OtomotifZone.com – Thailand. Race kelas SS600 Round 2 Asia Road Racing Championship sirkuit Chang, Buriram, Thailand 9 Mei 2026 kekuatan hampir merata oleh pembalap Asia Tenggara. Dominasi Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama cukup membuat tontonan apik. hari ini race pertama Supersport 600cc harus kita sorot lagi. Sosok Wahyu Nugroho dari Yamaha Indonesia menjadi pembalap tercepat di sesi kualifikasi.
Namun entah mengapa jelang start Wahyu ada di grid paling belakang. Semacam mendapat pinalty saat sesi kualifikasi tadi. dia start dari posisi 14 alias start paling terakhir. Singkat cerita Indonesia tertumpu pada Herjun Firdaus yang berusaha untuk tembus tiga besar. Di posisi keempat namun dia cukup dekat dengan tiga pembalap terdepan. antara Anupab Sarmoon, Thanat Laoongplio dan Kasma Daniel.
Tak ada pembalap Indonesia di tanah air namun usaha lima besar masih ada tempat. Herjun finish keempat sementara Wahyu yang berjuang dari posisi paling belakang finsih kelima.
OtomotifZone.com – Thailand. Menanti kebangkitan starter tanah air di kelas AP250cc Round 2 Asia Road Racing Championship – ARRC sirkuit Chang, Buriram, Thailand 8-10 Mei 2026. Sepertinya ada line up baru membuat sedikit berbeda aura permainannya.
Meski ada kembalinya Rheza Danica ke kelas AP250 dan masuknya lagi Irfan Ardiansyah menggantikan M. Badli. Sesi Kualifikasi mereka agak keteteran, namun di race day mereka melawan. Fahmi Basam dan Candra Hermawan sebagai pasukan utama garpu tala ikut membantu pergerakan di top rider.
Agak mendebarkan ketika AM Fadly ikut merengsek maju. Meski sekedar rider pengganti di team Antares MT nampaknya Faldy bertemu dengan ritme menhadling Kawasaki ZX250 lagi. Menunggu aksinya seperti saat berburu juara AP250 beberapa tahun silam.
Kompetisi sejak lap awal selalu ada jual beli serangan. 14 pembalap ada di jarak yang cukup dekat tak sampai 2 detik. Hiroki Ono begitu lihai mempertahankan posisi terdepan. Tapi menjelang lap-lap akhir posisinya goyah. Semua menyerang!
Perebutan juara di lap akhir sangat random karena pergantian leader pembalap sangat sulit di tebak seperti UB150. Ternyata Hiroki Ono kembali bertempur ke posisi top. Sosok Rheza Danica menempel ketat sayang waktu habis untuk lakukan overtake.
OtomotifZone.com – Thailand. Dominasi pebalap Indonesia kembali terjadi di ajang Asia Road Racing Championship Seri 2. Pada Race 1 kelas UB150 yang berlangsung Jumat (9/5) di Chang International Circuit, tiga pebalap Merah Putih sukses mengibarkan bendera Indonesia di atas podium.
Balapan berlangsung sangat sengit sejak start hingga lap terakhir. Adu strategi, slipstream, hingga pertarungan antar rider membuat kelas UB150 menjadi salah satu race paling menarik di seri kedua kali ini. Namun di akhir lomba, Indonesia sukses menunjukkan dominasinya lewat tiga pebalap dari tiga daerah berbeda.
Pebalap Alfi Husni pebalap Jawa Barat dari Ziear Racing Team berhasil mengamankan podium ketiga setelah tampil konsisten sepanjang balapan. Sementara posisi runner-up diraih Wahyu Aji pebalap asal Ajibarang yang tampil agresif dan terus menekan rombongan depan hingga finis.
Puncaknya, lagu Indonesia Raya berkumandang setelah Fadli Rigani pebalap asal Sijunjung, Sumatera Barat sukses meraih kemenangan dan finis di posisi pertama. Pebalap LFN HP969 itu tampil tenang sejak awal balapan dan mampu menjaga performa motornya hingga bendera finis dikibarkan.
“Awal lap saya hanya menjaga ritme dan menjaga kondisi motor saya. Alhamdulillah saya bisa menjadi yang terbaik pada race 1 kali ini,” ujar Fadli usai balap.
Hasil ini sekaligus menjadi bukti kekuatan pebalap Indonesia di kelas underbone Asia. Tiga podium yang diraih pada Race 1 UB150 menjadi kebanggaan tersendiri bagi pecinta balap Tanah Air, terlebih seluruh podium berhasil dikuasai rider Indonesia dari berbagai daerah dan tim berbeda.
