala HET (harga eceran tertinggi seperti dijelaskan di bawah ini ya.

Dan inilah untuk ukuran dan harganya shock RCB A2 series; RB ABSORBER 335MM A2 SERIES (SL) HET 596,000. RB ABSORBER 275MM A2 SERIES (SL) HET 568,000. RB MONOSHOCK CLICK125i 330MM A2 SERIES (SL) HET 408,000.
RB MONOSHOCK EGOS/SKYDRIVE 305MM A2 SERIES (SL)
HET 388,000

Cukup merakyat kan harganya, tapi jangan salah ya brandnya RCB pastinya untuk kwalitasnya jangan diragukan lagi. Tunggu apa lagi, segara buru shock RCB A2 Series ditoko-toko aksesoris roda dua di kota kamu pasti tersedia. Karena penyebaran part aksesoris RCB sudah merata di seluruh kota yang ada di Indonesia. Oh iya…untuk masalah fungsi atau kegunaanya di motor kamu tinggal disesuaikan saja. Atau kalau kalian bingung tinggal konsultasi saat beli shock RCB A2 Series pada pemilik tokok. Tinggal sebutkan jenis motor kamu, cocoknya pake shock RCB A2 Series yang ukurannya berapa. Mantap!!!

ASR Kian Edan Tak Terbendung

0
ASR Bandung

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Andi Speed Racing tim asal Kota Kembang, Bandung – Jawa Barat pada penampilan balapnya terakhir lalu, nampaknya semakin mengedan. Setelah satu pekan sebelumnya telah mengamuk di salah satu event, yang berlokasi di Jawa Barat kini telah terulang kembali. Pada kali ini wilayah yang disambanginya adalah Jawa Tengah.

Tim Kota Bandung yang memiliki nama bekennya ASR ini, menggila di event milik Indonesia Drag Wars yang berlangsung di Sirkuit NP Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta pada akhir pekan lalu (18/4/2021). Kelas yang menjadi tempatnya bermain ini, menjadi bulan-bulanan kembali dari aksi penampilan kawanan Matic 200cc Tune Up garapan Sandi Ikhsan Taufik.

Pada seluruh kelas Matic 200cc baik Open maupun Wanita, menjadikan matic hasil karya Andi nama beken dari sang mekanik selalu hadir di tangga podium. Untuk kelas Matic 200cc TU dipimpin oleh Rully PM, disusul pada posisi kedua, ketiga, dan kelima ada Bengbeng, Erwin Sredex, dan Daffa Della. Bukan hanya itu, di luar dari garis batas podium juga masih banyak berjejer nama beken Pebalap TOP Nasional lainnya yang belum sukses menjajakan dirinya naik ke atas podium.

asr
Matic-Matic Garapan ASR

Untuk kelas Wanita dipimpin langsung oleh Restu Putri di posisi pertama, lalu disusul rekan satu timnya di posisi ketiga Daffa Della dan keempat Eca Sabana. Pada balapan tempo lalunya itu, ASR harus berpuas kuda besi andalannya berhasil mencetak waktu tercepatnya 07,302 detik.

andi
Sandi Ikhsan Taufik, Atau Andi Nama Bekennya

“Kemarin bawa 4 motor, Kian Santang, Dayang Sumbi, Injeksi, dan punya HRT buat running aja kemarin. Alhamdulillah ya hasilnya, tapi masih ada sedikit kurang puas. Soalnya ini diambil dari penyisihan engga final. Kan yang menentukan hasil itu final. Untuk motor Alhamdulillah hasilnya baik, apalagi Dayang Sumbi sudah terlihat hasilnya. Buat motor tinggal penyesuaian ke si pebalapnya aja untuk hasil gimananya,” terang Andi selaku Mekanik langsung kepada Penulis.

Andi juga menambahkan pergerakan selanjutnya bersama tim, “Selanjutnya langsung dan ini sedang dipersiapkan untuk Gadhuro. Gimana nantinya lihat situasi dulu. Kemungkinan bawa 4 lagi,” tutupnya kepada Penulis.

