Beranda blog Halaman 12

Latihan Bersama Membludak Jelang Seri 2 Kejurnas Motocross Di Kelana Sakti Karanganyar, Jajal Line Baru

OtomotifZone.com– Karanganyar. Surat rekomendasi dari IMI Pusat dan IMI Jateng sudah keluar bahwasanya seri 2 Kejurnas Motocross di Jawa Tengah akan diselenggarakan pada tanggal 9 10 Mei 2026 akan tetapi ada reschedule mundur 1 minggu, tepatnya tanggal 16 dan 17 Mei 2026.

Mengambil tempat di Sirkuit Kelana Sakti, Tugu, Jumantono, Karanganyar akan menghidupkan kembali sirkuit yang selalu aktif sejak 2019 ini. Mendapat kepercayaan dari IMI Jateng menjadi tempat penyelenggaraan Kejurnas Motocross tentu dari pihak kerana Sakti mengupayakan penyegaran lintasan. Dimulai dari pelebaran layout peremajaan superball dan yang terbaru adalah membuat Straight baru di sebelah Selatan.

“Berorientasi dari seri 1 di Pandeglang jumlah peserta berbeda sekali dengan tahun kemarin. Antusiasme peserta dari kelas 50cc sampai MX1 banyak. Maka dari itu sirkuit kami benahi dari segi ukuran agar tidak begitu cepat ritme perputaran waktunya. Yang terbaru adalah kami buat trek lurus dua sisi masing-masing 120 meter. Jadi sirkuit Kelana Sakti ini memiliki 3 straight panjang. Semoga saja sirkuit ini aman untuk penyelenggaraan dua minggu ke depan,” ucap Budi Santoso, pemilik sirkuit Kelana Sakti.

Membuka pekan khusus untuk latihan bersama tanggal 2 dan 3 Mei 2026 ternyata antusiasnya cukup banyak. Ada yang dari Banten,  Bali, Jogja, Kalimantan semua hadir mencoba sirkuit Kelana Sakti yang ditambahi 2 straight panjang sebelah Selatan.

Black Dragbike Seri 1 : ​FR10 Garage Tebar Ancaman, Gery Percil Rajai Kelas Ninja STD 155CC

​OtomotifZone.com – Semarang, Tim FR10 Garage benar-benar sedang berada di atas angin. Seolah tak puas dengan kemenangan di kelas Ninja Sunmori 155cc sebelumnya, tim ini kembali memberikan sinyal bahaya bagi para kompetitor di kelas poin utama, Sport 2T 155cc Frame STD 130kg Open, pada gelaran Black Dragbike 2026 yang berlangsung di Sirkuit NP Skadron 31 AYC Penerbad, Semarang (3 Mei 2026).

​Kolaborasi Maut Sanjaya Jet & Gery Percil
​Kemenangan gemilang ini tidak lepas dari tangan dingin tuner kondang asal Yogyakarta, Yudha Sanjaya (Sanjaya Jet). Motor Ninja Frame STD milik FR10 Garage tersebut dipercayakan kepada eksekutor lapangan kawakan, Gery Setiawan atau yang lebih akrab disapa Gery Percil.

​Gery, yang sudah sangat hafal dengan karakter mesin garapan Sanjaya, tampil tenang sejak lampu start menyala. Hasilnya? Ia berhasil menempati posisi puncak (Pos 1) dengan catatan waktu 07.001 detik. Meski sempat ditempel ketat oleh Adit Coco dan Joko Percil di posisi kedua dan ketiga, konsistensi Gery di lintasan sepanjang 201 meter ini gagal terbentung.

​Ada hal menarik di balik catatan waktu tajam tersebut. Sanjaya Jet membuktikan bahwa riset mereka menggunakan bahan bakar Pertamax Turbo membuahkan hasil manis. Padahal, penggunaan bahan bakar ini untuk mesin Ninja Frame STD 155cc dengan putaran RPM tinggi memiliki risiko teknis yang besar.

​Kondisi suhu pembakaran yang dihasilkan sangat krusial dan bisa berdampak serius terhadap daya tahan perangkat mesin, terutama kinerja piston. Namun, racikan presisi dari Sanjaya Jet terbukti mampu menjinakkan tantangan tersebut tanpa mengorbankan performa.

​Meski pulang dengan piala podium tertinggi, tim Sanjaya Jet mengaku tidak ingin cepat berpuas diri. Andit, perwakilan dari Sanjaya Jet yang mengawal langsung jalannya balapan di Semarang, menegaskan bahwa kehadiran mereka juga dalam misi pengumpulan data.

