BerandaRacing Roda 2Road RaceSeharga Avanza, Upgrade PTS 90cc Jadi 30 DK

Seharga Avanza, Upgrade PTS 90cc Jadi 30 DK

OtomotifZone.com – Jakarta. Bagi yang masih penasaran soal PTS yang juara kelas Vespa di Sentul lalu OZ mencoba mencari jawaban di antara minimnya informasi ketika skrut. Menurut sang empunya, mesin asli PTS super imut 90 cc dibludakin jadi 154 cc. Itu saja infonya. Walah.. Tapi sang empunya sempat bisikan kalau mesinnya ini didongkrak peranti racing from Falc made in Germany. Padahal Vespa identik sama Malosi.  Apa saja peranti dopping tenaganya?

Falc1Silinder dan Head Kompetisi

Ini dia sector utama bermain mesin 2 tak. Silinder dan head. Silinder sudah memakai sirip almunium, gampang menghantarkan panas saat mesin bekerja optimal. Pelepasan panas baik bikin mesin enggak overheat saat digeber edan-edanan 15 lap di Sentul lalu. Apalagi jelas-jelas silinder sudah dibore up. Pastilah memakai diameter piston lebih gede.

Keistimewaan blok mesin bikinan negeri Adolf Hittler ini adalah pada lubang bilas dan lubang buangnya. Vespa Jadul biasanya hanya memakai 3 lubang. 2 lubang bilas dan 1 lubang buang. Tetapi di silinder baru ini sudah menganut multi lubang gaya Jepang. Transfer port 4 buah, boostport 1 buah dan exhaust 2. Exhaustport model dua lubang, khas motor balap. Seperti dipakai Honda NSR SP! Belum lagi ada bypass porting dari intake ke lubang porting, ini khas motocross.

Nah, sekarang giliran head. Ruang bakar juga dipermak. Model lama skuter bikinan Italia itu biasanya memakai model busi ke belakang, tetap dipertahankan. Kemungkinan karena mentok sama body Small Frame.  Ini sekaligus bukti, kalau ramuan yang sekarang itu belum yang pol-polan. Padahal untuk full kompetsi dan full modifikasi body busi di tengah jauh lebih keren. Busi di tengah ini dipercaya mampu membakar campuran bahan bakar lebih baik. Untungnya, skuis sudah disempurnakan. Pemampatan gas saat kompresi juga lebih merata karena area skuis memiliki lebar dan sudut yang seimbang.

Tak heran, mesinnya mampu memuntahkan power 30DK. Lebih dari cukup dibandingkan dengan mesin-mesin balap vespa lokal.

Silinder ini dilengkapi dengan piston kompetisi enteng,  serta membran model karbon. Buat peranti ini harga yang harus ditebus adalah sekitar 700 Euro,  setara Rp 10,5 jeti!

Kruk as
Kruk as

Kruk AS

Tenaga hasil ledakan di ruang bakar dah oke banget. Butuh kruk as kuat dan presisi buat menahannya. Kruk as ini juga sudah mengalami stroke, bukan penyakit, tetapi dinaikkan langkah kerja pistonnya.  Trik termudah untuk menaikkan volume silinder sekaligus meningkatkan torsi. Kruk as bikinan Falc ini tentu lebih tahan puntir dibanding model aslinya yang powernya di bawah 10 DK.

Kruk as ini tentunya sudah dilengkapi dengan bearing racing super licin agar enteng mengail putaran mesin. Harganya ? Nih : Sekitar Rp 2,7 juta.

Karburator

Motor lawas bikinan italia biasanya memakai karbu model down draft dengan model skep bilah atau model pisau. Sangat sederhana, malah saking sederhananya, buka tutup isapnya memakai kruk as yang difungsikan sebagai katup rotari. Buat kompetisi, rotari susah mengontrolnya.

Makanya buat kompetisi,  silinder blok Falc dilengkapi lubang membran. Buat mamaksimalkan efisiensi volumetrisnya, pilihan karburator gambot adalah wajib. Paling banyak memakai model PWK 38. Ini dibandrol nyaris Rp 3 juta.

crankcase
crankcase

Crank Case Billet

Crankcase Billet ini mungkin benda paling eksotis di mesin PTS.  Maklum, pembuatannya tidak main-main.  Jika benar terbuat dari bahan billet utuh, ini berarti dia memakai CNC model 3D 5 axis. Alias membuat mesin 3 dimensi dari bongkahan alumunium. Bukan mengecornya.

Crancase ini berperan penting untuk mesin PTS yang powernya naik 3 kali lipat dibanding aslinya. Masalah utama mesin yang diupgrade berkali lipat adalah saat oper persneling. Tidak hanya butuh keprisisian gigi persneling saja, tetapi termasuk pemasangannya. Di sini crankcase presisi jadi gacoan utama.  Apalagi PTS juga sudah dibikin 4 persneling, tentu dengan model close rasio untuk menghandel torsi yang tercipta sekitar 30 Nm. Ini tentu harganya paling ngeri… belum rasio, suspensi, ban, seting sana-sini, biaya impor dll… banyak deh.. se… Avanzalah.

Penulis : Nometo Izaku | Foto : Edi Imola, Dok OZ

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot