KIS Internasional dan Start Permission GRATIS..!!!

108
Team Karting Indonesia juara IAME Asia

OtomotifZone.com-Jakarta. Keluhan pembalap, entrant bahkan orangtua pembalap tentang mahal dan besarnya biaya start permission dan KIS Internasional yang harus dikeluarkan saat akan berlaga diajang internasional rupanya didengar Bamsoet, dan akhirnya lahirlah sebuah SK IMI Pusat.

SK :nomer 101/IMI/KEP/A/VI/2021 yang ditandatangani dan dikeluarkan pertanggal 9 Juni 2021 beberapa hari yang lalu menjadi sangat berarti bagi para pembalap Indonesia yang akan bahkan sering berlaga diajang Internasional menjadi salah satu berita bagus, karena selama ini pembalap harus mengeluarkan uang untuk mendapatkan surat tersebut, jika 1 pembalap mengikuti seri Asia dan beberapa event internasional lainnya pasti akan terasa.

Penulis sejak 2013 mengawal para pegokart Indonesia berlaga diajang Internasional, baik Asia, Eropa dan kejuaraan dunia, orang tua pembalap sering mengeluhkan besarnya pengeluaran untuk mendapatkan start permission, dan meski menjadi juarapun, hampir belum pernah mendapat sambutan ataupun ucapan selamat dari regulator saat kakinya menginjak bumi Indonesia, itu yang penulis alami diajang karting, mungkin di roda 2 berbeda, celotehan-celotehan orang tua, entrant dan pembalap beragam, mulai dari kita udah bayar, membawa Indonesia dan menang, tapi disambut juga engga, itu yg sering penulis dengar saat pembalap Indonesai menjadi juara.

Namun dengan keluarnya surat tersebut, IMI pusat peka dengan kondisi tersebut, sama-sama kita ketahui balap tidak murah, namun jika ada post yang bisa dikurangi, tentunya beban biaya bisa digeser untuk keperluan lainnya.

Prassetyo kibarkan Merah Putih didampingi Handi Hardja (orang tua)
Prassetyo kibarkan Merah Putih didampingi Handi Hardja (orang tua)

“Bagus dong bikin kemudahan dan menghilangkan birokrasi dan sudah seharusnya aturan begini demi kemajuan otomotif di Indonesia diluar negeri, balap sudah biaya mahal masih juga dibikin sulit, masalah start permision, kita balap membela negara kok masih di duitin lagi apa kata negara tetangga dan negara Eropa”, papar Handi Hardja, orang tua Prassetyo Hardja yang membawa harum Indonesia diajang Asia,Eropa dan dunia.

Memang negara lain bagaimana dengan atlitnya? “malah Eropa kalau ada balap international pembalapnya di suport tiket pesawat dan hotel, saya taudari Hungaria malah tambah uang saku. Dunia otomotif kita ketinggalan jauh karena suport dari pemerintah tidak ada, pembalap yang level dalam negeri yang masih baru juga segan untuk jenjang karir atlit nya dan yang sudah level Asia dan Eropa tidak ada suport dan perhatiannya, makanya pembalap baru melihat contoh para senior yg sudah level Asia tidak disuport akhirnya bibit baru pembalap kita tidak bisa 100% on fire karena berfikir percuma, karena selama ini pemerintah all out untuk bola dan bulutangkis saja”. tambah juara Rotax Asia kelas master max.

SK IMI Pusat pembebasan Biaya Administrasi start permission

Untuk dapat dibebaskannya biaya administrasi bagi pembalap di olahraga Sepeda Motor dan Olahraga Mobil dalam mendapatkan Kartu Ijin Start Internasional dan Start Permission, serta biaya pendaftaran penyelenggaraan event Internasional, wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1. Menyampaikan surat permohonan dengan tanda tangan dari pembalap, dan atau Manager Team. 2. Dalam mengikuti kegiatan kegiatan balapan wajib mempergunakan logo IMI. 3. Penyelenggara event Internasional wajib mengajukan permohonan secara tertulis untuk pembebasan biaya pendaftaran penyelenggaraan event Internasiona1 yang harus dibayarkan kepada IMI dan biaya tersebut adalah merupakan dibawah kewenangannya IMI

Penasaran dong ini pasti ada orang dalam yang concern dengan dunia motorsport, tanpa pikir panjang dan lagi viral, Eddy Saputra adalah orang yang tepat untuk kita kepoin, siapa sih pa Plt Waketum R2 yang punya usul hingga keluarnya SK tersebut..? “SK itu keluar karena pa Bamsoet peka dengan suara dibawah, dan saya mengusulkan untuk dilakukan perubahan tentang aturan tersebut, ini adalah salah satu bentuk support kecil PP IMI kepada seluruh pembalap Indonesia yang berlaga di balapan internasional, beliau sendiri sangat perhatian dan berharap otomotif berbicara diajang internasional, tentunya membuat pak Bamsoet menyetujuinya demi kemajuan”.

Eddy Saputra, Plt Waketum R2 dan Direktur Off the Road R2 IMI Pusat

Dan ternyata sebelum SK ini keluar rupanya sudah direaliasikan lho, “Keberangkatan Mario Suryo Aji diajang Redbull rookies dan CEV dan Sean Gelael saat berlaga di Dubai adalah langkah awal IMI Pusat memberi kemudahan,” tambah plt Waketum R2 IMI Pusat.

Waah asik tuh, tapi apa gak sekalian nih pa Eddy, KIS Internasional juga dibebaskan untuk para pembalap Indonesia yang berlaga diajang Internasional? semoga direalisasi ya pa?.

Penulis : Edi Batrawan | photo : dok OZ