​”Di event ini, selain hadir untuk menang, kami juga fokus mencari data risetan. Untuk mesin 2-tak, kami memberikan perhatian khusus. Hasil hari ini akan kami evaluasi lagi bersama Pak Yudha Kemo, agar catatan waktunya bisa lebih tajam di event berikutnya,” ujar Andit saat ditemui di paddock..

​Debut Perdana Di Kategori Seeded, Raka Komang Curi Juara Umum Open Seri Pembuka Black Dragbike 2026

​OtomotifZone.com – Semarang, Kejutan besar tercipta di seri pembuka kejuaraan Black Dragbike 2026 yang dihelat di Sirkuit Skadron 31 AYC Semarang, Minggu (3/5). Raka Komang, pembalap yang baru saja resmi naik level ke kategori Seeded, langsung menunjukkan taringnya dengan merengkuh gelar Juara Umum (JU) Open.

​Meski berstatus sebagai pendatang baru di kasta tertinggi, pembalap asal Banyuwangi ini tampil sangat tenang dan konsisten. Hasilnya, trofi Juara Umum sukses diboyong ke markas Tim Fanterra Wijaya Racing di Kediri.

​Persaingan di kelas Open kali ini benar-benar menguras emosi. Berdasarkan data Standing Point dari RJ Timing System, terjadi situasi langka di mana tiga pembalap teratas mengoleksi angka yang sama persis, yakni 57 poin.

​Raka Komang harus bersaing ketat dengan dua nama besar, Ilham Alviano dan Joko Precil. Ketiganya tercatat sama-sama pernah meraih podium pertama (25 poin) di kelas yang berbeda. Namun, regulasi menentukan pemenang berdasarkan sebaran poin di posisi berikutnya. Raka Komang dinyatakan unggul secara akumulasi berkat raihan poin di posisi kedua dan kelas lainnya yang lebih baik.

​Keberhasilan ini membuktikan bahwa Raka Komang bukan sekadar pelengkap di kategori Seeded. Daya juangnya yang tinggi menjadi sinyal bahaya bagi para pembalap senior lainnya. Sebelum naik kelas, nama Raka memang sudah sering menjadi momok di lintasan dan langganan naik podium pertama.

​Mas Alfan, owner tim asal Purbalingga, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian sang pembalap di kasta baru ini.
​”Kepuasan tersendiri bisa meraih Juara Umum di seri perdana Black Dragbike 2026, apalagi ini tahun pertama Raka di kategori Seeded. Kami harap tren positif ini terus berlanjut. Kedepannya, kami akan terus berjuang lebih keras untuk mempertahankan prestasi ini,” ungkap Mas Alfan saat ditemui di bawah podium.

Terima kasih banyak untuk mekanik, Crew, serta kedua pembalap Mas Adit Coco dan Mas Raka yang telah berjuang bersama riset terus dengan regulasi baru tahun 2026″, ucap Owner knalpot Fantera Racing Exhaust.

​Dengan kemenangan di Semarang ini, Raka Komang resmi memuncaki klasemen sementara. Kini, pembalap bernomor punggung #44 tersebut menjadi target yang harus diwaspadai di seri-seri berikutnya. Selamat untuk Raka Komang dan tim Fanterra Wijaya Racing!

​Black Dragbike Seri 1 : Andi Ndull Mulai Tunjukkan Taring, Kuasai Bebek 4T TU 130cc Pemula!

OtomotifZone.com – ​Semarang , Gelaran perdana Black Dragbike 2026 di Sirkuit Skadron 31 AYC Penerbad, Semarang, menjadi saksi bisu tajamnya performa Andi Ndull. Pembalap muda asal Sukoharjo, Jawa Tengah ini mulai menunjukkan taringnya dalam persaingan sengit antar-joki pemula di kelas DB6 Bebek 4T TU 130cc 110kg Pemula Point.

​Kemenangan Andi Ndull kali ini tidak lepas dari performa motor yang mumpuni. Mengandalkan motor garapan Bagong MBG Salatiga, Andi tampil sangat tenang. Mekanik bertangan dingin asal Salatiga ini berhasil meracik pacuan yang kompetitif untuk bertarung di barisan depan.


​Andi mencatatkan reaction time (R.T) yang cukup baik yakni 0.043 detik, yang membantunya melesat di lintasan aspal Semarang. Hasilnya, ia sukses menyentuh garis finis dengan catatan waktu 07.804 detik. Ia berhasil mengungguli rival terdekatnya, David Eldian dari tim Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya, yang harus puas di posisi kedua dengan selisih waktu sangat tipis, yakni 07.833 detik.

