OtomotifZone.com – Samarinda. Bagi yang hobbies ketangkasan di atas sepeda motor atau biasa disebut freestyle, tentunya telah mengetahui keberadaan Indonesian Stuntride Association (ISA). Sebab inilah asosiasi yang menaungi para freestyler di Tanah Air, seiring dengan terus berkembangnya kompetisi.

Pengurusnya telah ada di beberapa kota di Tanah Air yang dipimpin Royke Laluw selaku founder sekaligus President ISA pusat. Sementara ISA di Kalimantan Timur di bawah komando Junaedi. “Jadi pengurus provinsi otomatis juga menjadi pengurus di pusat,” ungkap Junaedi yang telah dua periode menjadi Ketua ISA Kaltim.
Menurut Roy, skill para freestyler di Indonesia berkembang pesat. Mereka dengan cepat bisa beradaptasi dengan regulasi dan teknik baru yang ada. “Dari tahun 2006 sampai sekarang perkembangan dunia freestyle sangat luar biasa. Mungkin dulu dari tahun 2006 hingga 2010 sangat lambat, tapi sejak tahun 2010 hingga sekarang sangat cepat perkembangannya. Kita bisa lihat dari para freestyler regional bisa dengan cepat menguasai teknik baru,” ungkap Roy.
Sekarang bukan hanya skill basic saja yang telah dikuasai seperti Wheelie, Stoppie maupun Burn Out. “Kini ada teknik-teknik baru yang kita buat di regulasi baru. Ada tehnik drifting maupun cornering yang kita jadikan satu dan disebut Gymkhana,” sambung Roy.

Dengan berbagai pembaruan yang ada, aksi para stuntrider pun dengan sendirinya menjadikan dunia freestyle makin dilirik banyak orang. “Bahkan saat ini para sponsor pun sudah mulai tertarik dengan freestyle. Buktinya semakin banyak ajang kompetisi digelar,” sebut Junaedi yang pernah mengikuti pelatihan Official ISA.
Seperti kompetisi yang baru saja digelar saat Pati Motor Festival di GOR Joyokusomo Pati (1-2/10). Berikutnya Gymkhana StuntDrift Competition dalam event Jambore Otomotif Trakos Festival di Papua Jayapura, 24-28 Oktober. Setelah itu lanjut agenda Makassar Gymkhana StuntDrift Festival di event Mask Giantd’Fest bulan November.
Nah, yang juga ditunggu kompetitor nasional yakni Balikpapan Gymkhana StuntDrift Festival dalam Big Sunday GRDC Fest pada 26 November di Balikpapan Convention Center. “Kami akan ikuti kompetisi agar bisa Go Nasional,” tekad Junaedi.
Pria berusia 34 tahun ini memang sedang getol memajukan freestyle di daerahnya. Junaedi juga daftarkan ISA Kaltim ke Pengprov IMI Kaltim. “Banyak manfaat dan kemudahan yang bisa didapat di bawah naungan ISA pusat dan IMI Kaltim,” pungkas pengusaha muda ini.
Penulis: Noverry Darwin | Foto: ISA Kaltim

