OtomotifZone.com – Jakarta. Kali ini Takasago Excel Keluarkan produk baru. Yang mana kali ini Takasago Excel Rim made in Jepang menjadi keluaran baru mereka dengan ukuran yang beragama. Selain ukuran, warna yang beragam juga dikeluarkan.
Kita tau kalau Takasago Excel Rim merupakan jenis Velg dengan kualitas tinggi. Banyak sekali tim tim balap mempercayai velg mereka untuk kuda pacunya. Sampai sampai tim balap garuk tanah juga mempercayai velg Takasago Excel Rim.
” Telah hadir Velg Takasago Excel Rim Made in Japan lubang 36. Tersedia warna Black & Gold dengan ukuran sebagai berikut. 18 x 215, 21 x 160, 17 x 250, 17 x 300, 17 x 350, 17 x 425,” ujar akun sosial SSS.
Nah kalian yang ingin memiliki velg ini tenang saja. Takasago Excel Rim bisa kalian dapat dengan mudah. Terlebih saat ini sudah jaman sangat canggih. ” Available now at Tokopedia SSS Racing! Cek link di bio yaa ,” tutup tulisan itu.
OtomotifZone.com – Jakarta. Kalian para pengguna sepeda motor, kalian pasti sering lihat angka angka yang ada di ban motor. Nah angka angka itu semua merupakan sebuah kode dan ada artinya loh. Jadi kalian jangan salah sangka kalau itu semua cuma hanya pajangan.
Kita bisa ambil contoh dari jenis ban IRC Extox saja milik IRC. Ternyata IRC Eco Trax ini merupakan jenis ban yang diproduksi dengan dua varian. Pertama untuk varian motor Matic atau ring 14 dan motor bebek denga ring 17. Dari kedua ban ini sendiri ada beberapa kode yang harus kita ketahui.
Lebar Ban
” Kita ambil contoh mas ban IRC Eco Trax mas. Di sini saya ambil contoh ban untuk motor Matic. Pertama ada angka bertuliskan 80/90-14 pada dinding ban. Angka 80 ini menunjukan lebar ban sebesar 80 mili meter. Lalu angka 90 itu adalah rasio tinggi ban yaitu 90% dari lebar ban. Sedangkan 14 adalah angka besar ban yaitu 14 inc,” ujar Sherly pihak IRC yang menjelaskan.
Tinggi Ban
Lanjut wanita muda ini,” Lalu setelah itu ada kode M/C. Yang mana artinya adalah Motorcycle. Jadi jangan dipasang di mobil. Lalu ada kode Tube Type dan Tubeless. Kalau yang tubeless berarti ban ini bisa digunakan tanpa ban dalam,”
Mungkin kode kode rahasia ini baru kalian tau. Dan semoga sedikit edukasi dari artikel ini bisa memberi wawasan kepada kalian. Jangan sampai kalian keliru untuk memilih ban pilihan anda. Mau pilih ban terbaik, pakai IRC saja pastinya kualitas mereka utamakan untuk masyarakat. Dan harga merakyat
OtomotifZone.com-Italia. Ada sejarah 20 tahun lalu dengan pembalap Italia di kelas utama MotoGP tepatnya musim balap tahun 2000 yang masih di kenal dengan GP500cc. Musim tersebut adalah musim kebangkitan para pembalap yang berasal dari Italia. Sebelum tahun itu garing sekali terlihat pembalap Italia ada di podium bareng-bareng.
Era 90’an awal dan tengah sebenarnya ada Luca Cadalora dan 90’an akhir ada Max Biaggi. Tapi keduanya bagai berjuang sendiri mengibarkan bendera Italiano ke podium. Tak ada rekan senegara yang ikut pada kejuaraan tersebut kala itu. Di awal 90an podium kebanyakan di isi pembalap Amerika, masuk pertengahan joki Australia, Spanyol dan Jepang terus saling isi ganti posisi di jajaran depan serta podium.
Era Luca Cadalora sebenarnya cukup mengisi jajaran tiga negara tersebut. Akhir 90an habis munculah Max Biaggi sebagai penerus, tepatnya 1998. Max menggebrak dominasi Mick Doohan dan Alex Criville dan menyelinap sebagai runner-up kala itu. Yah, Max dan Luca hanya berjuang sendiri.
