Beranda blog Halaman 73

Pengurus Nasional YRFI 2025-2028 Resmi Dikukuhkan

YRFI

Otomotifzone.com – Jakarta. Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI) telah melantik secara resmi Pengurus Nasional periode 2025–2028. Pada Sabtu (7/2/2026) di DDS Yamaha Cempaka Putih, Jakarta. Selain itu, acara ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus langkah strategis untuk memperkuat arah gerak komunitas Yamaha se-Indonesia.

Hadirin Spesial Dukung Pembangunan Komunitas Terbaik

Berbagai pihak turut menghadiri acara pelantikan tersebut. Di antaranya, seluruh jajaran pengurus baru YRFI Nasional, perwakilan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Serta perwakilan dari berbagai chapter wilayah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan BODETABEK. Selain itu, Kasi Mitra Korlantas Mabes Polri juga menghadiri acara ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan komunitas motor yang tertib dan berorientasi pada keselamatan.

“YRFI Harus Jadi Rumah Besar Seluruh Komunitas Yamaha”

Dalam sambutannya, Ketua Umum terpilih Jaka Zia menegaskan bahwa kolaborasi lintas chapter dan wilayah menjadi kunci utama untuk memperkuat peran YRFI di tingkat nasional. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh anggota untuk aktif membangun sinergi dalam program, komunikasi organisasi, serta kegiatan sosial dan keselamatan berkendara.

“YRFI harus menjadi rumah besar bagi seluruh komunitas Yamaha. Kuncinya ada di kolaborasi, komunikasi, dan saling dukung antar anggota di seluruh Indonesia. Dengan kebersamaan, program Nasional bisa berjalan kuat dan berdampak,” tegas Jaka.

Selain itu, kepengurusan baru akan fokus pada penguatan struktur organisasi, peningkatan kualitas kegiatan, serta perluasan kemitraan strategis dengan berbagai pihak.

Sinergi Pabrikan dan Komunitas Diperkuat

Perwakilan YIMM sekaligus Koordinator Yamaha Riding Academy (YRA), Iwan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi YRFI dalam menjaga eksistensi dan citra positif komunitas pengguna Yamaha. Menurutnya, komunitas seperti YRFI berperan sebagai duta brand sekaligus agen edukasi keselamatan berkendara di lapangan.

“Kemudian, sinergi antara pabrikan dan komunitas akan terus diperkuat melalui program bersama, edukasi, serta kegiatan yang memberi dampak positif bagi anggota dan masyarakat,” ujarnya.

Dorongan untuk Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara

Sementara itu, Kasi Mitra Korlantas Mabes Polri AKBP Muhammad Bima Jauhari menegaskan pentingnya peran komunitas motor dalam mendukung kampanye keselamatan berlalu lintas. Ke depannya, kehadiran Korlantas menjadi sinyal dukungan terhadap pembinaan komunitas yang patuh aturan dan aktif mengedukasi anggotanya.

“Komunitas seperti YRFI punya posisi strategis untuk menjadi pelopor keselamatan berkendara. Oleh karena itu, kami mendorong agar setiap kegiatan tetap mengedepankan safety riding dan kepatuhan aturan lalu lintas,” pesannya.

Fokus Pembahasan: Meningkatkan Efektivitas Program Komunitas

Selain pelantikan, acara ini juga berfungsi sebagai ruang evaluasi dan perencanaan strategis. Secara khusus, fokus pembahasan mencakup penguatan komunikasi organisasi, standarisasi event, program sosial, kampanye keselamatan berkendara, serta pengembangan jejaring komunitas.

Pada akhirnya, dengan dilantiknya pengurus baru, “rumah komunitas Yamaha” ini bertekad untuk terus memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kualitas kegiatan, dan memberikan kontribusi positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Sumber: Humas YRFI Nasional

Debut Senior Berbuah Manis, Dominic Brayden Finis Empat Besar Asia Pacific

OtomotifZone.com, Malaysia – Pebalap muda Indonesia Dominic Brayden menunjukkan performa menjanjikan saat tampil di ajang IAME Asia Pacific Games 2026 yang digelar pada 8 Februari 2026 di LYL International Karting Circuit, Malaysia. Pada kejuaraan kali ini, Dominic turun di kelas Senior, naik kasta dari kategori yang sebelumnya ia jalani.