Gile!! Lagi Kaya Gini Bodisa Bikin Sirkuit!!!

0
Sirkuit GTX Water Training

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Memang gila sebuah ucapan yang pasti akan terucap pertama kali apabila kita mendengar kabar ini. Mengapa tidak? Sebab perbuatan yang dilakukan oleh Racing Organizer ini bisa terbilang cukup nekat dan di luar kendali. Organizer yang kerap kali mengadakan balap tersebut, pada tahun ini telah membuat Sirkuit Permanen Otozoners.

Siapa dia? Sosok tersebut adalah Bodisa Motor Sport. Bodisa yang dipimpin oleh Haji Asep Bahrudin, dibantu oleh segenap Bravo 90 bersama Hens Racing bekerja sama dengan memanfaatkan lahan milik Atang Sendjaja, yang berlokasi di Cicangkal – Suradita, Bogor – Jawa Barat.

Sirkuit pertama permanen garapan kerjasama antara Bodisa, Bravo 90, dengan Hens Racing ini diberi nama Sirkuit GTX Water Training, akan dibuka secara umum. Ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berlatih fisik dan skill nya di balap garuk tanah. Lintasan ini baru saja rampung dikerjakan pada beberapa waktu silam sebelum terselanggaranya event kejuaraan drag bike seri 1 Bodisa 2021.

pesel
Kolonel PNB. Asep Wahyu Wijaya (Kiri), dan H. Asep Bahrudin (Kanan), Duet membina atlit garuk tanah di lahan water training TNI-AU Cicangkal

“Alhamdulillah selesai sudah pengerjaan Sirkuit Permanen ini. Sirkuit ini kita berkerja sama dengan segenap Bravo 90 Atang Sendjaja, dengan team Hens Racing yang turut membantu pembuatan Sirkuit ini. Ini kami persembahkan untuk mewadahi para pembalap-pembalap grasstrack, hingga enduro untuk dapat melatih skill dan fisiknya,” jelas Haji Bahrudin selaku Ketua Bodisa Motor Sport kepada Penulis Langsung.

Sirkuit GTX Water Training ini berdiri di luas lahan seluas 4 Hektar. Dengan rincian panjang trek sirkuit GTX sepanjang 1300 meter, panjang start menuju R1 120 meter, dengan lebar rata-rata lintasan 7-8 meter, da nada sebanyak 14 tikungan kanan dan kiri. Selain itu untuk rintangan, di dalamnya ada 7 table jumping, 4 lumba-lumba, dan 8 kejutan.

sirkuit
Konsep Detail Sirkuit GTX Water Training

Usut punya usut, ternyata dalam lahan milik TNI-AU ini selanjutnya akan dibuat sirkuit lagi loh. Jadi dalam satu lahan yang teramat luas ini aka nada 3 jenis sirkuit. “Selanjutnya setelah ini saya bekerja sama dengan TNI-AU dan Hens juga akan membuat Sirkuit Enduro 4×4 dan Rda Dua, ini seluas 8 Hektar. Dan satu lagi Sirkuit MX seluas 7 Hektar. Ini semua dalam satu tempat satu lingkungan. Terlebih ini juga untuk ingin membanggakan nama Kota Tangerang Selatan, sebab karena saya Pribadi dan Bodisa sendiri lahir di sana,” tutup Haji Bahrudin langsung kepada Penulis.

Untuk dapat menggunakan fasilitas Sirkuit GTX ini, Bodisa Motor Sport mematok biaya regist sebesar Rp. 30.000,-. Dengan nominal sebesar itu kalian sudah bisa gunakan untuk latihan. Yuk latihan di Sirkuit GTX Water Training.

“Rahayu” 34 Persada AMR Racing Kembali Berulah

0
Rahayu, MX King 200cc 34 Persada AMR Racing

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Sepertinya pada saat ini Dewi Fortuna sedang berpihak kepada salah satu tim anyar, yang baru saja terjun untuk lanjut balap di 201 meter. Dia adalah 34 Persada AMR Racing, dengan mengandalakan MX-King 200cc Injeksinya, tim biru laut ini yakin mengarungi keras dan sengitnya di kelas Sultan.

