OtomotifZone.com-Jogja. Kondisi mesin balap yang di becek habis-habisan membuat komponen satu ini ikut di pikirkan. Beda settingan beda busi juga yang di pakai untuk pematik api ruang bakar. Ramai-ramai pakai busi racing bertipe dingin. Tapi itu dulu men….
Ada hubungan apa pilihan busi dengan settingan mesin. Wew.. Ada toh, durasi waktu yang panjang membutuhkan benda ini tetap adem. Tergantung ramuan kompresi mesin dalam posisi high atau low. Bener kan…
“Bener, karena kompresi juga timing pengapian. Semakin kompresinya tinggi, pengapian tinggi, busi minta type yang lebih tinggi,” buka Aan Alizar.

Sekarang sudah gampang diajak kompromi nggak harus racing. Di grasstrack ternyata banyak yang pakai busi harian bro. “Bebek Modifikasi saya pakai NGK B Power, atau busi bawaan motor sudah berani dan bagus,” kata Aan Alizar, pawang mesin Grasstrack yang di pakai Lantian Juan dan Mario Salontahe.
Pindah ke bengkel area Jogja sepertinya sama juga.
“Iya sama, nggak pake iridium, walau mesinku di patok kompresi 14 .5. Aku pakai bahan bakar bensol dan kadang Pertamax juga ya pakai busi itu. Alasan nggak pakai busi dingin karena sering mati kalau terlalu basah. Ada yang bagus sebenarnya tapi harganya 450rb,” ucap Agus Putra Mahesa timur Bandara Adi Sucipto Jogja ini.
Motor 2T Tune-Up ada dua pilihan. Tetap ada yang pakai busi dingin ada yang pakai busi biasa. “Motorku 125z tetap pakai busi iridium mas biar mesin agak dingin saja. Yang sleep engine pakai busi biasa yang NGK G-Power,” kata Rema dari R22 Tech Jogja. Mekanik yang menangani Underbone 2T Renaldy Rere di Indoclub.

Memakai busi dingin pada 125z karena tahun ini durasi lap agak lama di banding tahun lalu. Kejar daya tahan biar nggak kejang-kejang over heat.
Begitulah bro kiranya mereka pada balapan memakai busi tipe apa.
Penulis : Hafid | Foto : Hafid