Dominic, yang mendapat arahan langsung dari Sena, mantan pebalap ternama Indonesia, tampil percaya diri sepanjang balapan. Meski harus menghadapi tekanan dari para pebalap senior berpengalaman, ia mampu mengendalikan ritme lomba dan terlibat dalam pertarungan sengit di lintasan.

Hingga balapan berakhir, Dominic berhasil menyelesaikan lomba di posisi keempat, sebuah hasil yang dinilai sangat positif mengingat ini merupakan debutnya di kelas Senior pada ajang internasional tersebut.

Capaian ini menjadi bukti perkembangan pesat Dominic Brayden. Pada musim lalu, ia masih berlaga di kelas Junior pada ajang Eshark Rok Cup 2025, sebelum akhirnya naik kelas dan mampu langsung bersaing di level Senior di IAME Asia Pacific Games 2026.

Hasil ini diharapkan menjadi modal berharga bagi Dominic untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya, sekaligus menegaskan potensinya sebagai salah satu pebalap muda Indonesia yang patut diperhitungkan di level internasional.

Hasil JRC Open Magelang 2026

OtomotifZone.com – Magelang. Berikut hasil dari JRC Open sirkuit Merapi Bangkit, Magelang 8 Februari 2026.

Balap Malam Penuh Gengsi di Banten, Jawara Bracket Ramaikan Ramadhan 2026

OtomotifZone.com – Banten, Atmosfer balap malam di bulan suci Ramadhan kembali memanas lewat gelaran Jawara Bracket Ramadhan Night Race yang akan berlangsung pada 7 Maret 2026 di Sirkuit KP3B, Kota Serang, Banten. Ajang ini dipastikan menjadi magnet bagi pecinta drag bike dari berbagai daerah.

Event yang dipersembahkan oleh Yukido Japan Technology ini mengusung konsep balap bracket race yang mengedepankan konsistensi, strategi, serta ketenangan pebalap dalam menjaga catatan waktu. Tak hanya itu, balapan malam hari memberikan sensasi berbeda dengan atmosfer yang lebih menantang dan penuh gengsi.

Beragam kelas kompetitif telah disiapkan panitia, mulai dari Bracket 8 Poin, Bracket 9 Poin, Bracket 10 Poin, hingga kelas unik seperti Bracket 9 Mekanik. Tak ketinggalan, kelas hiburan juga turut meramaikan acara, di antaranya Sunmori Matic s/d 200cc, Sunmori 2T 130cc, serta Sunmori All Matic 10 Detik.

Ajang ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk BNN RI, Pemerintah Provinsi Banten, Polda Banten, serta komunitas otomotif yang siap menjaga jalannya event tetap aman, tertib, dan sportif.

Ninja Frame STD 155cc WSJ x 162 Gank Akhirnya Duduk Sebagai Juara di SDC Semarang

​OtomotifZone.com – SEMARANG – Meski datang dengan status jawara kelas lokal Karesidenan Semarang dan Pati, eksistensi Ninja Frame STD 155cc garapan Sukma Sumarsono tak bisa dipandang sebelah mata di level yang lebih luas. Hal ini dibuktikan langsung saat mereka mengaspal di sirkuit Non-Permanent (NP) Skadron 31 AYC Semarang.

​Kuda pacu milik WSJ Group yang diracik di bengkel 162 Gank ini sukses menyabet Podium Pertama. Di tangan pembalap andalan Yoga Kleco, motor berkelir sport ini berhasil mencatatkan waktu tajam 07.098 detik, sebuah angka yang cukup untuk membungkam lawan-lawannya di kelas Frame STD.

​Sentuhan Magis Mantan Pembalap
​Sukma Sumarsono bukanlah nama baru. Mantan pembalap Dragbike asal Salatiga ini kini menuangkan seluruh pengalamannya di lintasan ke dalam meja riset mesin. Namun, Sukma mengakui bahwa keberhasilan ini tidak diraih sendirian. Ada peran mentor besar di balik performa mesin Ninja tersebut.

“Motor milik WSJ Group ini memulai lika-liku panjang di trek balap lurus. Keberhasilan kali ini tak luput dari peran serta Pak AB Bendol (ABRT20),” ungkap Sukma kepada kami.