MotoGP kelas GP500cc musim 2000 mulailah sebuah cerita. Valentino Rossi dan Loris Capirossi masuk list sebagai pembalap kelas premier. Praktis ada tiga pembalap Italia disana semua dengan bekal catatan rapot juara dunia GP250cc. Seri awal era milenium itu ketiga pembalap tersebut satu persatu silih berganti isi podium.
Dan sebuah cerita sejarah bagi rider Italia ada di Seri 6 GP500 sirkuit Bugatti Mugello, 28 Mei 2000 merupakan race kandang bagi Max Biaggi, Valentino Rossi dan Loris Capirossi. Balapan paling di tunggu karena ribuan publik Italia gembira mereka kini menjadi pembalap di kelas utama.
Loris Capirossi, Valentino Rossi dan Max Biaggi seperti harapan supporter Italia, sepanjang balap mereka posisi 1-2-3. Tapi jelang 1 lap suasana berubah ketika Valentino Rossi terjatuh dan beberapa tikungan berikutnya gantian Max Biaggi yang tersungkur ke gravel karena menyundul ban Capirossi.
Padahal penonton di straight finish sudah siap bersorak tiga jagoan mereka full do podium. Mereka mengira Loris Capirossi juara di susul Biaggi dan Rossi. Tapi ternyata Carlos Checa dan Jeremy Mc Williams urutan setelah Loris. Walau Biaggi dan Rossi tak finish, aksi mereka menjadi awal memulai lagi rider Italia bersama – sama mendominasi podium seri selanjutnya.
Seri penutup Gp500 sirkuit Phillips Island 2000.
Tibalah waktu yang di nanti, harapan tak terduga mereka bertiga sukses sebagai Full podium di seri penutup musim 2000 tepatnya di sirkuit Phillips Island. Persaingan yang di katakan sebagai awal balapan paling ketat sepanjang masa tersebut membawa Biaggi – Capirossi – Rossi sebagai pengisi podium.
Podium bersejarah tiga pembalap Italia di seri penutup musim 2000 sirkuit Phillips Island.
Bertiga semakin solid menapaki podium walau tidak setiap seri. Tapi yang pasti setiap musim dari tahun 2000 sampai 2005 mereka sering ada dalam satu podium. Masuknya Marco Melandri 2003 dan mulai ikut menambah kekuatan Italia terasa ketika musim 2005.
Musim 2001-2005 tiga pembalap ini sering dalam satu frame podium.
MotoGP Mugello 2005, persaingan elok 4 Italiano di kandang.
Dan kembali Sirkuit Mugello Italia 7 Juni 2005 sebagai momen istimewa dimana 4 Italiano mengisi urut 4 besar. Valentino Rossi, Max Biaggi, Loris Capirossi dan Marco Melandri. Kompak walau sebenarnya antara mereka saling bermusuhan. Rossi vs Biaggi dan Biaggi vs Melandri. Capirossi sebagai penengah…
Musim langka peringkat 1-4 berisi rider Italia semua, Rossi juara disusul Max Biaggi, Capirossi dan Marco Melandri.
Hanya saja setelah generasi usai Max Biaggi pensiun 2006 tak bisa lagi full podium. Selebihnya hanya 2 rider saja di tangga juara antara Rossi, Capirossi dan Melandri. Kembali lagi jadi penguasa podium ketika era Andrea Dovizioso serta Andrea Ianonne menjadi bintang.
Pembalap Italia generasi selanjutnya semakin banyak mengisi slot entry list di kelas premier. Sampai musim 2020 ini semua Italia adalah pembalap kompetitif syarat podium. Musim ini dari Valentino Rossi, Andrea Dovizioso, Danilo Petruci, Franky Morbideli, Fransesco Bagnaia, semua merasakan podium dan juara kecuali Valentino Rossi dan Bagnaia yang belum merasakan podium pertama. Minus Andrea Ianonne yang terkena hukuman tak boleh balap karena kasus doping.
Tahun depan outnya duo Andrea yaitu Andrea Dovizioso karena rehat dan Andrea Ianonne karena hukuman terganti dengan masuknya kekuatan muda juara dunia Moto2 2020 Enea Bastianini dan runner-up Luca Marini.
