BerandaHeadlineUnsportif Azi Zihad, Juri Lomba Usulkan Sangsi

Unsportif Azi Zihad, Juri Lomba Usulkan Sangsi

OtomotifZone.com-Tasikmalaya. Demi mengejar point kejuaraan dan hadiah besar yang akan diberikan promotor kadang membuat pembalap tidak kehilangan akal bagaimana caranya agar semuanya bisa tercapai, namun kadang usaha itu didapat dengan cara yang sangat tidak sportif sesuai dengan prinsip dasar otomotif, lebih menjunjung tinggi sportifitas.

Hal tersebut dilakukan pembalap pemula potensial tuan rumah asal kota Tasikmalaya, Aji Zihad adalah pembalap pemula potensial yang dimiliki pengprov IMI Jabar, penyandang juara MP 5/6 Kejurda tahun lalu melakukan tindakan yang tidak seharusnya seorang atlit melakukan tindakan tersebut.

COC memberi arahan
COC memberi penjelasan dan peringatan

Kejadiannya saat penyisihan matic 150 cc TU pemula group A, Aji Zihad masuk dalam kelompok tersebut, namun hingga jelang race penyisihan berlangsung, motor yang sudah didaftarkan dan sudah melalui proses scrutinnering, tidak kunjung tiba, nekatlah Aji Zihad menggunakan motor pengganti tanpa melaporkan kepada petugas, ikutlah proses race penyisihan dan terlebih dahulu melakukan warming up lap sebelum akhirnya mundur dan tidak mengikuti race penyisihan, tentunya dianggap gugurlah untuk mengikuti race selanjutnya.

Namun saat race final, pembalap nomer start 134 sudah memarkirkan motornya digrid paling paling belakang, saat petugas pencatat lap menghitung jumlah starter sesuai hasil penyisihan, nama Aji Zihad tidak terdaftar, disinilah mulai nampak kecurangan dan tindakan tidak sportif yang dilakukan pembalap tersebut, Jamaludin selaku COC langsung memanggil pembalap tersebut dan mengumpulkan seluruh pembalap sebelum race dimulai dan menerangkan tentang aturan yang tertuang dalam buku kuning “peraturan Balap Motor” PP IMI.

jamaludin pemimpin lomba
Jamaludin, COC

“kita sudah menjelaskan di buku kuning peraturan balap motor PP IMI, dimana dilampiran C  peraturan umum balap sepeda motor ayat 7.1 Start Bersama kemudian dirutunkan di pasal 7.1.1 Start bersama dalam keadaan mesin menyala di ayat 15 alinea ke-4 disebutkan, “bagi pembalap yang menemui masalah dengan motornya saat warm up lap diperbolehkan kembali ke “Pit Lane” untuk melakukan perbaikan, bagi pembalap yang mesinnya mati saat grid atau bagi siapapun yang menemui kesulitan harus tetap berada diatas kendaraanya dan mengangkat tangan keatas dengan maksud untuk memberi informasi ke pembalap lain untuk mencegah terjadinya tabrakan, tidak diperbolehkan untuk mencoba dan menunda start dengan segala cara”,” papar Jamaludin sang COC.

H Iyan (kanan ) juri lomba
H. Iyan (kanan) juri Lomba

Apa yang dilakukan Aji Zihad dan dianggap tidak sportif dan melanggar aturan sih..?? “begini, kalau motor dia belum ada, harusnya tinggal info ke petugas dan akan ikut penyisihan group berikutnya, ini tidak dilakukan Aji, dia malah ganti motor kemudian ikut warm up lap, dalam aturan, siapapaun yang sudah melakukan warm up lap sudah dianggap ikut race meski saat warm up lap tiba-tiba motornya mengalami trouble dan dianggap gugur dalam penyisihan, dia malah memaksa ikut race final dan menempati posisi belakang, kami sudah mencabut transponder miliknya, namun dia kembali ke paddock dan berbohong kepada petugas transponder kemudian dipasang kembali dimotornya, ketika kita hearing dengan pembalap lain, tetap ngotot dan merasa tidak bersalah, itu kan konyol dan tidak menghargai keputusan dan cenderung melawan”, tambah Kabiro R2 ontrack Pengprov IMI Jabar.

ketika OZ konfirmasi ke juri yang bertugas, 2 juri Pengprov pun mengungkapkan rasa kecewa yang dalam atas perilaku pembalap tersebut, “kami akan membiikin laporan kepada Kabid R2, agar diambil tindakan tegas atas perilaku tidak sportif yang dilakukan Aji Zihad, sangat tidak mendidik, patut diberi sangsi untuk pembelajaran”, tukas H. Iyan Cahya dan Yusep Suheri selaku Juri lomba diajang Sribayu Cup Sirkuit Bukit Peusar 2016 seri 3 yang usai Minggu kemaren (6/11)

Sangat disayangkan kejadian tersebut, padahal menutur pengamatan OZ selama ini, Aji Zihad adalah pembalap potensial hasil dari kawah candradimukanya sirkuit kebanggaan kota santri Tasikmalaya, apalagi gosipnya pernah berlatih dari seniornya sekelas Irfan Chupenk.

Pembalap tidak hanya jago ngegas saat race, tapi juga harus tahu aturan dan etika saat berlaga, melihat kejadian tersebut, apakah 100 persen pembalap tahu aturan? baca buku kuning..?? atau sosialisasi yang dibutuhkan kembali..????

Penulis : Edi Batrawan | photo : Dok OZ

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot