OtomotifZone.com-Malaysia. Tidak ada yang berani membantah jika bicara Senna SN dikancah Rotax Asia, penampilan sempurna disetiap gelaran, baik qualifying hingga final, sangat sulit bagi pegokart lain untuk ambil celah over take dirinya.
Dan itu dibuktikan pegokart Riser Shadaff Motorsport Indonesia saat final Asia Max Challenge 2016 round 2 di elite plus speedway circuit Malaysia Minggu kemaren (3/4), Senna SN memang melesat sendirian saat lepas start dan formasi lap lancar dan rapi kemudian lampu merah padam, tanpa diduga pegokart lainnya, teammate Barrichello, Sergio dan Shaquielle ini meninggalkan jauh 23 pegokart lainnya dan hilang sejadi-jadinya, apalagi karakter sirkuit yang hi speed dan beberapa kombinasi corner setengah mati mampu dilalui dirinya, sementara pegokart lainnya harus berjuang lebih keras.

Dominasi Senna SN dikelas DD2 hampir pupus dan pudar setelah dilap pertengahan, pegokart Srilangka, Eshan Pieris tiba-tiba mendekat dan semakin dekat menguntit dibelakang mahasiswa Binus, namun berkat pengalaman dan jam terbang tinggi, dirinya sangat sulit dilalui hingga bendera finish dikibarkan.
“saya sempat kaget dilap 11, gokart saya semakin kehilangan power, dan dibelakang ada pegokart yang semakin dekat, saya hanya berusaha untuk push dan tidak berbuat kesalahan sedikitpun, karena kalau saya salah lewat sudah, apalagi time dirinya lebih kenceng dari saya, makanya saya berjuang keras untuk tetap berada diposisi terdepan”, jelas Senna SN usai menangi final DD2

Pegokart lain mungkin sudah keder dan drop saat mendapat tekanan lawan, namun tidak untuk sang juara bertahan DD2 Asia 2014-2015 ini.
Selamat Kong.
Penulis dan Photo : Edi Batrawan

