OtomotifZone.com – Jambi, Usai sudah gelaran bergengsi Andalas Drag Series (ADS) 2026 Putaran 1 yang berlangsung pada 6-7 Juni 2026 di Zabaq International Circuit, Jambi. Event yang digarap oleh Predator selaku penanggung jawab putaran pembuka ini sukses menyedot perhatian para dragster dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme peserta yang tinggi membuat persaingan di lintasan berlangsung sengit sejak babak penyisihan hingga final.
Konsep kolaborasi Drag Bike dan Drag Race yang diusung penyelenggara menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya pebalap lokal Sumatera, sejumlah tim dan rider papan atas nasional juga hadir untuk berburu poin serta prestasi pada seri pembuka musim 2026. Kehadiran peserta dari berbagai provinsi membuktikan bahwa ADS kini telah berkembang menjadi salah satu ajang balap trek lurus paling bergengsi di Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, para pebalap menampilkan performa terbaiknya demi merebut podium tertinggi di kelas masing-masing. Adu strategi mekanik, setting motor yang presisi, hingga kemampuan rider dalam memanfaatkan setiap meter lintasan menjadi kunci keberhasilan para juara pada putaran perdana ini.
Persaingan yang ketat sekaligus kualitas peserta yang merata membuat ADS Jambi 2026 menjadi pembuka musim yang sangat menarik. Hasil yang diraih para juara di Jambi juga diprediksi akan menjadi modal penting dalam perebutan gelar juara umum sepanjang musim Andalas Drag Series 2026.
Berikut hasil lengkap Drag Bike Andalas Drag Series 2026 Putaran 1 Jambi:
OtomotifZone.com – Klaten. Berikut hasil Seri 2 Kratingdaeng Swallow Cleosa Grasstrack Motocross sirkuit Rizqy Motorsport, Leses, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah yang di laksanakan pada 6-7 Juni 2026!
Otomotifzone.com – Boyolali, Ketegangan tingkat tinggi tersaji dalam gelaran akbar Tolak Miskin Road Race Championship 2026 Round 1 yang berlangsung di Sirkuit Gokart Boyolali, Minggu (7 Juni 2026). Dari sekian banyak kelas yang diperlombakan, pertarungan di kelas Bebek 4T STD 150cc Beginner sukses menjadi salah satu pusat perhatian penonton yang memadati sirkuit sepanjang 1,2 Km tersebut.
Persaingan super ketat langsung tersaji sejak bendera start dikibarkan. Dua pembalap muda potensial, Omar Bule dan M Hekaska, langsung terlibat aksi saling oper posisi demi mengamankan podium tertinggi. Sepanjang 10 putaran (laps) yang melelahkan, kedua rider ini benar-benar tidak memberikan ruang bernapas satu sama lain. Aksi overtake dan adu strategi di tikungan-tikungan teknis Sirkuit Boyolali membuat jalannya balapan menjadi sangat dramatis.
Namun, ketenangan dan mental juara akhirnya berbicara di lap-lap akhir. Mengandalkan performa motor yang prima serta determinasi tinggi, Omar Bule sukses memukul mundur rival terdekatnya tersebut.
Pembalap asal Semarang yang bernaung di bawah bendera SAE Racing Team ini berhasil menyentuh garis finish pertama, sekaligus mencetak Best Time 57.000 detik. M Hekaska, pembalap andalan tim M2S Nadia Munamei asal Temanggung, harus puas menempati posisi kedua (Runner-up). Perjuangannya patut diacungi jempol karena menempel ketat Omar hingga garis finish dengan selisih yang sangat tipis, yakni hanya 0.412 detik!
Keberhasilan Omar Bule di seri pembuka ini jelas menjadi modal berharga sekaligus psywar bagi para rivalnya untuk menatap seri-seri selanjutnya di ajang Tolak Miskin Road Race Championship 2026. Selamat untuk Omar Bule dan SAE Racing Team!