Pertama kali line up di lintasan balap sepanjang 201 meter, tim asal Ibu Kota ini langsung menorehkan terror. Pada pertama penampilannya MX-King Injeksi bernama Rahayu ini sudah mampu tembus waktu 6,9 detik pada perhelatan lomba drag dari Bodisa Motor Sport, namun karena harus diakumulasikan dengan reaction time maka hasil akhirnya adalah 07,067 detik.

Untuk kedua kalinya, dalam perlombaan drag bike yang berbeda. Kali ini berlangusng di Sirkuit NP Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta, Jawa Tengah yakni Indonesia Drag Wars Round 2. Rahayu garapan dari Amir AMR Racing berhasil menjadi yang pertama kembali melalui pembalapnya Gerry Percil, dengan catatan 07,128 detik.

Hasrul
Hasrul, Owner Tim

“Alhamdulillah hasilnya kemarin, meski time jadi lebih lama dari penampilan perdana sebelumnya. Salah satu penyebabnya menurut kami adalah kendala cuaca, karena sempat terguyur hujan, selain itu juga karena begitu padatnya kelas yang berlangsung,” Buka Hasrul selaku pemilik langsung kepada Penulis.

Selain itu Hasrul juga menambahkan bahwa event selanjutnya yang akan disambanginya, “Sebenarnya kemarin kami fokus Gadhuro tapi karena batal akhirnya kami ikut IDW dulu, Bodisa tidak turun karena kami fokus kedua ini. Semoga Gadhuro pekan ini kami masih bisa menghasilkan yang terbaik, tetapi saya tidak mematok sebab saya pribadi kepada tim selalu memberikan permainan lepas agar bisa lebih maksimal,” tutup Owner kepada Penulis.

34
34 Persada AMR Racing

34 Persada AMR Racing bersama Gery Percil ditempel ketat oleh Joko Precil pada posisi kedua dengan raihan waktu 07,149 detik. Lalu posisi ketiga oleh Dwi Batank 07,170 detik dari Abakura Ditra Jaya Manahadap. Kemudian rekan satu timnya, Vano Mahendra di posisi keempat dengan 07,193 detik. Dan terakhir Dwi Aw dari HRT Group Bos Muda Trans Papua yang harus rela jauh dengan waktu 07,208 detik.

Ninja FFA BBP TYL Racing Semakin Di Atas Angin

0
Ninja FFA Bayu Bangun Persada TYL Racing

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Usai sudah gelaran drag bike dengan tajuknya Ramadhan Race milik dari Indonesia Drag Wars, yang dilangsungkan di Sirkuit NP. Lanud Gading Wonosari – Yogyakarta akhir pekan kemarin (18/4/2021). Event yang dinanti-nanti oleh para pecandu drag akhirnya dapat berlangsung walau sempat tersendat beberapa kali.

Pada hajat balapnya kemarin, terdapat suatu kelas yang dinanti-nanti oleh pegiatnya. Yakni kelas FFA Campuran. Di mana pada kelas ini para team-team besar sangat teliti untuk mempersiapkan kuda besi andalannya bersama sang pemecut. Tidak ingin kecolongan saat balap nanti, persiapan pun dimaksimalkan.

Hasil akhir dari jalannya balapan kelas FFA Campuran ini, keluarlah nama pembalap asal Kudus bersama timnya yang bermarkas di Yogyakarta – Jawa Tengah, pebalap bersama timnya ini berhasil mengukir kembali hasil indah yang sebelumnya baru saja diukir pada salah satu hajat yang bertempat di Jawa Barat. Kala itu hasil fantastis sudah ditorehkan, kali ini untuk kedua kalinya dapat terukir juga.

Ilham Unyil dengan tim Bayu Bangun Persada TYL Racing, memang sudah tidak diragukan lagi, baik sang pilot maupun armada dan sang tunner di balik layar. Dalam kejuaraan drag bike milik IDW ini, Ilham dengan Ninja FFA hasil tangan Yahya berhasil menjajakan diri di podium pertama, dengan catatan waktu 06,808 detik berikut tembakan waktu sempurna 00,002 detik. Ini juga sekaligus menghantarkan Pebalap dan tim menjadi yang tercepat di event tersebut.

