OtomotifZone.com – Surabaya. Resmi diluncurkan pada Januari 2022 lalu, bagaimana performa Yamaha Fazzio setelah sepuluh bulan berlalu. Kali ini Otomotifzone.com berkesempatan meminjam unit test Yamaha Fazzio PT Surya Timur Sakti Jatim (Yamaha Jatim), main dealer motor Yamaha wilayah Jatim, Kaltim dan Nusa Tenggara.
Terlahir stylist, Yamaha Fazzio Hybrid Connected 125 identik sebagai motor anak muda perkotaan yang trendy. Itu sebabnya OZ melakukan test ride keliling kota membelah kemacetan Surabaya. Seperti apa ulasannya? Yuuk disimak.
Riding Position
Meskipun usianya hampir satu tahun, motor ini tetap eye catching. Modelnya yang klasik dengan lampu utama bulat terkesan layaknya motor skutik Eropa, sepintas mirip garis desain skutik nyentrik Yamaha QBIX 125. Itu sebabnya Yamaha memasukkan dalam segmen Classy modern. Gak heran, setiap berhenti di traffic light Yamaha Fazzio yang OZ kendarai jadi sorotan, apalagi warnanya cukup mecolok.
Posisi riding Yamaha Fazzio Hybrid Connected 125 terbilang ramah untuk rider OZ yang memiliki tinggi 158cm dengan bobot 65 kilogram. Kaki cukup nyaman menapak ditanah meski sedikit jinjit, ini karena tinggi jok Fazzio hanya 750 mm. Dengan ketebalan busa tersebut, saat berkendara selama 1 jam, OZ tidak merasakan pegal diarea bokong.
Area setang posisinya tak terlalu pendek ataupun tinggi, jadi tangan cukup mudah meraih handle. Posisi badan tidak membungkuk, feeling berkendaranya mirip dengan skutik 125 cc Yamaha lainnya.

Yamaha sengaja mendesain dek Yamaha Fazzio rata, sehingga kaki posisinya tidak terlalu tinggi bahkan dengkul tidak sampai naik melebihi ketinggian perut, membuat posisi berkendara nyaman. Kesan luas sangat terasa, termasuk saat OZ menaruh tas kamera ukuran besar. Posisi kaki tidak terasa sempit.
Yamaha Fazzio memiliki ukuran dengan panjang total 1.820 mm, lebar 685 mm, dan tinggi 1.125 mm. Jarak sumbu rodanya 1.280 mm, ground clearance 135 mm, berat isi 95 kg, dan kapasitas BBM sebesar 5,1 liter.
Dimension
Ngomong soal dimensi ini membuat kemampuan manuver Fazzio lebih unggul, tapi disisi lain kenyamanannya sedikit berkurang. Misalnya dibandingkan dengan Yamaha Freego, yang memiliki dimensi panjang 1.905 mm, lebar 690 mm, dan tinggi 1.100 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 1.275 mm, tinggi tempat duduk 778 mm, berat isi 100 kilogram, kapasitas tangki bensin 4,2 liter. Dari data di atas, Fazzio menawarkan bagasi hanya 17,8 liter berbanding dengan Freego dengan kemampuan bagasi 25 liter.
Hybrid Fazzio
Teknologi hybrid Yamaha Fazzio sistem yang terpasang memiliki dua sumber tenaga saling bersinergi, yaitu dari mesin dan tenaga dari Electric Power Assist Start. Komponen yang bersinergi adalah Starter Generator Control Unit, Smart Motor Generator (SMG), dan baterai atau aki.
Pada mesin Hybrid Blue Core 125 ini, electric power assist start yang bersumber dari daya baterai (aki) berfungsi untuk membantu tarikan awal mesin pada tiga detik pertama. Tenaga dihasilkan dari gabungan mesin dan electric power assist, sehingga bisa membuat akselerasi awal lebih bertenaga dan halus khususnya ketika membawa penumpang, barang, dan jalan menanjak.
Perlu diketahui fitur power assist baru bekerja setelah memenuhi suhu kerja mesin, dan tegangan aki berada di angka ideal, yakni 12,4 volt. Setelah keduanya terpenuhi, barulah power assist-nya bekerja.
Saat hybrid bekerja maka ada lingkaran pada tulisan assist-nya, menandakan hybrid power assist sudah aktif. Saat dijajal gas spontan, power assist terasa hampir pada 30 km/jam. Sebagai pembanding, putaran awal yang lebih responsif ketimbang Freego atau Yamaha Gear. Selain teknologi hybrid, Fiazzio punya kompresi berbeda, serta konstruksi CVT-nya yang lebih pendek.
Di atas kertas Fazzio Hybrid sudah mengusung mesin 125 cc satu silinder dengan daya maksimum 6,2 kW di 6.500 rpm dan torsi maksimal 10,6 Nm di 4.500 rpm.
Dengan wheelbase tidak terlalu panjang dan bobot 95kg, Yamaha Fazzio terbilang lincah untuk manuver dan enak buat meliuk-liuk melibas kemacetan jalanan perkotaan seperti Surabaya.
Handling

Untuk suspensi belakang tidak terlalu keras kelenturannya tapi juga tidak empuk, apalagi untuk berkendara sendirian. Sedangkan suspensi depan, karakternya mengarah untuk agility. Jarak main travel tidak terlalu panjang sehingga getaran terasa sampai di setang saat melewati jalan berlubang atau tak rata.
Kendati demikian Yamaha mengimbanginya dengan profil ban 110/70-12 depan dan belakang tubeless, membuat pd saat melakukan manuver. Nah kalau bicara soal pengereman, Yamaha tidak perlu diragukan lagi. Meskipun mengadopsi disk brake ukuran kecil, tetap empuk dan pakem saat handle rem ditarik dalam-dalam.
Kesimpulan:
Secara keseluruhan, Yamaha Fazzio Connected Hybrid 125 oke dikendarai. Terutama soal agility atau kelincahan untuk mobilitas sehari-hari.

Penulis: Hendra Sonie | Foto: HS