OtomotifZone.com – Jakarta. SMR Project, tim privateer asal Jakarta masih tetap akan menggandeng Ervantona untuk siap tampil full seri gelaran Indoclub dan Gas Tipis-Tipis musim depan. Tim yang bermarkas di bilangan Jl. Joglo Raya No. 190, Kembangan, Jakarta Barat, secara resmi mengumumkan formasi tim untuk tahun 2021 mendatang.
Setelah berhasil membawa prestasi pada kejuaraan yang pernah diperoleh di tahun 2020, merupakan modal besar untuk lebih kompetitif dalam 2 event yang akan diikuti oleh SMR Project ini.
“Adapun kelas yang akan diikuti oleh SMR Project nantinya, masih sama dengan tahun lalu. Yakni, turun di kelas Sport 2-Tak 150 Open, RX King 135 cc Chamber Open serta Bebek 2-Tak Standar Pemula dan Open. Guna menambah suasana dan membuka tantangan baru, SMR Project juga telah menyiapkan 1 unit motor 4-Tak yang nantinya akan bertanding di kelas MP1 dengan pacuan Yamaha MX King,” buka Sarjana, chief mekanik SMR Project yang menangani motor balap tim dipinggiran Jakarta Barat ini.
Masih menurut Sarjana, yang bukan gelar lulusan sebuah universitas menambahkan tapi nama mekanik SMR Project ini juga menambahkan. “Kesiapan tim sudah berjalan dari tahun ini (2020), dimana riset dan pengembangan pada 4 unit motor bergenre 2-Tak, baik Sport maupun Bebek telah diimprovisasi dengan baik. Sedangkan 1 motor lagi untuk bertarung di MP1 juga telah berjalan tahap developmentnya.”
Beberapa pekan lalu, SMR Project ini telah resmi mengumumkan formasi tim untuk berlaga musim 2021 mendatang dengan tetap menggandeng joki muda berbakat andalan yang berasal dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Adalah Ervantona Pandu Mahardika yang kembali ditunjuk sebagai rider utama dan akan membawa semua motor dari SMR Project, telah siap untuk mengikuti kompetisi 2021 dengan lebih matang. Mengingat prestasi yang dipersembahkan oleh Ervantona selama balap 2020 yang langganan masuk dalam 5 besar di berbagai event, merupakan hasil yang masih bisa dioptimalkan lagi ditahun depan,” ungkap Isa Djomoena, manager tim.
OtomotifZone.Com – Keerom. Pada penghujung penutupan tahun 2020 ini para penggiat otomotif yang tergabung dalam wadah Xrider/Executive garuk tanah (X-Pro Papua) terus berupaya memberikan ruang dan kesempatan kepada para penikmat terkhususnya crosser maupun grasstracker pemula untuk terus mengasah prestasi lewat kegiatan Latihan bersama akhir tahun yang mana kegiatan yang bertitelkan Latber “X-Pro Gass Tipis-Tipis Akhir Tahun 2020” berlokasi sirkuit California Dedy MX Arso 4, Kabupaten Keerom, Minggu 27/12.
Seperti diketahui bahwa dimasa Pandemi ini sangatlah minim kegiatan balap terutama di bumi cendrawasih hampir jarang terlaksana, namun demikian kegiatan Latber X-pro Gass Tipis-Tipis Akhir Tahun 2020 dapat gelar dengan baik yang mendapatkan restu dan dukungan baik dari Tim maupun Klub balap serta pihak Pengprov IMI papua,satgas covid Kabupaten Keerom, serta Kepolisian dengan mentaati protokol kesehatan.
Jumlah Partisipan meningkat dari sebelumnya
Sejak Sirkuit California Dedy MX Arso 4 diresmikan dan terus di lakukan pembenahan Layout sirkuit oleh pemilik lahan dan X-Pro Papua maka dengan pelaksanaan kegiatan Latber tersebut di gelar para pembalap bisa mendapatkan tantangan yang baru dalam menjajal sirkuit California, perubahan sirkuit tersebut sudah mengalami perubahan yang ke tiga kalinya dan di buat hampir mirip dengan sirkuit PON yang ada di Merauke.