OtomotifZone.com – Thailand. Setelah memborong juara di Seri pertama, pasukan Ziear LFN HP969 menatap optimis Round 2 Asia Road Racing Championship – ARRC sirkuit Chang, Buriram, Thailand 8-10 Mei 2026. Setelah Alfi Husni menyabet posisi pole di sesi Superpole UB150 fokus kami memang pembalap tanah air saja.
Artikel setiap membahas race kelas ini mungkin sama. Point utama ada di 1 lap terakhir. Alfi Husni yang di lap awal memainkan putaran mesinnya dengan santai. Yang penting selalu ada di rombongan kencang 10 besar. Sirkuit yang punya banyak straight panjang ini sudah ia siapkan strateginya.
Pergerakan di mulai 2 lap terakhir. 20 pembalap bergerombol semacam ikan teri menyerang umpan. Dan di menit akhir langsung keluarkan jurusnya. Sebuah serangan tak terduga denga aksi engine brake panjang pembalap LFN HP969 tak lain 117 Faldi Rigani. Lama berkutik di luar 10 besar ternyata dia buat kejutan. Menyentuh garis finish paling depan!!!!
“Alhamdulillah bisa kasih terbaik. Sejak awal saya sengaja mengatur mesin agar bisa aman di lap-lap terakhir,” ucap singkat Fadli.
OtomotifZone.com – Thailand. Round 2 Asia Road Racing Championship sirkuit Chang, Buriram, Thailand 8-10 Mei 2026 di sesi kualifikasi UB150 memang tak pernah berubah strateginya dalam pengambilan waktu. Pembalap bisa memantau dan sleep stream ambil posisi terbauk dengan cara menguntit lawan.
Namun pada sesi Superpole di ambil 10 terbaik dan di lepas satu-satu, Alfi Husni bersama team Ziear LFN HP969 Adelin MCR RBT34 berhasil memaksimalkan power mesin by The Strokes55 Solo. Sebelumnya Alfi mencatatkan waktu tercepat secara keseluruhan, yakni 2’00.929 detik, pada Sesi Latihan 1. Pembalap asal Indonesia ini menetapkan standar waktu terbaik pada Lap ke-6 dari total tujuh lap, dengan kecepatan tertinggi mencapai 164,10 km/jam.
Sesi Superpole yang di lepas satu-satu dia kembali menunjukkan diri bisa menjadi yang tercepat dengan 2.03.172. Gap cukup jauh dengan posisi kedua. Berikut hasil lengkap Superpole
OtomotifZone.com – Prancis. Menanti performa terbaik Fabio Quartararo adalah harapan hampir semua penonton yang ingin melihat kembali suasana lain di luar pertarungan Ducati vs Aprilia. Apalagi besok adalah laga kandang lagi untuk Quartararo di Le Mans setelah 8 tahun berkecimpung di kelas MotoGP.
Penyebab melorotnya power M1 dan tingkat stresnya tak menemukan pace balap menambah beban El Diablo. Beberapa kali balap di Le Mans Quartararo baru sekali podium. Selebihnya ya begitulah.. Kalau tak terjatuh ya terpuruk.
Upaya saat ini adalah menyemangati El Diablo setidaknya tembus 5 besar. Namun proyek V4 M1 sedang proses dari 0. Hampir sama dengan kompetitor yang saat itu sekita 10 tahun berjalan ini sedang berusaha riset.
Dengan kondisi saat ini apakah Quartararo punya keajaiban bisa merangsek ke depan dengan mesin yang sedang dalam masa perjalanan mencari performa ini?? Semoga ada moment ajaib…
JAKARTA, OtomotifZone.com – Drama panjang perebutan “takhta” merek legendaris di kancah otomotif nasional akhirnya menemui titik terang. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat secara resmi memenangkan PT Cahaya Kusumah Putra dalam sengketa merek “AHRS” melawan sejumlah pihak yang menggunakan nama serupa.
Putusan perkara dengan Nomor 140/Pdt.Sus-HKI/Merek/2025/PN Niaga Jkt.Pst. ini menjadi kabar paling panas yang mengguncang industri racing apparel dan komponen balap tanah air di tahun 2026 ini.
Prinsip ‘First to File’ Jadi Kunci Kemenangan Majelis Hakim dalam amar putusannya menegaskan bahwa PT Cahaya Kusumah Putra adalah pemilik sah yang berhak atas merek “AHRS”. Kemenangan ini didasarkan pada prinsip First to File sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Asep Hendro Pendiri AHRS (Kiri)
Dalam dunia hukum merek, siapa yang mendaftarkan lebih dahulu, dialah yang memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, memproduksi, dan mengomersialkan nama tersebut di wilayah hukum Indonesia.