Otomotifzone.com – Boyolali, Drama luar biasa tersaji di kelas bergengsi Bebek 2T 116cc Underbone Open (Poin) dalam gelaran Tolak Miskin Road Race Championship 2026 Round 1. Pembalap senior Tommy Salim sukses membius publik Sirkuit Gokart Boyolali, Minggu (7 Juni 2026), lewat aksi comeback fantastis dan overtake krusial di lap terakhir balapan.
Mengendarai kuda pacu andalannya yang mengibarkan bendera tim 76 ELEKTRIK JOLEPOWER, Tommy Salim memperlihatkan kematangan mental yang luar biasa sepanjang 10 lap jalannya race. Sejak lampu start padam, pembalap asal Surabaya ini memilih untuk bermain taktis, tidak terburu-buru, dan terus menempel ketat barisan pembalap di depannya.
Konsistensi Tommy di atas lintasan berpadu manis dengan performa motor garapan Jole Power yang terus menunjukkan peningkatan performa (progress) signifikan di setiap lapnya. Tommy terus memangkas jarak dan mengintai momentum yang tepat untuk melakukan serangan balik.
Puncak ketegangan terjadi pada last lap alias lap pamungkas. Di saat balapan tampaknya akan menjadi milik pembalap di depannya, Tommy Salim secara cerdik memanfaatkan celah sempit yang terbuka. Lewat sebuah manuver yang bersih, tajam, dan agresif, Tommy sukses melakukan overtake dan posisi terbaik berhasil diraih.
Posisi kedua akhirnya harus rela ditempati oleh pembalap tuan rumah, Agus “Kempul” Setyawan. Pembalap andalan tim BGS RACING TEAM ini sebenarnya tampil sangat spartan dan bahkan mencatatkan waktu putaran terbaik (Best Time) paling tajam di race ini dengan torehan 56.335 detik, sedikit lebih cepat dari Best Time Tommy Salim (56.419 detik). Namun, kelengahan di lap akhir harus dibayar mahal oleh Agus Kempul akibat aksi cerdik Tommy.
Sementara itu, podium ketiga berhasil diamankan oleh pembalap asal Banten, Rere Renaldi P (Barokah Merapi AF) setelah memenangi duel ketat melawan pembalap Sragen, Benaya Farrel yang harus puas finis di urutan keempat.
“Luar biasa race kali ini mas, kami terus berusaha untuk mencari celah agar bisa tembus urutan pertama, di lap terakhir ada celah sedikit kita manfaatkan sebaik mungkin, Motor yang dibikin Jole Power enak ni powernya ada terus” , jelas Tomy Salim.
Otomotifzone.com – Boyolali, Pemandangan menarik sekaligus membanggakan tersaji di kelas khusus para mantan pembalap dan penghobi berbobot mapan, Bebek 2T STD 125cc Exrider 75KG>Up. Sang owner tim, Alfin Adi Candra, memutuskan untuk turun langsung ambil bagian dalam ketatnya persaingan Tolak Miskin Road Race Championship 2026 Round 1 di Sirkuit Gokart Boyolali, Minggu (7 Juni 2026).
Kesempatan langka ini tidak disia-siakan begitu saja oleh Bos Alfin. Mengibarkan bendera timnya sendiri, V-REINZ BALIQUEEN, ia tampil memukau dengan menunggangi motor andalannya. Menariknya, meski nama kelas tertera Bebek 2T, Bos Alfin melesat menggunakan F1zr garapan Ari Vreinz Racing.
Sejak bendera start dikibarkan untuk memulai balapan sepanjang 6 lap tersebut, Bos Alfin langsung melejit di urutan terdepan. Karakter tenaga F1zr garapan V-Reinz yang responsif dipadukan dengan gaya balapnya yang agresif membuat ia sempat ngejet dan meninggalkan jauh para kompetitor di barisan belakang pada pertengahan laga.
Kendati sempat membuka jarak yang cukup aman di awal dan pertengahan lap, perjuangan Bos Alfin untuk mengamankan podium tertinggi tidak didapat dengan mudah di detik-detik terakhir. Pembalap asal Wonogiri, Rio M Thoha yang membela tim GERAKKITA NASIONAL, terus memberikan perlawanan yang luar biasa spartan.