​Riset Sektor Gas Buang dan Korekan
​Sinergi antara Sukma dan Pak AB Bendol difokuskan pada pengoptimalan tenaga mesin 2-tak tersebut. Riset mendalam dilakukan, terutama pada sektor pembuangan yang menjadi kunci karakter motor Ninja Frame STD.

​”Kita riset bersama Pak AB Bendol di sektor gas buang karena memang Knalpot 20performance ini sesuai dengan yang kita inginkan. Tentu semua demi hasil yang memuaskan, dan hasil kali ini adalah buktinya,” tambah Sukma dengan nada puas.

Joan Mir Akui Honda Masih Tertinggal dari Ducati Usai Tes MotoGP Sepang

OtomotifZone.com – Sepang – Pebalap Honda, Joan Mir, mengakui bahwa performa timnya masih tertinggal cukup jauh dari Ducati, khususnya dalam simulasi Sprint Race, usai menjalani Tes MotoGP Sepang 2026. Meski demikian, Mir tetap memuji adanya kemajuan yang ditunjukkan Honda dibandingkan musim lalu.

Pada hari terakhir tes di Sirkuit Sepang, Mir merasa cukup puas dengan simulasi Sprint yang ia jalani, setidaknya hingga membandingkan catatan waktunya dengan para pebalap Ducati. Perbedaan performa tersebut terlihat jelas, terutama saat Ducati yang dipimpin Alex Marquez menunjukkan kecepatan konsisten.

“Simulasinya cukup bagus, tapi jika melihat pace para pebalap Ducati, terutama Alex, kami masih cukup jauh,” ujar Joan Mir dikutip dari Crash.

Sepanjang rangkaian tes, Mir sempat mencuri perhatian dengan membawa Honda ke puncak catatan waktu pada hari kedua lewat time attack 1 menit 56 detik. Catatan tersebut akhirnya menempatkannya di posisi kelima secara keseluruhan dari tiga hari pengujian.

Namun, pada hari terakhir, sebagian besar pebalap papan atas menjalani simulasi Sprint Race, dan di momen inilah jarak performa antara Honda dan Ducati semakin terlihat jelas.

“Kami mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Saya bisa menjaga pace di kisaran 1 menit 58 detik untuk sebagian besar simulasi, hingga dua atau tiga lap terakhir,” lanjut Mir.

Meski pace tersebut dinilai cukup kompetitif, Mir menilai Ducati kembali melangkah lebih jauh pada pramusim kali ini.

“Itu bukan pace yang buruk, tetapi saya rasa Ducati membuat langkah besar pada pramusim ini dan mereka kembali sangat kuat,” tutupnya.

Hasil tes ini menjadi gambaran awal bagi Honda menjelang musim MotoGP 2026, di mana mereka masih harus bekerja keras untuk mengejar keunggulan Ducati, khususnya dalam format Sprint Race yang semakin krusial.

Ryan Mee Pertama Bikin Ninja FFA Grasstrack, Langsung Bikin Gebrakan Di JRC Magelang, Asli Juara!

​OtomotifZone.com – MAGELANG – Nama Ryan Mee selama ini identik dengan kecepatan di lintasan lurus (drag bike), baik di Indonesia maupun saat berlaga di Thailand. Namun, memasuki musim 2026, Ryan Mee memberikan kejutan besar bagi para pecinta otomotif. Tak lagi hanya duduk di balik kemudi, Ryan kini unjuk gigi di balik layar sebagai mekanik.

​Dobrakan perdananya pun tak main-main. Ryan bersama tim meracik kuda pacu berbasis mesin Kawasaki Ninja 2-tak yang dirombak total untuk melibas kerasnya jalur Grasstrack.

​Debut Manis di Java Rookie Cup Magelang
​Turun di kelas paling bergengsi, FFA OPEN, pada kejuaraan Java Rookie Cup Open Grasstrack Yukido 2026 di Magelang, motor racikan Ryan Mee langsung membuktikan tajinya. Mengandalkan pembalap kawakan Lantian Juan, motor ini menunjukkan performa yang sangat kompetitif.

Meski harus puas berada di Podium Kedua secara total poin, aksi motor ini sempat menyihir penonton. Pada sesi Race 1, Lantian Juan sempat tertahan di posisi kelima, namun pada Race 2, motor garapan Ryan Mee ini tak terbendung dan berhasil finis di urutan pertama.

​Keberhasilan ini tergolong luar biasa jika menilik waktu persiapannya. Krisna Gandrek, sosok yang turut mendampingi Ryan Mee dalam meracik Ninja FFA berlabel RMS x YUKIDO, membeberkan bahwa motor tersebut diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat.

​”Motor ini kami bikin selama dua minggu sebelum event ini berlangsung. Seminggu sebelum hari-H, kami kejar target bersama Lantian untuk menguji motor racikan Kami di sirkuit Grasstrack sekitar Magelang,” ungkap Krisna kepada kami.

​Walaupun langsung naik podium, tim mekanik ini mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. “Hasilnya memang belum begitu sempurna, namun masih mampu kalau untuk bertarung. Tetap saja ini baru langkah awal, jadi kita perlu riset lagi dan lagi demi kemenangan di lain waktu,” tutup Krisna penuh optimis.

​Dengan sentuhan dingin Ryan Mee yang terbiasa dengan mesin-mesin berkarakter high-speed, kelas FFA Grasstrack dipastikan akan semakin berwarna dan kompetitif ke depannya!

Verstappen Nilai Mesin Baru Red Bull 2026 Awali Langkah Positif

OtomotifZone.com – Barcelona – Juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, memberikan kesan awal yang positif terhadap mesin baru Red Bull usai menjalani tes perdana Formula 1 musim 2026. Pebalap asal Belanda itu menilai Red Bull telah membuat awal yang baik dengan power unit anyar yang langsung mencuri perhatian para rival.

Red Bull memasuki era regulasi baru F1 2026 dengan tantangan besar, setelah untuk pertama kalinya mengembangkan mesin buatan sendiri melalui kerja sama dengan raksasa otomotif Amerika Serikat, Ford. Proyek ini menjadi sorotan mengingat sebelumnya Red Bull selalu mengandalkan pemasok mesin eksternal.

Menjelang tes tertutup di Barcelona pada akhir Januari lalu, sempat muncul keraguan mengenai sejauh mana kesiapan Red Bull dengan mesin barunya. Namun, respons awal dari para rival—terutama Mercedes—menunjukkan bahwa performa awal mesin Red Bull cukup menjanjikan.

Pada tes shakedown di Barcelona yang digelar secara tertutup, mobil Red Bull 2026 mencatatkan jumlah lap yang signifikan serta menunjukkan reliabilitas yang solid. Verstappen sendiri berkesempatan menjajal mobil tersebut dalam kondisi lintasan basah dan kering, memberinya gambaran awal mengenai karakter mesin dan mobil baru timnya.

“Saya rasa, secara keseluruhan cukup baik,” ujar Verstappen kepada situs resmi Formula 1 saat dimintai komentarnya mengenai tes Barcelona.

Meski demikian, Verstappen tetap bersikap hati-hati dalam menilai hasil awal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pada sesi pagi hari, jumlah lap yang bisa ia jalani masih terbatas, salah satunya karena faktor cuaca.

Komentar Verstappen ini menjadi indikasi awal bahwa Red Bull mampu beradaptasi dengan cepat di era regulasi baru. Meski masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan besar, performa awal tersebut memberi sinyal positif bagi Red Bull dalam menghadapi persaingan ketat Formula 1 musim 2026.

Jack Miller Anggap Masalah Teknis Yamaha V4 di Sepang Hal yang Wajar

OtomotifZone.com – Sepang – Pebalap Pramac Racing, Jack Miller, mengecilkan dampak masalah teknis yang menimpa motor Yamaha V4 pada tes MotoGP Sepang 2026. Ia menilai kendala tersebut sebagai hal yang wajar terjadi pada pengembangan motor baru dan menyebutnya sebagai bagian dari proses.

Masalah teknis tersebut membuat Yamaha menghentikan aktivitas lintasan pada hari kedua tes resmi MotoGP Sepang, setelah sebelumnya terjadi kendala pada motor Fabio Quartararo dan Toprak Razgatlioglu di hari pertama. Situasi ini memaksa Yamaha menunda rencana pengujian lanjutan yang semula berfokus pada penentuan setelan dasar motor.

Meski demikian, Miller menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, membangun motor baru dalam waktu singkat dan langsung bersaing di level tertinggi MotoGP tentu memiliki risiko.

“Ini hanya kendala kecil, dan memang begitulah adanya,” ujar Miller. “Akan sangat naif jika berpikir bisa membangun motor dalam sembilan bulan untuk melawan yang terbaik di dunia tanpa mengalami hari seperti kemarin. Itu sudah menjadi bagian dari proses.”

Sebelumnya, Miller sempat mencatatkan prestasi positif dengan membawa Yamaha V4 ke posisi teratas catatan waktu pada hari kedua sesi Shakedown Test. Pada hari pertama tes resmi MotoGP Sepang, ia mencatatkan waktu tercepat ke-14, terpaut 1,406 detik dari juara bertahan Marc Marquez.

Setelah dilakukan investigasi intensif semalaman oleh tim teknis Yamaha di Jepang dan Italia, akhirnya lampu hijau diberikan untuk melanjutkan pengujian pada hari terakhir, meski dengan durasi dan jumlah lap yang terbatas.

“Para teknisi bekerja mati-matian semalaman untuk menemukan solusi agar kami bisa kembali ke lintasan. Bukan hanya tim di sini, tapi juga di Jepang, Eropa, di mana-mana,” lanjut Miller.

Pebalap asal Australia itu juga menilai lebih baik masalah seperti ini muncul di fase tes dibanding saat balapan resmi.

“Hal seperti ini tak terelakkan dengan proyek sebesar ini, dan lebih baik terjadi sekarang daripada nanti saat balapan di Buriram atau seri lainnya,” pungkasnya.

Herex 300cc Sekar Anom X Madhe Berhasil Duduk Di Podium Pertama Bersama Yudies!

OtomotifZone.com – BLITAR – Gebrakan nyata ditunjukkan oleh unit “Herex” hasil racikan Sofan Sauri, atau yang akrab disapa Madhe, builder asal Jember, Jawa Timur. Dalam gelaran bergengsi RDC Walikota Blitar Cup 2026, motor garapannya sukses mendominasi kelas bergengsi Sport 4T 300cc Non DOHC Mix Rider.

​Berlaga di lintasan Non-Permanent (NP) Jalan Supriadi, Blitar, motor yang bernaung di bawah bendera tim Sekar Anom HMS95 ini tampil tak terbendung. Eksekusi manis dari sang eksekutor, Yudies Kurcaci , pembalap asal Lombok, NTB, berhasil mencatatkan waktu fantastis 06.706 detik. Hasil ini sekaligus menempatkan Yudies di posisi Podium pertama.

​Kemenangan ini bukan sekadar faktor keberuntungan. Madhe mengungkapkan bahwa ada penyesuaian besar-besaran yang dilakukan tim untuk menghadapi musim balap 2026, terutama terkait regulasi penggunaan bahan bakar Pertamax Turbo dari Pertamina.

​”Kemenangan di Blitar ini merupakan langkah awal kami beradaptasi dengan regulasi musim 2026. Salah satu tantangannya adalah mengoptimalkan performa mesin dengan bahan bakar Pertamax Turbo,” ungkap Madhe kepada tim media.

​Beralihnya bahan bakar menuntut perubahan pada sektor dapur pacu. Madhe menjelaskan bahwa dirinya harus menghitung ulang rasio kompresi dan mencari kombinasi setelan karburator yang presisi agar motor tetap bertenaga di putaran atas maupun bawah.

​”Dengan bahan bakar Pertamax Turbo ini, kita tata ulang lagi mulai dari segi kompresi, nyari settingan karbu yang pas, serta beberapa detail lainnya. Semuanya demi memastikan motor tampil garang di sirkuit,” tambah sang juru racik asal Jember tersebut.

​Strategi ini terbukti ampuh. Berdasarkan data Live Timing dari RJ Timing System Semarang, tim Sekar Anom HMS95 tidak hanya meraih posisi pertama lewat Yudies Kurcaci, namun juga menempatkan Deska Anak Langit di posisi kedua dengan catatan waktu 06.752 detik. Dominasi ini membuktikan bahwa riset Madhe terhadap regulasi baru telah berada di jalur yang tepat.