X-Pro Papua optimis melaksanakan kegiatan yang lebih bergensi
“Yang pastinya kegiatan ini kami laksanakan untuk membuka peluang bagi bibit maupun pembalap pemula di Papua terkhususnya di Kabupaten Keerom dan juga mengaktifkan kegiatan garuk tanah yang terhambat oleh pandemik ini,tentunya kami mewakili Korwil IMI Kabupaten Keerom akan terus mendukung dan turut serta membantu kegiatan serupa untuk nantinya akan melaksanakan kegiatan yang lebih besar seperti kejurda maupun kejurnas nantinya, sirkuit ini juga sudah di lakukan pembenahan sebanyak 3 kali dan di buat semirip mungkin dengan sirkuit yang ada di Merauke” Jelas Eko Ardiansyah, ketua panitia dan perwakilan pengurus IMI Korwil Keerom.
Gelaran sehari Latber X-pro Gass Tipis-Tipis Akhir Tahun 2020 memperlombakan 6 kelas yang di ikuti 75 peserta serta 120 starter, jumlah pembalap dan tim yang ambil bagian mengalami peningkatan dari sebelumnya pada uji coba sirkuit di lakukan di tempat yang sama, para pembalap yang ikut berpartisipasi tentunya tidak di pungut biaya pendaftaran dan mendapatkan uang pembinaan bagi para juaranya.
Pembalap mendapatkan uang pembinaan
Suyadi selaku ketua X-Pro Papua sangat mengapreseasi kepada tim maupun klub yang sudah mengambil bagian untuk bisa memberikan input positif kepada X-pro dalam mewujudkan pengembangan kegiatan garuk tanah di Tanah Papua “Kami berharap sirkuit ini dapat di gunakan bagi pembalap pemula dan bahkan para atlit PON Papua untuk melaksanakan latihan berjalannya disini, sebab sirkuit ini kami sudah rubah semirip dengan sirkuit di merauke, tentunya juga perubahan sirkuit sekarang ini untuk mengacu ke standart Nasional untuk nantinya kami bisa melaksanakan kegiatan yang lebih bergensi di awal tahun depan, untuk latber berikutnya juga kami berupaya menambahkan kelas yang diperlombakan dengan aturan yang sesuai dan kalau bisa pelaksanaannya bisa secara rutin” Harapnya.
OtomotifZone.com-Keerom. Guna memaksimalkan Sirkuit California Dedy MX Arso 4, Arsopura/Saefen 42 di Kabupaten Keerom, Papua ini yang terus di lakukan perbaikan, para penggiat otomotif yang tergabung dalam wadah Xrider/Executive garuk tanah (X-Pro Papua) kali ini menggelar Latihan bersama di penghujung tahun 2020 Minggu 27/12, bertajuk “X-Pro Papua Gass Tipis-Tipis Akhir Tahun 2020”.
Kegiatan Latber yang di langsungkan sehari ini cukup mengundang animo peserta dan tentunya ada peningkatan dari awal sirkuit tersebut dibuka yang di lakukan uji coba sebelumnya. Tercatat 75 peserta serta 120 starter yang turut ambil bagian dalam Latber Gass Tipis-Tipis.
Meski Race yang dimainkan hanya 6 kelas namun X-Pro Papua berharap selanjutnya akan rutin melaksanakan kegiatan serupa di tahun depan dan tentunya kelas yang diperlombakan di harapkan bertambah,bahkan X-Pro Papua berantusias melaksanakan gelaran yang lebih besar dan resmi nantinya seperti Kejurda maupun Kejurnas di sirkuit tersebut.