Rio M Thoha yang mencatatkan waktu putaran terbaik (Best Time) lebih tajam, yakni 1 menit 01.152 detik, terus memangkas jarak secara drastis jelang garis finish. Namun, kematangan taktik Bos Alfin berhasil meredam gempuran tersebut. Bos Alfin sukses menyentuh garis pertama, hanya unggul tipis sekali dengan gap 0.207 detik dari Rio M Thoha.
Awalnya memang niat utama buat ikut meramaikan kelas Exrider ini, mas. Kebetulan ini juga jadi kesempatan bagus buat kita tes langsung hasil motor F1ZR STD 125cc garapan mas Ari V-Reinz di kondisi race yang sebenarnya,” buka Bos Alfin.
”Tadi di awal lap memang motor terasa sangat enak buat langsung push dan bikin jarak. Senang rasanya bisa kasih piala buat tim lewat tangan sendiri,” imbuhnya sembari tertawa puas.
OtomotifZone.com – Klaten, Performa impresif Ducati Desmo450 MX kembali menjadi sorotan pada gelaran Cleosa Series Championship 2026 Round 2 yang berlangsung di Sirkuit Rizqy Motorsport, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (6/6). Tak hanya berhasil menguasai podium kelas MX1 pada Race 1, Ducati juga menempatkan lima pembalapnya di enam besar, menegaskan semakin kuatnya eksistensi motor asal Italia tersebut di dunia motocross Indonesia.
Jika pada akhir musim 2025 Ducati Desmo450 MX hanya diperkuat oleh dua pembalap, yakni Diva Ismayana dan Hilman Maksum dari Ducati MX Team Indonesia, kini jumlah penggunanya terus bertambah. Setelah bergabungnya M Zidane dari No Limit Racing Team pada awal 2026, putaran kedua Cleosa Series Championship menjadi momen bertambahnya kekuatan Ducati dengan hadirnya rider asal Australia, Sam Larsen dari SFN 969 MX Team, serta pembalap Thailand, Witsarut Salangam dari Ducati Indonesia Montevela Grasstrack Team.
Bertambahnya jumlah pengguna Ducati Desmo450 MX menjadi indikator meningkatnya kepercayaan para pembalap dan tim terhadap motor tersebut. Karakter mesin yang bertenaga, handling yang kompetitif, serta kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi lintasan menjadikan Desmo450 MX sebagai salah satu motor yang mulai diperhitungkan dalam persaingan motocross nasional.
Dominasi Ducati sudah terlihat sejak sesi kualifikasi. M Zidane tampil tercepat dan mengamankan pole position. Witsarut Salangam berada di posisi ketiga, Diva Ismayana menempati posisi kelima, Hilman Maksum di posisi ketujuh, dan Sam Larsen melengkapi jajaran Ducati dengan start dari posisi ke-11.
Memasuki Race 1 kelas AKRM MX Open International yang diikuti 24 pembalap gabungan MX1 dan MX2, M Zidane langsung menunjukkan kecepatannya dengan meraih holeshot dan memimpin balapan sejak tikungan pertama. Witsarut Salangam terus membayangi di barisan depan dan menjaga tekanan kepada para pesaing.
Sementara itu, Diva Ismayana harus bekerja keras setelah terlibat duel sengit dengan pembalap MX2. Hilman Maksum dan Sam Larsen juga menjalani pertarungan ketat dengan sejumlah rider lainnya dalam perebutan posisi tengah.
Drama terjadi menjelang lap-lap akhir ketika Hilman Maksum dan Sam Larsen terlibat insiden yang membuat Hilman kehilangan beberapa posisi dan harus finis di urutan ke-11 klasemen gabungan.
Meski demikian, hasil perhitungan khusus kelas MX1 menunjukkan dominasi mutlak Ducati Desmo450 MX. Tiga posisi teratas berhasil disapu bersih oleh para penggunanya melalui M Zidane di posisi pertama, Witsarut Salangam di posisi kedua, dan Diva Ismayana di posisi ketiga.
Tak berhenti di situ, Sam Larsen dan Hilman Maksum juga berhasil menempati posisi kelima dan keenam kelas MX1. Artinya, lima rider Ducati sukses menempatkan diri di enam besar, sebuah pencapaian yang memperlihatkan daya saing luar biasa Desmo450 MX di lintasan tanah.
Team Principal sekaligus Owner Ducati MX Team Indonesia, Jimmy Budhijanto, mengaku bangga melihat perkembangan Ducati dalam waktu yang relatif singkat.
“Saya sangat senang melihat lima rider Ducati berada di grid pada putaran kali ini. Hal ini merupakan sinyal positif bahwa kepercayaan terhadap Ducati Desmo450 MX terus tumbuh. Performa yang konsisten dari Diva Ismayana, Hilman Maksum, dan M Zidane telah membuktikan bahwa motor ini mampu bersaing di barisan depan dan menarik minat semakin banyak rider untuk menggunakannya,” ujar Jimmy.
Ia juga menyoroti insiden yang terjadi antara Hilman Maksum dan Sam Larsen di lap-lap akhir balapan.
“Sayangnya, pada Race 1 hari ini terjadi insiden antara Hilman dan Sam Larsen di lap-lap akhir. Jika insiden tersebut tidak terjadi, kami yakin seluruh rider Ducati memiliki peluang besar untuk menguasai posisi lima besar dan membuktikan potensi besar Ducati Desmo450 MX di lintasan,” tambahnya.
Keberhasilan menempatkan lima rider dari berbagai tim dan negara sekaligus menguasai podium 1-2-3 MX1 menjadi bukti bahwa Ducati Desmo450 MX tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu menghadirkan performa kompetitif sejak debutnya di arena motocross Indonesia. Dominasi di Klaten pun menjadi sinyal kuat bahwa Ducati siap menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam persaingan motocross nasional maupun internasional.
Otomotifzone.com – Boyolali, Memulai balapan dari posisi ideal, Benaya Farrel sukses mengonversi modal berharga tersebut menjadi kemenangan mutlak.
Pembalap asal Sragen ini tampil tanpa cela di kelas bergengsi Sport 2T STD 135cc Open (Poin) dalam seri perdana Tolak Miskin Road Race Championship 2026 yang digulirkan di Sirkuit Gokart Boyolali, Minggu (6-7 Juni 2026).
Start dari grid pertama, Benaya Farrel yang bernaung di bawah tim BENGKEL MUGO2 YOGYAKARTA langsung melejit sesaat setelah lampu start padam. Dengan performa motor RX-King yang sedang on-fire, Benaya langsung mengamankan urutan terdepan dan sukses mempertahankan posisinya dengan konsisten hingga bendera finish berkibar di akhir lap ke-8.
Benaya menyentuh garis finish pertama dengan total catatan waktu 7 menit 42.751 detik serta membukukan Best Time 57.151 detik.
Jalannya balapan sebenarnya sempat menyajikan tensi tinggi di barisan depan. Pembalap senior Agus “Kempul” Setyawan (Surakarta) yang membela tim BEAN27 X Teman Coffee semula menempel ketat tepat di belakang Benaya Farrel dan siap memberikan ancaman serius untuk perebutan podium tertinggi.
Namun petaka melanda Agus Kempul di tengah jalannya race. Motor tunggangannya mengalami masalah tak terduga (motor trouble) yang membuat performanya merosot drastis. Kendati didera kendala teknis, pembalap bernomor start 47 ini tetap menunjukkan mental petarungnya demi bisa menyentuh garis finish dan mengamankan poin klasemen.
Akibat masalah tersebut, Agus Kempul terpaksa melorot dan harus puas finish di urutan ketiga. Imbas dari trouble tersebut terlihat jelas dari renggangnya jarak angka, di mana ia tertinggal dengan gap yang begitu jauh, yakni 23.601 detik dari sang juara.
