
OtomotifZone.com – Jogja. Ya inilah pahlawan Underbone 110cc 2 Tak Tune-up terakhir 10 tahun silam milik Hendriansyah sebelum di stop tahun 2006. Motor bebek balap andalan Suzuki ini bagi kawula muda yang belum sempat nonton Kejurnas Road race Underbone 2 Tak mungkin sedikit bertanya-tanya. Atau malah sok tahu. Ah, itukan Satria 2 tak. Behhh… Simak sejarah saja ya.

Motor ini bernama Suzuki RG-Sport 110cc aslinya dari negeri jiran Malaysia. Memang mirip Satria 120cc. Karena semuanya sama dari spek rangka, mesin, dan body. Bahkan konstruksi mesin berdiri 56° pun persis dengan yang 120cc. Di balapan nasional, Satria memang kelas membingungkan. 120cc kejurnas tidak ada kelasnya. Maka dari itu pihak Suzuki memakai senjata RG-Sport yang di datangkan dari Malaysia guna melawan Yamaha F1-ZR karena Suzuki Tornado sudah tak sanggup melawan. Hanya saja di Indonesia tidak ada yang menjual dan biaya beli ke Malausia mahal, maka solusinya adalah memodif Suzuki Satria 120cc di bore-down atau istilahnya diturunkan menjadi 110cc. Kalau Satria 120cc berkapasitas asli 120,7cc sedang RG-Sport 109,9cc.

Regulasi maksimal 5 speed maka motor harus di ubah. Biasanya dengan mengurangi satu roda gigi rasio. Gigi botol para mekanik dulu mengaplikasi dari Suzuki Satria 120s tanpa kopling tangan yang hanya 5 percepatan . Kalau mereka yang gak mau beli bisa menutup alur gigi ke satu dengan las. Gigi bintang juga di ubah. Fungsinya agar jangan berebihan saat oper gigi. Biasa kalau lupa nanti berabe. Tahunya gigi ompong haha.. Dan yang paling utama adalah liner perut juga diperkecil jadi 54mm sesuai piston bawaan RG-Sport. Otomatis rumah kalter mesin juga harus diperkecil juga. Ada yang bergaya Mc Giver dengan menutup las terus membuat lubang baru dan ada juga yang beli jadi. Kepala silinder masih bisa pakai satria. Cuma sudut squish diubah. Diatur ulang. Hanya mekanik tertentu yang bisa buat bro..

Dan di motor Hendriansyah ini sanggup berkitir sampai 13.000RPM. Memakai karbu Mikuni kotak 24mm andalan saat itu. Tiga mekanik yang pernah menangani motor ini diantaranya Pak Sri Hartanto atau panggilan kerennya Om Gandhoel, lalu Andika Bintang Budaya alias Gandhoez dan terakhir Alm. Chia Iskandar atau Om Chia. Pawangnya Suzuki kala itu. Juara terakhir di Sentul tahun 2005 adalah penantian panjang Suzuki di kelas ini selama 8 tahun setelah di dominasi oleh Yamaha F1-ZR disusul Honda Tena dan Cagiva Stella.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