Berikut hasil juara disetiap kelas yang dilombakan:
BEBEK MODIFIKASI 130cc OPEN
NO START NAMA ASAL TEAM / KLUB
222 TISON AGU SENTANI HPM PAPUA
103 ACO DOSAY DMX
26 ADITYA KAPASIANG WAENA AZKA MX
30 AGVIN ROSSI SENTANI VINIZELA MX TEAM
61 HAFIDZ PK TOLIKARA TOLIKARA MX TEAM
SPORT DAN TRAIL OPEN
222 TISON AGU SENTANI HPM PAPUA
97 GITO NARAY SENTANI GARUK TANAH COMUNITY
203 DECKY WOMSIWOR KOTARAJA DECKY MX TEAM
130 ALESANDRO SENTANI HPM PAPUA
147 DINAR KOTARAJA NITMEKE MX TEAM
BEBEK STANDART PEMULA 110 cc
30 AGVIN ROSSI SENTANI VINIZELA MX TEAM
01 YABO WAENA AZKA MX
259 NANDO HASAN KEEROM GEMBEL ELIT ARSO 2
16 RAMA PD KEEROM VIRABI MOTOR
101 DAVID FELE SENTANI VINIZELA MX TEAM
ANAK- ANAK S/D 12 TAHUN
47 FITRAH SENTANI VINIZELA MX TEAM
141 RAFFA KOYA KIOS EKA RACING
182 FAREL KOYA KIOS EKA RACING
454 RASYA ENTROP DUMP SPEED
420 DIKA KEEROM PWMC
X-PRO ( 41-55 TAHUN)
119 ANOKA KOTARAJA NITMEKE MX TEAM
33 MAX NAYOAN ABEPURA P2MX
27 ATM ABEPURA X-PRO TEAM
30 ERLY SENTANI VINIZELA MX TEAM
22 DICK TANAKA ENTROP THE COMENT
SPESIAL ENGINE 125cc – 250 cc ALL CATEGORY
24 JIMS CRIMER ABEPURA MANDALA MX-GARUK TANAH COMMUNITY
OtomotifZone.com – Purwokerto. Melihat tampilan Honda Astrea Grand lansiran 1991 ini mengacu pada konsep simpel dan punya sebutan unik yaitu berjuluk Mawar. Seperti diketahui jika bunga tersebut punya bentuk yang indah dengan warna merah atau putih meskipun tangkainya berduri.
Dibalik keindahannya itu bisa menyebabkan luka pada tangan akibat dari durinya tersebut. Dan nama bunga Mawar inilah yang lantas disematkan oleh Tabah Priya Utama asal Purwokerto, Jawa Tengah, pada Honda Astrea Grand miliknya lansiran 1991 silam yang beken di sebut ‘Bulus‘, karena di bagian buntut belakang seperti bentuk dari binatang sejenis Kura-Kura itu.
Tampil simpel bergaya ala Mothai
Meskipun berkesan tuwir alias tua, namun Tabah tetap setia dengan kuda besi besutannya itu dan kini coba untuk dipermak ulang lagi pada beberapa bagian sudut detailnya agar bisa tampil lebih fresh kembali.
“Kebetulan saya juga dulu punya Honda Kirana, dan di modif dengan model seperti sekarang ini yaitu Mothai gitu,” ungkap Tabah, yang juga pemilik gerai workshop Tabah Crankshaft Modified ini.
Paduan kaki ramping nan simpel identik konsep Mothai
Sosok dari Tabah sendiri memang bukan orang baru dalam hal dunia modifikasi terutama kalangan komunitas Mothai seputaran kota yang terkenal dengan penganan khas berupa tempe Mendhoan ini. Dia sudah puluhan tahun nyemplung dan menekuni hobi modifikasinya ini.
Detail variasi tidak banyak padukan banyak warna
“Awalnya saya dapat Bulus ini memang dalam keadaan masih bagus dan gak terlalu caur banget seperti kondisi bahan. Tapi saya gak suka kalau main motor standaran, kayaknya cupu banget. Ya akhirnya mencoba untuk kolaborasi dengan duo sahabat lama saya dari daerah Cilongok untuk mewujudkan mimpi dan ambisi saya ini,” jelas Tabah yang melakukan kerja bareng dengan Helga Motor dan Plongor Paint.
Leher knalpot pilih dengan model meliuk khas Mothai
Warna bawaan aslinya motor ini berkelir hitam, namun Tabah kepingin kelir baru yang lebih terang dan ubah total menjadi abu-abu dengan motif biru kreasi dari Plongor Paint. Sedangkan untuk sektor dapur pacu, Tabah lantas serahkan pengerjaan merubah kapasitas mesin stroke up di bengkel Helga Motor.
“Tampilan simpel nan klimis dipadu mesin yang yahud jadi makin layak untuk diajak jalan-jalan menyusuri jalanan dan kota Purwokerto,” cuap Tabah.