Ilham Unyil
Ilham Unyil – Bayu Bangun Persada TYL Racing

“Kemarin balap Bodisa perdana hasil baik 06,750 detik. Tapi sekarang sayang namun Alhamdulillah 06,808 detik. Ini karena kondisi lintasan yang berat sehabis hujan juga. Walau kondisi trek berat, tapi power motor yang kuat ini masih bisa keluar tidak terbuang banyak. Sehabis balap Bodisa Cuma cek-cek kecil aja engga lebih, terus setting juga ada masalah atau engga habis itu langsung jalan,” jelas sang Pilot, Ilham Unyil langsung kepada Penulis.

cdi
CDI Astech
power up
Power Up Astech

Memang gila power kekuatan dari motor ini, hasil tangan jemari dari Yahya sang mekanik mampu tembus sendiri diangka hingga 106,3 kecepatannya. Di mana untuk para kompetitornya yang lain hanya berada di 104 kecepatannya. Ternyata salah satu penyebabnya ini adalah dari penjajalan produk Astech. Tuyul nama beken sang tunner memasang produk Astech untuk di motornya pada bagian CDI dan Power Up.

“Ini kita kerjasama Mas, Support juga. Alhamdulillah hasilnya bagus, puas juga. Selain itu juga engga susah dan rewel kok,” terang Yahya TYL Racing langsung kepada Penulis.

FU 200cc BBP YB55 Nyaris Tersingkirkan

0
FU200cc Bayu Bangun Persada YB55

Otomotifzone.com –Tangerang Selatan. Balap drag bike 201 meter dan juga 402 meter garapan dari Indonesia Drag Wars telah usai berlangsung. Kegiatan balap motor roda dua ini, berlangsung di Sirkuit NP. Lanud Gading, Wonosari – Yogyakarta, akhir pekan lalu (18/4/2021). Berbagai macam kelas berlangsung dengan sempurna meski beberapa kelas harus berjalan dalam kondisi wet race.

Walau cuaca buruk menghampiri event 201 meter dan 402 meter ini, kejadian maupun hal yang tidak diinginkan tidak terjadi pada gelaran IDW 2021 putaran kedua tersebut. Salah satu kelas yang harus menjalani balapannya dalam kondisi trek basah karena diguyur hujan, yakni adalah kelas Bebek 4T 200cc TU. Kelas yang didominasi oleh kawanan Satria FU berkapasitas 200cc TU ini, mau tidak mau harus rela menjalaninya dalam keadaan yang tidak diharapkan.

Namun begitu, para pembalap di atas kuda besi andalan timnya, tetap berjuang ekstra untuk berhasil menjajakan dirinya berdiri di atas podium tertinggi Ramadhan Race IDW 2021, Wonosari. Nyaris tersingkirkan oleh lawannya, akhirnya FU 200cc milik dari Bayu Bangun Persada garapan dari YB55 tetap berada jalur prestasi.

bbp yb55
FU 200cc Bayu Bangun Persada YB55

Kuda besi berbaju kuning kombinasi biru ini, berhasil menjadi yang pertama pada kelas 200cc dengan catatan waktu 07,114 detik. Ditempel ketat oleh Erwin Sredex pada posisi kedua dengan waktu 07,140 detik. Selain itu Trondolo Kudus wajib berusaha sekuat jiwa raganya, untuk keluar dari himpitan waktu 7,1 detik. Sebab dari hasil akhir yang diperoleh dari DN Timing selaku timer, posisi pertama hingga kelima ini adalah 7,1 detik rata.

“Alhamdullillah masih bisa berdiri di podium pertama, masih berada di jalurnya. Kelas ini salah satu juga yang berat. Memang terguyur hujan juga Mas. Motor ini semakin tajam waktunya, semakin sip, balap sebelumnya di Bodisa dapat 07,149 detik, sekarang lebih lancip waktunya. Motor engga diapa-apain, Cuma main lebih ngotot aja kemarin,” ucap Trondolo Kudus langsung kepada Penulis.

