BerandaInternasionalFormulaMiskomunikasi Picu Amarah Verstappen di GP China 2026

Miskomunikasi Picu Amarah Verstappen di GP China 2026

OtomotifZone.com – Jakarta, Ketegangan antara Max Verstappen dan tim Red Bull Racing akhirnya terungkap setelah percakapan team radio yang sebelumnya tidak ditayangkan ke publik mencuat usai balapan Chinese Grand Prix 2026.

Mengkutip dari laman Crash.net, Juara dunia empat kali itu mengalami akhir pekan yang mengecewakan di Shanghai. Verstappen harus mengakhiri balapan lebih cepat setelah mobil RB22 miliknya mengalami kehilangan tenaga dengan 10 lap tersisa, saat dirinya tengah berada di posisi keenam.

Namun bukan hanya masalah teknis yang menjadi sorotan. Dari rekaman radio internal yang tidak disiarkan saat balapan berlangsung, terlihat jelas frustrasi Verstappen terhadap performa mobil dan komunikasi tim.

Sejak awal balapan, pembalap asal Belanda tersebut sudah mengeluhkan berbagai aspek mobil generasi baru F1 2026, mulai dari handling hingga degradasi ban yang dinilai terlalu tinggi.

Dalam salah satu momen, Verstappen terdengar kesal terkait manajemen energi. Ia bahkan sempat melontarkan keluhan keras kepada race engineer-nya, Gianpiero Lambiase.

“Mate, my f**king boost button,” keluh Verstappen melalui radio.

Ketegangan semakin meningkat saat Lambiase mencoba memberikan arahan terkait manajemen ban. Ia meminta Verstappen mengurangi pengelolaan ban di beberapa tikungan karena dianggap kehilangan waktu hingga satu detik dari para rival.

Namun Verstappen justru mempertanyakan data tersebut dan mengaku kesulitan mengendalikan ban.

“My tyres aren’t there. I just can’t manage it,” jawabnya.

Situasi memanas ketika Verstappen menyadari dirinya telah mengurangi kecepatan secara tidak perlu akibat miskomunikasi dengan tim. Ia bahkan mempertanyakan kenapa dirinya harus melakukan lifting (mengurangi gas) dalam beberapa tikungan tanpa instruksi yang jelas sejak awal.

“Doing half of the race lifting, why no one tells me?” ujarnya dengan nada tinggi.

Percakapan tersebut memperlihatkan hubungan yang cukup tegang antara pembalap dan tim di tengah tekanan performa mobil yang belum optimal di era regulasi baru 2026.

Balapan Verstappen akhirnya benar-benar berakhir di lap 44, saat Lambiase mengonfirmasi adanya masalah fatal pada mobil.

“Hard luck, sorry about that,” ucap Lambiase saat Verstappen perlahan kembali ke pit lane.

Insiden ini semakin menegaskan bahwa Red Bull masih menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan regulasi baru, sekaligus menunjukkan bahwa frustrasi Verstappen terhadap situasi timnya kini mulai memuncak di lintasan.

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot