BerandaHeadlinePegokart Indonesia Bikin Sejarah AMC 2015

Pegokart Indonesia Bikin Sejarah AMC 2015

OtomotifZone.com-Malaysia. Tuntas sudah perjalanan pegokart-pegokart Indonesia dikancah Asia Max Challenge 2015, Sirkuit Shah Alam Malaysia menjadi penutup perjuangan Garuda Muda Indonesia dikancah Asia yang usai digelar Minggu Kemaren (20/9).

3 kelas sudah pasti dikuasai pegokart Indonesia dan menjadi juara umum setelah berjuang keras meski hanya bermain tidak sengotot seperti race-race sebelumnya, namun tetap menjaga agar perjuangan sepanjang 5 seri diawal tidak menjadi sia-sia, dan sementara untuk kelas Junior Max masih menjadi perdebatan hangat dikalangan karting Asia setelah penganugerahan juara, masih terjadi kesimpang siuran berita siapa sebenarnya pemenang sesungguhnya, Kane Sheppard ( Thailand) atau Nabil Hutasuhut (TKM Racing Indonesia), namun dari hasil yang terakhir sesuai penganugeraah tangga juara, kedua pembalap tersebut tetap meraih tiket menuju Rotax Max Challenge Grand Final Portugal yang digelar November mendatang.

Akmal ashibli diapit orang tua dan om nya
Akmal Ashibli juara Micro Max Asia 2015

Akmal Ashibli (TKM Prodigi Racing)  menjadi pembuka berkibarnya Merah Putih dikancah Internasional, point yang diraih pelajar Al Jabr Islamic School Pondok Labu Jakarta grade 8 ini mampu menuntaskan gelaran Rotax Asia dengan menyandang gelar juara Asia Micro Max 2015. Meski mengalami trouble engine saat final setelah race prefinal, namun karena perolehan point secara keseluruhan sudah tidak terkejar lagi, membuat pelajar yang selalu mendapat dispensasi dari sekolahnya karena mengikuti kegiatan ini membuat bebannya saat balap tidak terlalu membebaninya.

Kemenangan beruntun diseri terdahulu, membuat pundi-pundi point Akmal untuk meraih tahta juara Asia menjadi semakin mudah, dan jika tidak terjadi crash dengan teammate Rava mahpud diseri 5, diyakini juara Asia Micro max sudah bisa dikunci diseri 5, namun itulah race…

Ananda Julio Pros bersama A Hadi sang ayah
Ananda Julio Prost Juara Senior Max Asia 2015

Perjuangan dikelas Senior juga tidak kalah menegangkan, Ananda Julio Prost (MBG Racing Kalteng), hingga round 5 mempunyai jarak 24 point dari rivalnya, mengalami kesulitan mengendalikan gokartnya karena terkendala chassis yang bermasalah, namun strategi bermain aman membuatnya sedikit mengurangi beban teammate Agi Borneo ini, meski hujan sempat menjadi pemicu semangat Julio prost, namun penaraan sirkuit yang bagus, genangan air yang cepat surut dan kembali teriknya mentari dan membuat lintasan kembali mengering membuat posisi Julio tidak bisa merangsek ke depan, namun karena point sudah aman seandainya hanya sekedar finish, akhirnya Senior Max Asia berhasil direbut mahasiswa universitas Atmajaya Jakarta dan meraih tiket ke Rotax Max Challenge Grand Final Portugal.

2 tahun juara DD2 AMC
Senna Sn, juara adalah target

Ketegangan juga menghinggapi juara DD2 2014, Senna SN (riser Shadaff Motorsport) sempat kesal dengan patahnya chassis sebelum race, membuat seluruh crew berjuang keras hingga akhirnya mampu menuntaskan round 6 dengan kemenangan meski penuh perjuangan, karena baginya, balap adalah juara, bukan hanya sekedar jaga point, dan itu sudah dilakukannya, meski jelang race formation sebelum race dinyatakan on, Senna sudah beberapa kali memukul steer dan selalu melihat kearah kanan enginenya, karena ada masalah pada gokartnya, namun point juga yang membuat kekhawatiran menjadi sedikit mereda setelah hasil apapun yang penting finish hingga bendera dikibarkan, dialah pemenangnya, 2 years in row, Camp.

perjuangan menegangkan seorang Nabil
Nabil Hutasuhut berjuang keras

Nabil Hutasuhut (TKM Racing) dikelas Junior Max patut diacungi jempol atas perjuangannya, setelah mengalami hal buruk saat heat 2 dan  harus memarkir gokartnya di paddock karena putusnya kabel gas, membuat posisi grid saat prefinal dan final tidaklah menguntungkan untuk bertarung menuju tahta juara.

Hujanlah yang membuat harapan Nabil kembali bangkit, meski start digrid tidak menguntungkan, namun sepak terjang si raja hujan ini akhirnya mampu menunjukkan kualitas balap disaat hujan, 2 kali mendahului Adam Haikal (Nizra Motorsport) sebagai saingan terberatnya karena hingga pre final kedua pembalap mempunyai point yang sama, membuat mereka lengah akan munculnya Kane Sheppard disaat final.

Nabil bak bertarung sendirian menghadapi gempuran pembalap Malaysia, namun berkat kegigihannya, akhirnya tiket menuju Grand Final pun diraihnya, dan kabar terakhir sebenarnya ada kesalahan dalam penghitungan point akhir dan sempat terdengan kabar bahwa yang berhak menjadi juara adalah Nabil, namun hingga saat ini OZ masih mengunggu konfirmasi dari Organizer untuk memastikan siapa juara sesungguhnya dikelas Junior Max ini.

Perjuangan Garuda Muda Indonesia patut diacungi jempol….. Selamat Guys……

Penulis : Edi Batrawan | Photo : Edi Batrawan

 

 

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot