OtomotifZone.com – Bandung. Sistem transmisi pada mobil terus mengalami pengembangan, awal tahun 2022 ini mobil keluaran terbaru yang diperkenalkan di Indonesia beberapa produsen mobil mengupgrade dengan beralih ke sistem transmisi CVT (Continous Variable Transmission) pada mobil matik.
Dahulu mobil transmisi otomatis banyak menggunakan transmisi AT (A Torque Converter), sekarang sistem AT sudah mulai banyak ditinggalkan dan beralih ke CVT.
Tentunya produsen mobil memiliki alasan kuat mengapa lebih memilih beralih ke CVT, sebetulnya apa sih? keunggulan CVT ini.
Transmisi AT cara kerjanya mengandalkan Torque Converter, planetary gear set dan hydraulic control unit untuk menggantikan kerja pedal kopling pada mobil manual, kemudian hydraulic control unit memiliki fungsi untuk mengatur perpindahan gigi dalam planetary gear set saat mobil melaju.
Sementara CVT sistem kerjanya lebih simpel, piranti yang digunakan adalah puli dan sabuk baja. Kedua komponen ini berfungsi untuk menggerakan transmisi sementara perubahan gigi rasio akan menyesuaikan berdasarkan putaran mesin.
Pada transmisi CVT, daya dari mesin disalurkan ke roda melalui sabuk baja yang menghubungkan drive pulley dan driven pulley yang didorong sistem pompa fluida sehingga tenaga yang disalurkan lebih sempurna pada dua roda menyesuaikan perubahan kecepatan dan torsi secara tepat.
Oleh karena itu transmisi CVT memberikan sensasi perpindahan yang sangat halus, tidak ada hentakan seperti yang dirasakan pada transmisi AT.
Kelebihan lainnya transmisi CVT bisa mengurangi power loss engine, sehingga tidak membuang tenaga dan bahan bakar secara berlebihan dan rpm lebih stabil dan sensasi yang dirasakan lebih responsif dibanding AT.
Dengan segala kelebihannya maka tak heran produsen mobil mulai banyak beralih ke transmisi CVT.

