OtomotifZone.com – Jakarta, Meski gagal finis dengan kedua mobilnya di GP China 2026, tim Aston Martin Aramco Formula One Team justru mengklaim ada kemajuan signifikan yang mungkin tidak terlihat dari hasil akhir di lintasan.
Dalam seri Formula 1 yang berlangsung di Shanghai, Aston Martin memang mengalami mimpi buruk dengan dua pembalapnya, Fernando Alonso dan Lance Stroll, sama-sama gagal menyentuh garis finis. Namun di balik hasil tersebut, tim merasa mendapatkan banyak data penting untuk pengembangan mobil AMR26 ke depan.
Berbeda dengan seri pembuka di Australia, di China kedua pembalap mampu mengikuti seluruh sesi, termasuk dua kualifikasi dan dua balapan (sprint dan grand prix). Mereka bahkan berhasil menyelesaikan sprint race, meski hanya finis di posisi belakang.
Hal ini dinilai sebagai langkah maju dalam proses pemahaman mobil dan unit tenaga baru yang dikembangkan bersama Honda. Jumlah lap yang berhasil diselesaikan sepanjang akhir pekan menjadi kunci utama peningkatan tersebut.

“Kalian mungkin akan tertawa jika saya bilang kami membuat kemajuan,” ujar Mike Krack dikutip dari Crash. “Tapi dari sisi data dan pemahaman, kami belajar banyak. Semakin banyak lap yang kami jalani, semakin banyak hal yang bisa kami temukan.”
Namun, balapan utama tetap berakhir pahit. Stroll harus mundur lebih awal akibat masalah baterai setelah sembilan lap, sementara Alonso memilih berhenti setelah 32 lap karena getaran ekstrem pada mobil yang membuat tangannya mati rasa.
Masalah getaran yang berkaitan dengan unit tenaga Honda menjadi tantangan utama Aston Martin saat ini. Tim masih berusaha menemukan solusi permanen, tidak hanya untuk meningkatkan keandalan, tetapi juga demi keselamatan dan kenyamanan pembalap.
Meski demikian, Krack menegaskan bahwa masalah tersebut belum berdampak besar terhadap performa murni mobil, melainkan lebih ke aspek reliabilitas.
“Kami memang harus sedikit lebih konservatif dalam beberapa pengaturan, tapi ini bukan sesuatu yang membuat kami kehilangan detik secara signifikan,” jelasnya.
Di tengah situasi sulit, baik Alonso maupun Stroll tetap berusaha menjaga optimisme. Alonso menilai tim membutuhkan waktu lebih untuk memahami sumber masalah, terutama dengan jeda dua pekan sebelum balapan berikutnya.
“Mesin masih sama seperti di Australia, jadi kami butuh lebih banyak waktu untuk analisis, terutama di dyno, agar Honda bisa memahami sumber getaran ini,” ujar Alonso.
Sementara itu, Stroll menegaskan keyakinannya terhadap potensi tim, meski mengakui kondisi saat ini jauh dari ideal.
“Ini bukan posisi yang kami inginkan. Tapi kami punya fasilitas hebat dan orang-orang yang sangat kompeten. Saya yakin kami bisa bangkit,” katanya.
Dengan kombinasi sumber daya besar, termasuk kehadiran desainer legendaris dan dukungan Honda, Aston Martin masih memiliki harapan untuk memperbaiki situasi. Meski hasil di GP China belum mencerminkan performa sebenarnya, kemajuan dari sisi data dan pemahaman teknis bisa menjadi fondasi penting untuk kebangkitan di seri-seri berikutnya.