Si Mawar kini tampil simpel nan klimis
Penulis : Bani | Foto : Bani | Editor : Obeth
Data Modifikasi :
Pelek depan/belakang : Jinfei Ban depan/belakang : Swallow Dragblaster 50/90-17, 60/80-17 Teromol depan : Original Honda Kirana Teromol belakang : Original Honda Grand Shock depan : Original Honda Grand Shock belakang : Scarlet Mika lampu depan/belakang : Honda Value Gearset : SSS Rantai : TDR Footstep belakang : Honda Kirana Mur/baud : full Pro Bolt Knalpot : Special Custom series by CLX mufler. Cutting sticker by. Rocket Sticker
Painting by : Plongor Paint, Jln. Raya Curug Cipendok, RT : 07/ RW : 04, Karang Tengah, Purwokerto, Jateng Telepon : 0813-9215-7047
Modifikasi mesin : Helga Motor, Jl. Raya Curug Cipendok, Karang Tengah, Purwokerto, Jateng Telepon : 0852-2795-7771
Detailing and concept by : Workshop Tabah Crankshaft Modified, Jl. Sokajati, Rt : 02/Rw : 03, Bantarsoka, Purwokerto Barat, Jateng Telepon : 0852-2780-0899
OtomotifZone.com – Keren nih, Bo Bendsneyder rider Moto2 menyapa para penggemarnya di Tanah Air dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Hal itu terungkap lewat akun instagram miliknya dan terlihat pada postingan video yang nampak fasih sekali dan lancar.
Ya, Bo Bendsenyder merupakan pembalap asal Belanda yang tidak hanya akan berlaga membela tim dari Tanah Air untuk musim 2021 mendatang yakni Pertamina Mandalika SAG Team tapi juga memang masih memiliki keturunan darah Indonesia karena kakeknya berasal dari Surabaya.
Seperti diketahui jika pada musim depan Bo Bendsneyder yang pernah jadi juara di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup tahun 2015 silam ini bakal menjadi rekan satu tim Thomas Luthi, pembalap sarat pengalaman asal Swiss yang turun di Moto2.
Bo Bendsneyder sapa penggemar dengan Bahasa Indonesia
Paling unik dan menarik Bo Bendsneyder malah cukup pede jika dirinya dipanggil Mas Bo karena adanya garis keturunan dari Suku Jawa. Meski dalam penyampaiannya masih nampak jelas aksen khas bule, namun pembalap kelahiran Rotterdam, 4 Maret 1999 ini tetap pede berbicara dengan bahasa asal dari leluhurnya tersebut.
Seperti diungkapkan oleh Mas Bo dalam postingan video lewat media sosial Instagram miliknya, Bo Bendsneyder menyapa para penggemarnya ini. “Halo MotoGP Mania Indonesia, saya Bo Bendsneyder alias Mas Bo, saya akan balapan Moto2 bersama Pertamina Mandalika SAG Team tahun depan. Saya senang sekali bisa turun balapan untuk Indonesia”
Wah, jadi bangga nih ada rider Moto2 yang asli keturunan Indonesia dan berlaga membela tim asal Tanah Air serta senang berbicara dengan bahasa Indonesia. Semangat Mas Bo!
Penulis : Obeth | Sumber : Instagram | Foto : Instagram @bobendsneyder
OtomotifZone.com – Spanyol. Jangan kaget kalau ada pembalap yang menyatakan pensiun tapi balik balap lagi. Di F1 dulu Michael Schumacer juga begitu pada 2006 pensiun dan 2010 lalu kembali membalap. Dan kini giliran Fernando Alonso, usai race terakhir musim 2018 dirinya menyatakan off dari beratnya persaingan, akhirnya balik lagi ke Formula 1.
Pria kelahiran 29 Juli 1981 tersebut comeback bersama team lamanya, Renault. Yang merupakan team pengantar dia meraih juara dunia 2005-2006. Renault mengajak lagi buat balap di cockpit mobil mereka. Spekulasi bagi Fernando karena umurnya yang juga sudah tak lagi muda dan driver muda juga cukup banyak. Sedangkan team kuat macam Mercedes makin jaya saat ini.
“Bagi Fernando ini akan menjadi langkah selanjutnya dalam kepulangannya. Dia telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan dia siap semaksimal mungkin untuk tahun 2021. Dia ingin berkontribusi sepenuhnya – tidak hanya untuk tim, tetapi untuk para penggemar dan olahraga yang dia lewatkan dalam dua tahun terakhir,” kata Renault Team Principal, Cyril Abiteboul.
