Otomotifzone.com – MEDAN. Pada hari yang sama namun di tempat yang berbeda. Telah berlangsung sebuah event karapan drag bike 201 meter, di Sirkuit Non Permanen Lanud Soewondo, Medan (27/3/2022). Dalam peringatan balapnya memperebutkan Piala Wali Kota Medan.
Kolaborasi Medan Berkah dan Race Day Out, Battle of the Engine Drag Race Cars dan Bikes. Event ini memberikan tontonan menarik dan mahal. Sebab balapan di Kota Horas, menampilkan sejumlah Pebalap papan atas, dan juga beberapa motor kencang Nasional.
Salah satunya adalah Matic 200cc ASR, yang dipesan oleh tim asli Medan, BSHK Group Medan. Bos besar Medan, BSHK Group memesan untuk ASR memproduksi untuk timnya. Selaku chief of mechanic ASR, tanpa lama langsung mengerjakannya.
Sengaja untuk dipertarungkan dalam gelaran di Wilayahnya, matic 200cc tune up ASR langsung diterbangkan ke Medan. Sebagai pilot yang bertugas, untuk menerbangkan Yamaha mio itu, Vano Mahendra yang bertanggung jawab sebagai eksekutornya. Mendapatkan perintah itu, langsung dituntaskan secara bersih dan rapih. Matic 200cc BSHK Group Medan garapan ASR berkuasa di podium.
Bukan hanya itu, motor ini juga langsung menyapu bersih urutan podium terbaik, 1,2, dan 3. Padahal motor 200cc mio tersebut, bisa terbilang cukup baru. Sekaligus perdana dalam penampilan di drag bike 201 meter. Namun meski begitu, langsung dapat menunjukan tajam taringnya.

“Alhamdulillah DB Medan Matic 200cc BSHK BRD PRK Medan 1,2,dan 3. Ini motor pesanan dari BSHK Group. Buat race di sana aman ya Mas. Cuma agak kurang puas dan penasaran aja, di hasil time. Bukan motornya, tapi karena time keluar RTnya engga ada. Jadi penasaran itu aja, biar bisa evaluasi lebih detail,” terang Sandi Ikshan Taufik Komandan ASR Bandung, langsung kepada Penulis.

Matic 200cc berbaju Biru sepatu Biru, tampil energik dan mempesona, podium pertama hingga ketiga. Serta mencatatkan waktu 07,306 oleh Vano Mahendra. Kedua ada Aldi Ceper, dan ketiga Erwin Sredex. Meski mendapatkan penampilan perdana luar biasa, dari segi waktu dan prestasi. Sandi mengaku masih penasaran akan motor garapannya, perihal misterinya torehan Reaction Time.
“Buat motornya si udah enak dari bawah sampe atas dari segi powernya. Power motornya kerasa banget torsinya. Tinggal cari nyaman bawanya,” jelas Vano Mahendra yang kian nyaman dengan matic 200cc garapan ASR Bandung.
Profile Mekanik dan Pebalap P1;