​Keberhasilan Andi Ndull semakin lengkap dengan performa rekan setimnya, Ilham Kate, yang juga mengandalkan racikan motor yang sama dan berhasil mengamankan podium ketiga dengan waktu 07.837 detik. Keberadaan dua pembalap di jajaran tiga besar membuktikan bahwa riset dari Bagong MBG Salatiga sedang berada di kondisi top perform.

Hasil Keseluruhan Black Dragbike 2026 Seri Pertama Di Semarang

OtomotifZone.com – Semarang, Berikut adalah hasil Keseluruhan dari kejuaraan bergengsi, Black Dragbike 2026 seri pertama yang berlangsung di sirkuit Np Skadron 131 AYC Semarang:

Hasil Lomba MRD Celebes Series Putaran 1 & Kejurprov Grasstrack Sulsel Putaran 1

OtomotifZone.com – Sidrap, Ajang MRD Celebes Series Putaran #1 yang dirangkaikan dengan Kejurprov Grasstrack Sulsel Putaran #1 sukses digelar di Sirkuit New Maradona, Kabupaten Sidrap, pada 2–3 Mei 2026. Event ini menghadirkan persaingan sengit dari para pembalap terbaik lintas daerah di berbagai kelas.

Di kelas Trail Tune Up 180cc Open, Aldo Bilkis tampil dominan dan keluar sebagai juara pertama dengan total 50 poin, unggul atas Ahmad Susrizal di posisi kedua dan Mamo SS di posisi ketiga. Sementara Ican Naruto dan Rizky HK melengkapi lima besar.

Persaingan tak kalah ketat terjadi di kelas Trail Standar 155cc Open. M. Athar Al Gifari berhasil meraih podium tertinggi dengan poin sempurna (50), diikuti Ahmad Susrizal dan Rizky HK. Konsistensi Athar menjadi kunci kemenangan di kelas ini.

Pada kelas Bebek Modif 4L 125cc Open, Rizky HK sukses menjadi yang terbaik dengan 47 poin. Ia unggul atas Ican Naruto dan M. Athar Al Gifari yang masing-masing finis di posisi kedua dan ketiga.

Di kelas Sport & Trail Open, Ican Naruto menunjukkan performa impresif dengan total 45 poin, mengungguli Lantian Juan dan M. Athar Al Gifari. Nama Rizky HK kembali muncul di lima besar, menunjukkan konsistensinya sepanjang event.

Sementara itu, di kelas Bebek Std. 2L 116cc & 4L 125cc Max U-23, Fabio Erlang Destya berhasil meraih posisi pertama. Disusul Alexander Wowor dan M. Athar Al Gifari di posisi berikutnya.

Untuk kelas Trail Tune Up 180cc Max U-23, Jetnoko keluar sebagai juara, mengalahkan M. Athar Al Gifari dan Alexander Wowor. Persaingan di kelas ini juga berlangsung ketat dengan selisih performa yang tipis antar pembalap.

Event ini menjadi bukti tingginya antusiasme dan kualitas pembalap grasstrack di Indonesia, khususnya wilayah Sulawesi. Selain menjadi ajang pembuktian kemampuan, kejuaraan ini juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pembalap potensial menuju level nasional bahkan internasional.

Black Dragbike Seri 1 : Riset Tanpa Henti, Wijaya Racing Kuasai Sport 2t Tu 155cc Catat 6.7 detik!

​OtomotifZone.com – Semarang – Seri pertama Black Dragbike 2026 yang berlangsung di Skadron 31 AYC Penerbad, Semarang (3 Mei 2026), menjadi panggung pembuktian bagi mekanik kawakan Aris Wijaya. Lewat tangan dinginnya, Ninja TU 155cc garapannya sukses menguasai kelas bergengsi Sport 2T TU 155cc 120kg Open Point.

​Dragbiker andalan Raka Komang yang membawa bendera tim Fanterra Racing Exhaust FTR17 Wijaya, tampil sangat kompetitif. Pembalap asal Banyuwangi ini berhasil menuntaskan balapan dengan mulus dan mencatatkan waktu tajam 06.784 detik.

​Catatan waktu tersebut menjadi yang terbaik sekaligus tidak mampu dikejar oleh 21 starter lainnya di kelas tersebut. Posisi kedua ditempati oleh Nanda Kotak dengan waktu 06.805 detik, disusul rekan setim Raka, yakni Adit Coco di posisi ketiga dengan 06.813 detik.

​Keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Aris Wijaya mengungkapkan bahwa ia telah melakoni tahap demi tahap demi mematangkan proyek ambisius ini, terutama untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru musim balap 2026.

​Menurut Aris, sektor mesin mendapatkan perhatian ekstra melalui riset yang memakan waktu cukup lama.