Yang jelas kudu memeras tenaga untuk mengimbagi kecepatan driver keras saat ini.
OtomotifZone.com – Purwokerto. Tampilan Vespa S125 matik ini makin terlihat elegan, dan inilah modifikasi nol kilometer. Eits, yang di maksud disini bukan Tugu Nol Kilometer yang berada di kota Sabang, Provinsi Aceh yang di resmikan 9 September 1997 silam oleh Wakil Presiden RI kala itu, Try Sutrisno loh sob!
Tapi modifikasi yang bisa dibilang motor baru keluar dari dealer dan langsung diobrak-abrik oleh Ibnu Rahmat, owner Vespa berkelir serba gelap alias hitam ini. Soal hasrat, wong ngapak asli dari kota Mendhoan ini memang tidak bisa diam dengan wujud motor yang masih nampak standar.
Area depan terkesan makin dinamis
Ambisinya yang besar selalu merasa gatal untuk segera melakukan perombakan penuh pada motor matik lansiran 2020 ini, agar makin terkesan pangling dan sedap dipandang mata.
Sosok dari Ibnu Rahmat ini memang tidak terlepas dari ‘tangan jahilnya’ dalam hal permak wujud motor apapun, karena dirinya sudah terbiasa ngoprek motor jenis trail milik para konsumennya.
Yups, Ibnu Rahmat adalah owner bengkel modifikasi dari Planet Bike, di kawasan daerah berjuluk kota Satria itu terlebih sudah menjadi spesialis dalam hal oprek motor-motor trail lokal maupun build up.
Besutan pribadi Ibnu Rahmat ini pun turut pula kena jarahan kreatifnya untuk di permak ulang dari tampang standar bawaan pabrik. Memang tidak terlalu frontal dengan banyak ubahan, hanya sedikit sentuhan untuk mempermanis aksen dinamis dan kesan makin elegan saja.
Knalpot garapan DRC model KTM 6 Days
“Sebelumnya saya sempat punya Vespa matik warna biru dof, dan Alhamdulilah ada yang minat jadi di jual aja. Tapi begitu motor itu di lepas, malah kepingin punya Vespa matik lagi, dan akhirnya beli S125 ini,” ungkap Ibnu Rahmat yang selalu order model jok pada Luqmanjok ini.
Alas duduk custom bikinan Luqmanjok
Selepas Vespa matik ini tiba dirumah, tanpa menunggu lama langsung dipreteli untuk dilakukan ubahan. “Beberapa part saya serahkan ke TCM, bengkel cat langganan untuk di repaint lagi biar makin berbeda,” jelas Ibnu.
Sebagai penguat dari identitas modifikasinya, peranti komponen variasi yang sebelumnya telah dibeli oleh Ibnu langsung saja di terapkan di beberapa sudut detail, agar nampak lebih serasi dengan tema elegan yang di usung.
Area kaki-kaki makin kokoh dan kuat
Alhasil, perpaduan konsep ekslusif dari Vespa matik serba hitam ini pun jadi lebih dinamis karena Ibnu tidak banyak pasangkan asesoris dari warna lain yang nantinya jadi akan terlihat melenceng.
Wah, kalo sudah begini jadi bener-bener hasrat modifikasi yang langsung tersalurkan dong! Tampilan Vespa pun makin elegan saat berada di jalan.
Tampilan elegan modifikasi Vespa nol kilometer milik Ibnu Rahmat
Penulis : Bani | Foto : Bani | Editor : Obeth
Data Modifikasi :
Handel set : Luigy Handgrip : Grab On Spion : Rizoma Tutup lubang sepion : Vespuci Vabrica Monel Paint : Spies Hecker by TCM Nano kramic : VProtec Shockbreker depan/belakang : YSS G-Series Footstep : Custom by Planet Bike Muffler : KTM 6Days EXCF by DRC Jok : special custom series by Luqman Creative seatmaker Ban belakang : Maxxis 120/70-10 Ban depan : Maxxis 110/70-11 Emblem : Custom by Planet Bike Roller : Polini 9gram
Modifikator : Planet Bike, Jl. Raya Kober, Gg. Alamanda, Purwokerto, Jawa Tengah Phone : 0813-2705-5300