Otomotifzone.com-Banjarnegara. Siaga 1 kelas senior di Final Kejurnas Grasstrack Region 2 di sirkuit Pranggen, Sumberejo, Batur, Banjarnegara 19 – 20 September 2015. Benar apa yang terjadi sangat memprihatinkan. Siaga 1 Di Kelas Senior Ini balapan semakin surut saja pesertanya. Bisa di bilang balap terparah selevel senior di kelas Kejurnas kurun waktu 1 tahun terakhir. Tiga peserta di kelas 110cc, empat peserta di kelas 130cc dan Campuran. Kelas 110cc yang sedianya akan berjalan hari sabtu di cancel dan di gelar hari minggu saja. Harus diapakan kelas ini?

Belum ada solusi untuk meramaikan kelas ini. Masih menunggu sampai seri grand final upaya IMI untuk meramaikan para peserta yang tinggal bijinya ini. “Banyak faktor di gelaran grasstrack. Mereka yang ogah datang bisa juga karena point yang sudah gak mungkin mengejar.” ucap Iwa Kusdinar, Juri di balapan seri kali ini. Ya begitulah grasstrack, kalau sudah gak bisa ngejar point gak ikut. Mending ikut event lain yang mungkin bisa kejar setoran. Lha rombongan Jawa Barat yang biasanya datang seperti F. Chimon, Irsan Alvario absen! Katanya Jabar juga ada event grasstrack..

Selidik ke paddock Jabar hanya 1 team yang biasa nongol di kejurnas. “Pembalap senior saya ikut event di Majelengka. Ya gimana ya, utamanya point disini dah gak bisa ngejar. Disinipun saya cuma mengantarkan Bebeto karena saya juga memastikan apakah point dia di kelas bebek standar modifikasi dihitung,” kata Rony, manager VMX HOGO SBM SEGI TIGA BAJA HARRY MOTOR. Mungkin kalau Bebeto ogah team pasti ya nggak berangkat, bisa makin aneh deh kejurnasnya.

Kembali ke kelas 110cc yang maju mundur start apa nggak di hari sabtu, tiga pembalap doang men.. Masak final gak jadi start. “Lha iya mas, masak cuma bertiga. Lha ini final lho..” heran Akbar Taufan. Harus diapakan lagi ya. Makin kesini makin kurang greget. “Ya mungkin ngaca sama gelaran Jabar atau Jatim. Kenapa selevel kejurda tetep ramai di kelas seniornya,” kaya Pak Mbolok Sabdodadi Jogja yang menangani 4T Edi Ariyanto. Gak usah bertele-tele soal apanya yang perlu di tiru dari Jabar dan Jatim. Hadiah…. Beberapa senior yang datang kemarin juga hal itu yang disebut. Hadiah makin susut walau masih mendapatkan motor…
Untung Esa FN ikut turun di kelas 130cc menemani Dikky Jazz. Kalau nggak ya cuma bertiga lagi. Tiga pembalap yang total pengumpulan pointnya tertinggi berhak membawa pulang 1 unit Viar Matic ialah Bebeto Zivany di pemula, Rivaldy Julian kelas Junior, Akbar Taufan di Kelas Senior. Untuk kelas paling atas, segera cari obat generik untuk ramaikan kelas senior!
Penulis : Hafid