Merek “AHRS RACING” Resmi Dibatalkan! Gugatan yang dilayangkan melalui kuasa hukum FAMMY M.A. MULYANA, S.H., M.H. dari Naratama Law Firm ini tidak hanya mengamankan nama AHRS, tetapi juga meminta pembatalan terhadap sejumlah merek bernama “AHRS RACING”.
Hakim menilai merek-merek tersebut memiliki persamaan pada pokoknya maupun keseluruhannya dengan merek asli milik PT Cahaya Kusumah Putra. Hal ini dilakukan demi menghindari kebingungan di masyarakat dan menjaga marwah industri otomotif agar tetap sehat dan profesional.
Penegasan Reputasi di Industri Otomotif Bagi para petrolhead dan pelaku balap, AHRS bukan sekadar empat huruf. Ia adalah identitas, sejarah, dan reputasi yang sudah mendarah daging di lintasan balap sejak puluhan tahun silam. Putusan ini menjadi pengakuan negara terhadap investasi, kerja keras, dan nama besar yang telah dibangun oleh PT Cahaya Kusumah Putra.
“Putusan ini sekaligus menjadi penegasan penting mengenai perlindungan hukum terhadap merek yang telah memiliki reputasi, identitas usaha, dan dikenal luas di industri otomotif nasional,” tulis keterangan resmi yang diterima redaksi OtomotifZone.
Zona Analisis: Kepastian untuk Paddock Dengan hasil ini, tidak ada lagi keraguan bagi tim-tim balap, distributor, maupun konsumen setia dalam memilih produk AHRS. Langkah hukum yang diambil PT Cahaya Kusumah Putra adalah bentuk tanggung jawab profesional untuk melindungi hak intelektual yang selama ini menjadi pondasi bisnis mereka.
Kini, dengan status hukum yang clean and clear, kita tunggu gebrakan inovasi apalagi yang akan dihadirkan AHRS untuk memajukan dunia balap motor Indonesia. Gaspol!
OtomotifZone.com – Jakarta, Gelaran Aspira Premio Drag Series Putaran 2 tinggal menghitung hari. Ajang balap yang akan berlangsung pada 10 Mei 2026 di Sirkuit NP Alun Alun Hanggawana ini dipastikan kembali menghadirkan persaingan sengit para starter drag bike dari berbagai daerah.
Menjelang pelaksanaan seri kedua, pihak penyelenggara memberikan kemudahan bagi para calon peserta. Kini para pembalap tidak perlu repot datang lebih awal hanya untuk melakukan pendaftaran karena seluruh proses registrasi awal sudah bisa dilakukan dari rumah masing-masing secara Online, DAFTAR DISINI!!!
Langkah ini dilakukan panitia demi memberikan pelayanan yang lebih praktis dan efisien bagi peserta yang datang dari luar kota maupun luar provinsi.
Sementara itu, panitia baru akan membuka proses daftar ulang pada Jumat, 9 Mei 2026 yang dipusatkan di AS Hotel Slawi.
Tak hanya daftar ulang, proses scrutineering atau pemeriksaan teknis kendaraan juga akan dilaksanakan di lokasi yang sama mulai pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Dengan sistem tersebut, para peserta diharapkan dapat lebih fokus mempersiapkan performa motor dan strategi balap sebelum turun lintasan di Sirkuit NP Alun Alun Hanggawana.
Atmosfer panas Aspira Premio Drag Series Putaran 2 sendiri diprediksi bakal semakin meriah mengingat seri perdana sebelumnya sukses menyedot perhatian pecinta drag bike Tanah Air. Selain menjadi ajang adu cepat para pembalap papan atas, event ini juga menjadi wadah unjuk performa tim-tim terbaik yang siap berburu poin penting di klasemen musim 2026.
OtomotifZone.com – Jakarta, Setelah sukses menggelar ajang BERANI Drag Bike & Drag Race pada April lalu, M Organizer kembali mendapat kepercayaan besar untuk menggarap event otomotif bergengsi bertajuk Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026. Kejuaraan ini diinisiasi oleh Polda Sulawesi Tengah dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80.
Event balap tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Jalan Penggaraman Talise dan dipastikan bakal menjadi pusat perhatian pecinta drag bike maupun drag race di Sulawesi dan sekitarnya.
Kesuksesan penyelenggaraan event sebelumnya membuat M Organizer kembali dipercaya untuk menghadirkan kompetisi yang profesional dan meriah. Owner M Organizer, Harmansah Mamen, mengaku siap memberikan suguhan terbaik untuk para peserta maupun penonton.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk kembali menghadirkan event yang profesional, aman, dan berkualitas bagi para pembalap maupun penonton,” ujar Harmansah.
Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 sendiri akan mempertandingkan banyak kelas bergengsi yang dibagi ke dalam kategori Open, Bracket Time, Sporting hingga Community.
Untuk kelas Open, sejumlah kelas favorit dipastikan hadir seperti FFA, Sport 2T 155cc hingga Matic Tune Up 200cc. Sementara di kelas Bracket Time, para starter bakal diuji konsistensinya dengan pembagian waktu tempuh mulai dari 8 detik sampai 11 detik.
Persaingan di kelas Sporting juga diprediksi berlangsung ketat lewat nomor-nomor menarik seperti Sunmory Matic 200cc, Bebek Standar 125cc Spek Road Race hingga Vespa Terbuka. Sedangkan kelas Community menjadi wadah komunitas otomotif untuk menunjukkan performa terbaik mereka, khususnya di kelas Sport 2T 155cc Sunmory Community.
Tak hanya gengsi juara, panitia juga telah menyiapkan total hadiah yang menggiurkan. Para pemenang di setiap kelas akan mendapatkan hadiah hingga jutaan rupiah, dengan rincian juara pertama Rp2,5 juta, juara kedua Rp1,5 juta, juara ketiga Rp1 juta dan hadiah hingga posisi lima besar.
Yang paling mencuri perhatian tentu hadiah Juara Umum Open berupa 1 unit sepeda motor. Selain itu tersedia pula hadiah spesial lainnya seperti:
Juara Umum Bracket Time Open: Rp5 juta
Juara Umum Sporting: Rp3 juta
Juara Umum Bracket Time Lokal Sulteng: 1 unit sepeda listrik
Menariknya lagi, event ini menggunakan sistem non kuota dan non timbangan sehingga memberi kesempatan luas bagi para pembalap untuk tampil maksimal. Seluruh kelas juga diwajibkan menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo RON 108, kecuali kelas FFA.
Tak hanya menjadi pesta balap untuk para rider, masyarakat umum pun bisa menikmati atmosfer panas Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 secara gratis karena panitia memastikan tidak ada biaya tiket masuk alias gratis nonton.
OtomotifZone.com – Jakarta, Ajang bergengsi 2026 FIM Long Track U23 World Cup dipastikan bakal berlangsung panas akhir pekan ini. Generasi muda terbaik balap Long Track dunia akan unjuk kemampuan di Speed Centre Roden, Belanda, Sabtu (9/5), dalam perebutan gelar juara dunia kategori Under 23.
Event ini menjadi edisi keempat FIM Long Track U23 World Cup dan kembali menghadirkan para pebalap muda berbakat dari berbagai negara Eropa. Menariknya, balapan ini juga menjadi pembuka sebelum seri perdana 2026 FIM Flat Track World Championship yang digelar di venue yang sama beberapa jam setelahnya.
Sorotan utama tentu tertuju pada pebalap asal Jerman, Timo Wachs yang datang dengan status juara bertahan. Rider 23 tahun tersebut tampil dominan musim lalu di Vechta, Jerman, dengan hanya kehilangan satu kemenangan Heat sebelum akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Namun perjuangan Wachs mempertahankan mahkota juara dipastikan tidak mudah. Rival kuat seperti Patrick Kruse dari Denmark siap memberi tekanan, ditambah trio muda Prancis yakni Théo Ugoni, Tino Bouin dan Noah Urda yang musim lalu berhasil mengisi posisi lima besar.
Nama lain yang juga patut diperhitungkan adalah pebalap Inggris Jake Mulford. Juara FIM Long Track U23 World Cup dua tahun lalu itu bertekad merebut kembali gelarnya setelah tampil cukup kompetitif di ajang FIM Long Track World Championship musim 2025.
Sebanyak 16 pebalap akan ambil bagian di Roden, dengan sebelas di antaranya merupakan rider yang sudah memiliki pengalaman tampil pada edisi 2025. Faktor pengalaman diyakini bakal memainkan peran penting, terutama bagi Wachs, Ugoni dan Bouin yang tercatat tampil empat kali beruntun di ajang ini.
Meski begitu, sejumlah talenta muda lain juga siap mencuri perhatian. Rider Republik Ceko Jan Hlačina, pebalap Jerman Tim Widera hingga tuan rumah Belanda Niek Meijerink diprediksi bisa menghadirkan kejutan.
Tak hanya itu, pebalap wanita cepat asal Belanda Nynke Sijbesma juga siap mencuri perhatian publik tuan rumah dengan performa agresifnya.
Balapan sendiri dijadwalkan dimulai pukul 12:15 waktu setempat dengan total lima belas Heat race yang siap menyajikan duel sengit para bintang muda masa depan Long Track dunia.