Kembalinya Lady Dragster Asal Bogor

0
Lady Dragster Bogor, Kota Hujan

Otomotifzone.com – Tangerang Selatan. Setelah sekian purnama akhirnya, pada ajang balap bergengsi dari Indonesia Drag Wars Putaran 2 yang dihelat secara megah, di Sirkuit NP Lanud Gading Wonosari, Yogyakarta – Jawa Tengah akhir pekan kemarin (18/4/2021), salah satu pembalap wanita kembali bersinar untuk jadi juara di kelasnya.

Pembalap Srikandi ini bukan saja pembalap yang baru terjun di kerasnya medan aspal Lintasan drag bike. Namun sudah bertahun-tahun sejak dirinya masih menginjak bangku sekolah. Sebab Penulis juga menjadi saksi dalam perjalanan karirnya di ajang balapan drag bike 201 meter.

Lady Dragster ini ialah Restu Putri, pebalap wanita asal Kota Hujan, Bogor – Jawa Barat ini sukses melangkahkan kaki dan membawa dirinya berdiri tegak di podium tertinggi Kelas Matic 200cc TU Wanita pada gelaran IDW 2021 Putaran 2 kemarin. Ini kali keduanya, untuk sang 23 nomor start keramatnya berhasil menjuarai kelas bergengsi para Lady Dragster.

Restu
Restu Putri #23

Sebelumnya dirinya mampu berada di posisi pertama serupa, di Brigif – Bandung – Jawa Barat. Selain itu ini juga memberikan sinyal positif. Sebab pada beberapa decade kebelakang, Restu Putri sempat tenggelam tertelan sengitnya ombak pertarungan Matic Wanita. Namun akhirnya trend positif berhasil dirinya ukir.

“Alhamdulillah Mas ini yang kedua kalinya, sebelumnya di Brigif. Untuk kali ini sedikit kurang puas karena hasilnya. Ini juga karena hujan, kondisi jadi wet race, lintasan juga basah. Harus cepat ambil keputusan dan mikir cepat juga supaya bisa maksimal,” terang pembalap yang pernah garang menunggangi Rx-King dan Ninja Standard langsung kepada Penulis.’

kian santang
Kian Santang, Matic 200cc TU Yag Digunakan Restu Putri

Bintang dari Racing Hell dan skuad Prime Gears ini harus puas dengan catatan waktu 07,762 detik. Bersama Matic garapan ASR dengan tim Sapi Edan Racing. Kemudian ditempel ketat oleh Wiwi Mungils pada posisi kedua bersama Kawahara Racing WBM Eje Motosport, posisi ketiga Daffa Della, Keempat Eca Sabana, dan terakhir Chyntia TNA.

Dari KEPRI, B-Gas Gabung RH57 Andalkan Pebalap Asli Kepri di IDW

0

OtomotifZone.com – Jakarta. Event balap di pulau Jawa sudah kembali memanas. Beberapa penyelenggara sudah memunculkan jadwal mereka. Dan beberapa hari belakangan event IDW berhasil diselenggarakan (18/4/21) di Sirkuit NP Lanud Gading, Wonosari. Dari event ini ternyata peserta tidak hanya hadir dari pulau Jawa. Ada juga terlihat beberapa peserta datang dari luar pulau Jawa. Sebut saja contohnya Haikal Ardiansyah. Pebalap cilik asal Batam ikut serta dalam gelaran bergengsi ini. Berangkat bersama B-Gas, Haikal mampu menjuarai kelas di IDW.

Sepak terjang Haikal sudah pernah tim Otomotifzone pantau sebelumnya. Terutama saat dirinya pertama kali turun balap. Bocah cilik ini selalu mampu membuat gempar setiap event di Kepulauan Riau. Oleh sebab itu dengan seiringnya waktu, banyak juga tim tim Kepri menginginkan Haikal bergabung di tim mereka.

