BerandaRacing Roda 2Drag BikeFinal Kejurda Dragbike IMI Jatim 2016 : Tuyul bertahan Bima terbanyak

Final Kejurda Dragbike IMI Jatim 2016 : Tuyul bertahan Bima terbanyak

OtomotifZone.com – Malang, Ajang balap trek lurus alias Dragbike garapan IMI Pengprov Jatim tahun 2016 berakhir kemarin di Stadion Kanjuruhan – Kepanjen, Malang (11/12). Helatan menjelang akhir tahun yang bertajuk Final Kejurda DragbIke 2016 IMI Jatim memang bukan akhir semua kejuaraan dragbike di Jatim tahun 2016. Karena masih ada kejuaraan – kejuaraan terbuka lain yang bakal digelar hingga tahun baru besok (1/1) di Gelora Bung Tomo Surabaya. Mengapa baru berakhir seri kejuda ini, bukankah Grand Final Kejurnas Dragbikenya sudah terlebih dahulu berakhir di GOR Bung Tomo beberapa waktu lalu. “ Memang benar seri kejurda baru berakhir minggu ini, dan Kejurnasnya lebih dahulu ini karena jadwal Seri Kejurda Dragbikenya terkendala perijinan dari berbagai kota yang selalu batal “ jelas Andi Wahyu, COC dari IMI Jatim.

Kelas Vespa 170 cc
Kelas Vespa 170 cc

Meski terbilang kejuda Dragbike dengan penonton relatif sedikit ketimbang kejuaraan balap motor lain di Stadion Kanjuruhan ini, namun peserta membludak hingga tercatat 454 starter yang ikut serta di 24 kelas yang dilombakan. Bukan isapan jempol jika ini berkat kontribusi beberapa kelas tambahan yang juga mulai menggeliat. Diantaranya kelas Bracket 8 dan 9 detik yang menjadi maskot balapan, juga dibukanya kelas Campuran, kelas lokal dan karesidenan untuk pemula, kelas Vespa 2 tak 170 cc dan Vespa FFA 250 cc. “ Ini juga berkat kerjasama IMI Jatim dengan civitas akedemi dari Fakultas Mesin ITN Malang, dan diharapkan kelas Vespa bakal juga digelar di Dragbike Old N New nanti (1/1). “ kata Heri Mardijanto Juri Lomba IMI Jatim.
Tuyul_Daffi_Bima_Alvan
Prestasi Dragster Jatim sementara ini masih beragam, jika tahun lalu Alvan Imas menjuarai di kejurnas dragbike 2015, namun di kejurda Dragbike Jatim tetap dipegang Adi Susanto. Begitu pula tahun 2016 ini, nama Adi Susanto masih pemegang poin tertinggi di seri kejurda Dragbike dengan total poin 233. Sedangkan Alvan hanya diposisi ke2 dengan selisih 45 poin saja, ini dikarenakan Alvan di seri kejurda yang digelar sebanyak lima seri, tidak semua kelas wajib kejurda yang dia pegang poinnya. Karena Tuyul paling rajin mengumpulkan poin di kelas wajib kejurda ( DB1,2,3 dan4). Meski demikian Adi Susanto yang lebih akrab disapa Adi S.Tuyul juga bukan bukan pemegang semua seri di Dragbike Jatim terbuka. Karena masih ada Gerry, Erwin, Arief Tijil dan Zulcham Chadafi atau disapa Daffi Mini . Daffi dibeberapa gelaran memang bukan jawara tertinggi namun di Kejurnas malah bocah Tulungagung ini penguntit poin Dwi ‘Batang’ Prasetya di kejurnas dragbike region2.
Datangnya beberapa dragster pemula dan lokalan sebenarnya membuat dragster kawakan yang senior menjadi keder. Karena seperti Gerry, Jendra, Adit Coco dan Bima Kid malah lebih sering naik podium ketimbang para dragster senior. Di seri pamungkas Kejurda Dragbike Jatim ini nama Bima Anugerah menyodok dengan 9 podium kejuaraan. Meski masih kelas pemula dan lokalan, namun pundi-pundi jawara bisa terlihat.
Kelas 2 tak 140 cc
Kelas 2 tak 140 cc

Kelas 2 tak 140 cc yang semakin hari kian sepi penggemar, akhirnya sepakat untuk dijadikan satu dengan kelas 2 tak 130 cc yang juga bernasib sama. Kelas yang konon bergengsi di beberapa tahun lalu ini masih dikuasai tim pelaku lama yakni B-Joss, YPM Reinz dan Rawarontek. Meski motor menjadikan campuran yakni sport 2 tak basis 135 cc kini kudu bersaing dengan bebek 2 tak super underbone 130 cc. Dan ini hanya ditemui di Yamaha Y125Z yang sudah di bore up menjadi naik 135 cc. Ini untuk mengakali kelas 2 tak yang sudah ditinggalkan pebalapnya agar hidup kembali meskipun campuran.
Selamat bagi para jawara, sampai jumpa di Kejurda Dragbike tahun 2017 mendatang.
Beatriz jawara Bracket 9 detik
Beatriz jawara Bracket 9 detik


Foto | Penulis : DIKi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Must Read

Parolin Racing Advertisement Spot