OtomotifZone.com – Cirebon. Sobat otozoner yang kepingin motor injeksi besutannya aman saat di bore up terlebih supaya pasokkan Bahan Bakar Minyak alias BBM lancar dan gak sampai tersendat, wajib perhatikan tips satu ini agar motor tidak mengalami kendala saat riding.
Karena pada dasarnya motor injeksi itu tidak semudah motor jenis karburator, apalagi jika salah dalam menerapkan sistem bore up malahan nanti bisa jadi masalah. “Bore up itu identik kapasitas mesin jadi naik, makanya wajib tahu apa saja yang mesti di ubah pada mesin injeksi ini kalo gak kepingin mengalami mogok di jalan,” ujar Zaenudin, mekanik Jay Motor di kawasan Kadipaten, Majalengka, Jawa Barat.
Hal itu pernah di alami oleh konsumennya yang melakuan bore up di motor injeksi. Gejalanya seperti semburan BBM tersendat, akibatkan motor jadi ogah berangkat. Setelah di bongkar semua itu karena injektor masih standar asli bawaan motor dan hanya sanggup dengan tekanan power sekitar 50% saja alias tidak mau ngacir tarikkannya.
Adapun motor yang di maksud adalah Yamaha Mio J dengan posisi dari injektor masih bawaan aslinya, namun power mesin jadi gak mau naik alias kurang bertenaga. “Ya itu tadi, mesin bore up harusnya sih diimbangi dengan pasokkan BBM yang lancar. Jadi meski ganti injektor Mio J itu dengan miliknya Yamaha V-ixion,” sebut mekanik yang akrab di sapa Jay.

Jay beri solusi ampuh namun simpel, yakni mengganti injektor asli Mio J pakai punya V-ixion. Pasalnya, posisi lubang di bagian tengah injektor Mio J ada empat lubang. Sedangkan injektor Yamaha V-ixion, ada 6 buah lubang yang mampu menyemburkan pasokan bensin lebih deras.
Selanjutnya, setting terlebih dahulu bukaan CO atau karbon monoksida dengan angka bukaan 15. “Pastikan pula sesuaikan dengan knalpot yang digunakan biar gak nembak. Karena jenis dan tipe knalpot racing beda karakter suara dan powernya. Kalo sudah didapat setelan yang pas, motor injeksi bore up ini akan mampu berlari kencang tanpa khawatir mogok lagi,” cuap Jay.
Penulis : Obeth | Foto : Obeth