Salah satunya tim B-Gass yang sampai sampai menginginkan prestasi Haikal terus melonjak. Arbi Setiawan selaku owner B -Gass rela untuk mengasah skill Haikal dengan mengirim bocah cilik ini ke region Neraka. Dirinya sengaja melakukan ini semua agar Haikal bisa tampil lebih baik lagi kedepannya.

Haikal



” Tahun ini B- Gass ikut join mas dengan timnya mas Bayu Ucil di Jawa. Kita kirim Haikal untuk bergabung bersama tim tersebut. Kita sengaja berangkatkan Haikal ke Jawa dari Batam mas agar Haikal bisa berkembang mas. Karena mungkin kalau di KEPRI sendiri event satu atau dua kali dalam setahun mas,” ujar Arbi Setiawan langsung kepada OtomotifZone.com.

Memang bisa dibilang KEPRI ini sudah jarang adanya event Drag Bike. Terlebih saat pandemi seperti ini. Malah terbilang tidak ada sama sekali event Drag Bike. Oleh sebab itu, demi kebaikan pebalap kesayangannya, Arbi memberangkatkan Haikal agar bertarung di region Jawa.

Hasilnya, tidak percuma. Pada kelas Bebek 4T 130 cc TU Pemula Haikal mampu naiki podium ketiga dengan motor RH57. Kerja keras B – Gass dan Haikal terbayar. Semoga pandemi Covid 19 ini cepat berlalu. Seperti KEPRI sudah kembali normal dan event event bergengsi kembali jalan.

Jeffry Ibrahim Siap Pimpin IMI Kepri

0
Jeffry Ibrahim siap majukan IMI Kepri

OtomotifZone.com-Batam.Gejolak pasca mundurnya pelaksanaan PON XX Papua yang sedianya akan digelar medio Oktober 2020 lalu dan mundur menjadi Oktober 2021 berimbas pada pelaksanaan Musprov di 34 pengprov di Indonesia termasuk IMI Kepri, namun tidak semua pengprov mengikuti dan menjalankan musprov setelah PON, salah satunya IMIKepri, dan terlihat dari geliat siapa yang akan memimpin IMI Kepri muncullah nama Jeffry Ibrahim.

Jeffry Ibrahim berlaga di Rotax Max Indonesia

Ya.. nama Jeffry Ibrahim tidak asing lagi, penulis mengenal sosok ini sejak 2010 silam, tokoh otomotif Kepri dengan segudang prestasi nasional dan internasional didunia karting dan pernah mewakili Indonesia diajang grand final Rotax max challenge Dunia yang digelar di Al Ain UAE 2011 silam, juara nasional dan mengenyam gelar kejuaraan Rotax internasional lainnya tergerak hatinya untuk muncul sebagai sosok yang siap memajukan Ikatan Motor Indonesia Kepulauan Riau 4 tahun mendatang, tepatnya periode 2021-2025 mendatang lewat Musprov IMI Kepri yang gosipnya akan digelar sekitar bulan Juni mendatang.

jeffry Ibrahim juara Rotax Indonesia kelas master 2011

Sosok dengan penampilan kalem, lebih banyak mengayomi ini membeberkan kenapa dirinya siap maju menjadi calon ketua IMI Kepri, “maju dan harus maju, IMI Kepri dengan segala kekayaan yang ada didalamnya, harus kita bangun bersama, potensi kegiatan otomotif di Kepri ini harus kita gairahkan lebih maju lagi, harus bersatu padu kompak membangun sebuah organisasi, saya siap memimpin IMI Kepri”. papar Jeffry.

Apakah hadirnya Jeffry Ibrahim sinyal sirkuit permanen yang selama ini dikelolanya di kota Batam akan dikembangkan menjadi sirkuit yang lebih represtatif dan bisa menggelar event sekala nasional, kayanya bukan isapan jempol belaka, sirkut Marina Sekupang Batam dan sekarang lebih dikenal sirkuit Dragon golden Prawn yang sering menggelar event go kart yang dikelolanya bakal menjadi target awal agar IMI Kepri mempunyai sirkuit permanen lebih layak dan memenuhi standar kejurnas.

Jeffry Ibrahim siap untuk IMI Kepri.

Penulis : Edi Batrawan | photo : Edi, dok