OtomotifZone.com – Bandung. Kurang lebih sudah setengah tahun Pertalite di distribusikan di stasiun pengisian bahan bakar Pertamina Indonesia. Namun masih banyak pengguna kendaraan yang masih ragu untuk memilih bahan bakar baru ini, pasalnya masih banyak informasi yang belum masyarakat ketahui mengenai penggunaan Pertalite ini.
Pertalite memiliki angka octane 90 yang cocok dikombinasikan dengan engine yang memiliki kompresi engine sekitar 9,1 – 10, 1. Bila kita lihat motor-motor injeksi produksian tahun 2015 – 2016 yang dipasarkan di Indonesia rata-rata memiliki spesifikasi kompresi engine 9, 1 – 10, 4 yang berarti kita bisa simpulkan kendaraan yang memiliki spesifikasi kompresi engine tersebut cocok menggunakan Pertalite.
Mengutip dari Wikipedia komposisi Pertalite memiliki komposisi bahan Nafta/Naphtha yang dicampurkan dengan High Octane Mogas Component (HOMC) dan zat aditif EcoSave, Nafta itu sendiri nyatanya adalah jenis hidrokarbon cair yang memilki RON 65 -70 dan biasa dijadikan sebagai bahan baku komponen bensin oktan tinggi melalui proses reformasi. Agar octane numbernya mencapai 90 Nafta dicampurkan dengan HOMC, sedangkan penambahan zat aditif EcoSave pada Pertalite menyebabkan Pertalite sebagai bahan bakar yang bisa membersihkan bagian dalam mesin, anti korosi, dan dapat menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna.
Berdasarkan pernyataan diatas bukan berarti Pertalite ini hanya cocok untuk motor-motor keluaran teranyar faktanya Pertalite ini juga bisa digunakan dimotor jadul bahkan motor 2-tak.
PT. Pertamina menjelaskan kepada OtomotifZone.com bahwa Pertalite bisa digunakan di engine 4-tak maupun 2-tak akan tetapi untuk memastikan harus dilakukan pengecekan kembali buku Manual kendaraan untuk menyesuaikan perbandingan kompresi engine.
Penulis : Jody | Foto : Istimewa