“Jalannya race tadi cukup tegang diawal awal race, karena dibelakang saya kira masih di buntuti, memasuki pertengahan race kita main aman karena dibelakang cukup jauh gapnya” jelas Benaya
OtomotifZone.com – Jakarta, Komisi Perempuan Federasi Internasional Motocyclisme atau Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) (FIM Women’s Commission) merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan dan keberlanjutan dunia balap motor. Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian FIM Sustainability Week yang mengangkat tema Women in Leadership and Sustainability in Motorcycling.
Perayaan dua dekade perjalanan FIM Women’s Commission menjadi kesempatan untuk melihat kembali kontribusi yang telah diberikan, mengapresiasi pencapaian saat ini, sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih inklusif bagi dunia olahraga roda dua. FIM menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga mencakup aspek sosial, termasuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Dalam strategi keberlanjutannya, FIM menilai bahwa pembangunan berkelanjutan tidak dapat tercapai tanpa mengatasi ketimpangan yang masih terjadi di berbagai sektor. Karena itu, organisasi tersebut terus mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai posisi strategis, mulai dari dokter balap, ofisial, petugas keberlanjutan, hingga jabatan administratif dan pengambil keputusan di federasi nasional, serikat kontinental, dewan direksi, dan berbagai komisi di bawah naungan FIM.
Selama 20 tahun terakhir, FIM Women’s Commission telah memainkan peran penting dalam pengembangan kejuaraan balap khusus perempuan di berbagai disiplin, seperti motocross, enduro, trial, speedway, dan balap sirkuit. Program-program tersebut tidak hanya membuka peluang bagi atlet perempuan, tetapi juga memperkuat jalur pendidikan, tata kelola organisasi, serta kepemimpinan di lingkungan olahraga otomotif.
Pada 2026, peringatan ulang tahun ke-20 ini dipadukan dengan FIM Sustainability Week sebagai upaya memperkuat suara perempuan dalam kepemimpinan olahraga. Perwakilan dari federasi nasional, serikat kontinental, administrasi FIM, hingga berbagai komisi olahraga berbagi pengalaman dan pandangan mereka untuk menginspirasi generasi berikutnya.
Direktur FIM Women’s Commission, Janika Judeika, menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga menciptakan kesempatan yang setara bagi semua orang.
“Sustainability is not only about protecting our environment, it is also about creating equal opportunities, empowering people through education, and ensuring that future generations can see themselves represented in every level of our sport. Over the last twenty years, the FIM Women’s Commission has shown that when women are given opportunities to lead, inspire and contribute, motorcycling becomes stronger, more inclusive and more sustainable for everyone,” ujar Janika Judeika.
Sementara itu, Direktur Komisi Keberlanjutan Internasional FIM, Kattia Juárez Dubón, menyoroti dampak perubahan iklim yang sering kali dirasakan lebih besar oleh perempuan.
“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan komunitas terhadap perubahan iklim. Di FIM, kami menyadari tanggung jawab untuk terus bertindak melalui promosi energi alternatif dan penerapan prinsip keberlanjutan dalam masa depan olahraga motor. Perempuan bukan hanya peserta dalam transformasi ini, tetapi juga pemimpin yang mendorong perubahan nyata,” katanya.
Melalui kampanye ini, FIM Women’s Commission mendapat dukungan dari berbagai tokoh dan organisasi di ekosistem balap motor dunia. Mereka menjadi contoh nyata bahwa kepemimpinan perempuan dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan demi menciptakan masa depan olahraga motor yang lebih inklusif, setara, dan tangguh.
OtomotifZone.com – Boyolali, Bertanding di hadapan publik sendiri menjadi motivasi berlipat ganda bagi pembalap kawakan Jarwanto, atau yang lebih kondang dikenal dengan nama keren Wawan Tembong.
Pembalap andalan tuan rumah ini tampil terlalu tangguh dan sukses merajai kelas Bebek 2T STD 125cc Exrider (Poin) dalam gelaran Tolak Miskin Road Race Championship 2026 Round 1 di Sirkuit Gokart Boyolali, Minggu (7 Juni 2026).
Membawa Panji SAE Group Racing Team, sang putra daerah Boyolali ini langsung menunjukkan kelasnya sejak bendera start dikibarkan. Wawan Tembong menguasai jalannya balapan sepanjang 8 lap dengan begitu mudah, seolah sudah sangat hafal setiap jengkal tikungan sirkuit sepanjang 1.2 Km tersebut.
Ketangguhan Wawan Tembong di atas lintasan sukses membuat para rivalnya kewalahan untuk sekadar menempel ketat posisinya. Ambisi besar untuk membanggakan daerah asalnya dan membuat publik Boyolali bertepuk tangan di sirkuit terbayar tuntas setelah ia menyentuh garis finish pertama, sekaligus mencatatkan Best Time tajam 56.940 detik.
Ditemui seusai balapan, Wawan Tembong membeberkan kunci sukses jalannya balapan yang terlihat begitu dominan. Rupanya, ia menerapkan manajemen race yang sangat matang demi menjaga kondisi mesin dan poin di seri perdana ini.
”Selama race berlangsung kita main aman saja mas. Strateginya memang ngepush di awal lap untuk mencoba mengamankan posisi terdepan. Setelah jaraknya dirasa sudah cukup aman, selebihnya kita bawa tetap santai namun pasti sampai garis finish,” ungkap Wawan Tembong membocorkan taktiknya.
Di posisi kedua, pembalap asal Yogyakarta, Diaz DKJ yang membela tim Mierah Royal YR2, harus puas menjadi runner-up. Diaz sudah mencoba memberikan perlawanan sejak awal, namun strategi cerdik Wawan Tembong membuat jarak (gap) yang tercipta cukup lebar hingga 4.134 detik di belakang. Sementara itu, podium ketiga berhasil diamankan oleh pembalap asal Magetan, Alhdila dari tim DNRF Ngawi, disusul oleh Jojo Nari Mandiri di posisi keempat, dan Agus Bledug yang mengunci posisi lima besar.
Otomotifzone.com – Boyolali, Dominasi tim SRC Reborn di kelas para pemula berbakat kembali terbukti nyata. Dalam gelaran bergengsi Tolak Miskin Road Race Championship 2026 Round 1 yang berlangsung di Sirkuit Gokart Boyolali, Minggu (7 Juni 2026), dua pembalap andalan mereka sukses menguasai barisan depan kelas Bebek 2T STD 116cc Novice (Poin).
Jika pada beberapa kesempatan sebelumnya rekan setimnya yang mencuri perhatian, kali ini giliran Nicky Hayden yang mengambil alih panggung utama. Pembalap asal Demak ini tampil begitu perkasa dan tanpa celah sepanjang 8 lap balapan berjalan.
Sejak lampu merah padam tanda balapan dimulai, Nicky Hayden yang mengibarkan bendera SRC Reborn langsung melesat bak roket. Memanfaatkan performa motor yang prima, ia langsung ngejet dan membuat jarak yang cukup aman, meninggalkan rival-rivalnya di belakang tanpa memberikan kesempatan untuk mendekat. Nicky menyentuh garis finish pertama dengan total waktu 7 menit 40.993 detik.
Ketangguhan skuad SRC Reborn di seri perdana ini semakin lengkap dengan keberhasilan Chiko Bappe. Pembalap asal Trenggalek yang juga bernaung di bawah tim yang sama sukses mengamankan posisi kedua (runner-up) dengan gap 4.177 detik dari Nicky.
Menariknya, Chiko Bappe sebenarnya mencatatkan Best Time yang sangat tajam, yakni 56.876 detik—sedikit lebih cepat dari Best Time Nicky Hayden (56.880 detik). Hal ini membuktikan bahwa motor-motor ramuan SRC Reborn memang sedang dalam kondisi top performance.
“Start dari grid kedua jadi modal baik, kuncinya di tikungan pertama tadi kita mencoba untuk lolos dibarisan pertama, lanjut push aja sih” jelas Nicky