OtomotifZone.com – Jakarta. Memang GRM19 sudah tidak asing lagi namanya di belantara balap tanah air Indonesia. Kuda pacu garapannya kerap menjadi ancaman serius bagi lawan lawannya. Salah satunya mesin 5TP racikannya yang sering buat geger. Seperti pada AHRS Ramadhan Race 2018 (3/6) di Sirkuit Internasional Karting Sentul, kuda pacunya 5TP yang memiliki spesifikasi MP2 mampu meladeni mesin modern atau mesin Injeksi sekelasnya. Gogon selaku mekanik membeberkan isi rahasianya.
Mesin 5TP merupakan mesin lawas atau mesin yang masih berbasic karburator. Yang mana mesin ini sudah tidak digunakan untuk balap di kasta Kejurnas. Namun mesin karburator masih boleh digunakan untuk di beberapa event. kejurda atau event klub. Seperti halnya di AHRS Ramadhan Race, mesin 5TP masih boleh digunakan untuk digunakan balap.
Pada event kemarin memang banyak tim tim besar pabrikan Nasional mengikuti gelaran tersebut. Terutama di MP 2, mesin berbasis injeksi juga turun di kelas ini. Mesin dari tim Honda MKRD yang berbasis Injeksi mampu keluar sebagai juara. Namun kuda pacu ini mendapat lawan keras dari mesin kadaluarsa dari tim asal Jonggol ini.
Jafar Munir selaku rider dari tim MKRD tidak bisa mudah menang begitu saja meladeni persaingan dari Mesin 5TP yang ditunggangi Renaldi Pradana. Meski Munir mampu menjadi juara di kelas ini. Namun jarak keduanya saat finish sangat dekat dan meninggalkan jauh para rival yang lainnya.
” Mesin ini sebenarnya mesin milik tim Ghiken RT dari Baturaja Sumatera selatan yang sedang di buat di saya mas. Mesin ini kita sedang setting untuk bermain di beberapa event di pulau Jawa. Kita setting sengaja di event event seperti AHRS karena ada persaingan jadi kita juga bisa melihat performa motor kita. Sebab kita akan terus mencari settingan terbaik,” ujar Gogon mekanik dari GRM 19 langsung kepada OtomotifZone.

Lanjut mekanik yang masih Jomblo itu,” Pertarungan kemarin seru. Banyak tim keras salah satunya MKRD yang kebetulan kita dekat. Koh Aconk juga setting mesin MP2nya. Hasil kemarin jadi patokan, namun kita masih kurang beruntung karena Rere sempat alami masalah slide di lap akhir yang membuat posisi pertama harus diambil alih Munir,”
Memang persaingan diantara kedua tim ini sangat sengit. Sebenarnya motor Kadaluarsa ini mampu pimpin jalannya balapan sejak lap awal. Namun karena ada insiden di lap akhir membuat posisi pertama harus diambil. Tetapi mesin kadaluarsa ini mampu berbicara banyak karena bisa memberi perlawanan sengit kepada mesin Injeksi. Dan Gogon juga memberikan kunci rahasianya.
” Kalau road race seperti ini kita memang harus konsisten pada performa motor. Kekuatan motor juga menjadi sorotan. Komponen mesin juga harus di perhatikan. Seperti perklep kita juga tidak bisa asal pilih. Saat ini pada motor milik tim GHIKEN kita percaya menggunakan perklep KOIZUMI. Yang mana jenis perklep ini memiliki kualitas untuk mesin balap,” jelas Gogon.
Menurut dirinya beberapa perklep kerap menimbulkan masalah. Keras pada awal dan kerap lembek setelah beberapa pakai. Sedangkan pada balap kita dituntut untuk mementingkan performa mesin. ” Kebetulan sekarang ini saya sedang riset jenis per klep baru dari KOIZUMI,, panjang nya lebih pendek dari jenis yang lama,, tapi terbukti konstan dan tidak alami floating dari awal sampai akhir lap,, Dan yang pasti harga juga terjangkau mas,, kebetulan team saya juga dapat support penuh dari produk ini,” tutup pria asal Solo sambil tertawa
Gogon juga tidak sungkan membongar rahasia yang selama ini menjadi kunci kesuksesan mesin 5TPnya. Berikut adalah jeroan dari mesinnya tersebut:
Spesifikasi mesin
piston : FJN 55.25
Klep. : 29/24
Per klep : KOIZUMI
Kompresi : 12,2 : 1
Karburator : PWK 28 sudco
CDI. : REXTOR pro drag
Knalpot : AHM malaysia
Rasio. : Custom by GRM
Ban. : IRC fasti 2
Final gear : 14/44 (Sentul karting)
GRM 19 : 085697104365
Penulis : Dewantara | Foto : Dewantara