​”Kita mencari-cari terus mas apa yang harus dioptimalkan. Gonta-ganti silinder head/Kop ini sering banget. Terus kita cari juga di sektor lubang exhaust, di sini kita rubah arah portingannya,” ungkap Aris Wijaya.

​Tidak hanya sektor mekanis, bagian kelistrikan pun tak luput dari ubahan. Aris melakukan kalibrasi ulang pada sektor pengapian untuk mendapatkan tenaga yang maksimal di lintasan 201 meter.

​”Di sektor pengapian kita juga mencari lagi mas, kita rubah timing pengapiannya agar bisa maksimal,” tambahnya.

Kemenangan ini menjadi modal kuat bagi tim Wijaya Racing untuk menatap seri-seri selanjutnya di musim 2026, sekaligus membuktikan bahwa riset mendalam pada detail porting dan pengapian adalah kunci konsistensi di kelas “Ninja Standar” maupun “Ninja TU”.

Black Dragbike Seri 1 : Risetan Manjur, Pakai Pertabo Ninja Sunmori FR10 Conks Rebut 3 Podium Teratas!

​OtomotifZone.com – Semarang – Tim asal Jawa Timur kembali terlihat di seri perdana Black Dragbike 2026. FR10 Garage, tim yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, membuktikan keseriusannya dengan memboyong armada tempur dalam jumlah banyak ke Sirkuit NP Skadron 31 AYC Penerbad, Semarang.
​Hasilnya pun tak main-main. Salah satu gacoan mereka, Ninja 155cc Sunmori, sukses memberi kejutan besar dengan menyapu bersih tiga podium teratas sekaligus.

​Gery Setiawan Pimpin Klasemen
​Aksi memukau diperlihatkan oleh Gery Setiawan (Gery Percil). Di atas Ninja garapan FR10 Garage, ia berhasil mencatatkan waktu 07.081 detik. Catatan waktu yang sangat tajam ini membawanya bertengger di posisi pertama, sekaligus memimpin persaingan di kelas Sunmori 155cc yang dikenal sangat kompetitif.

​Meskipun tampil perkasa di lintasan, ternyata tidak banyak perubahan teknis yang dilakukan pada motor ini sejak kompetisi sebelumnya. Sang mekanik lebih memfokuskan diri pada penyesuaian di lapangan untuk beradaptasi dengan kondisi aspal di Semarang.

​”Dari event sebelumnya motor tidak ada perubahan, hanya penyesuaian setting lapangan saja. Alhamdulillah motor ini tidak pernah rewel. Sudah lima event ini kami hanya melakukan repair kecil seperti ganti seal kruk as dan ring piston, selebihnya aman,” jelas Fauzan Conks.

​Motor yang dibangun sejak tahun 2025 ini merupakan hasil riset panjang dari sang mekanik, Fauzan Rozi. Yang menarik, Ninja ini dirancang khusus untuk meminum bahan bakar Pertamax Turbo.

​Fauzan Rozi mematok angka kompresi yang cukup padat untuk ukuran motor Sunmori, yakni di angka 13.8. Racikan ini dinilai paling ideal, bertenaga namun tetap memiliki daya tahan (durability) yang aman untuk digunakan dalam beberapa kali heat balap.
​
​Keberhasilan memborong podium di kelas Ninja 155cc Sunmori ini menjadi modal berharga bagi FR10 Garage untuk menatap seri-seri Black Dragbike berikutnya.

Konsistensi mesin dan kematangan riset Fauzan Rozi terbukti mampu menaklukkan rival-rival berat di tanah Jawa Tengah.
​Satu kata untuk performa Ninja Sunmori FR10 Garage di Semarang: Sempurna!

Black Dragbike Seri 1 : Gairah Fu Wungkul 147cc Belum Padam! Racikan Yazida Boros Antarkan Yudies Kurcaci Juara!

OtomotifZone.com – ​Semarang – Kelas Fu Wungkul 147cc membuktikan eksistensinya sebagai salah satu kelas paling bergengsi dan diminati di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Pada seri perdana Black Dragbike 2026 yang digelar di Sirkuit NP Skadron 31 AYC Penerbad, tercatat sebanyak 38 starter bertarung habis-habisan untuk menjadi yang terbaik.

​Di tengah kepungan puluhan peserta, sosok Yazida Boros keluar sebagai mekanik paling menonjol. Racikannya pada Suzuki Satria FU 147cc sukses menjadi yang terkencang di kelas ini, sekaligus menegaskan bahwa riset di kelas “Wungkul” masih terus berkembang pesat.

​Kekuatan mesin garapan Yazida Boros dibuktikan dengan nyata oleh pembalap asal Lombok, Yudies Kurcaci. Melaju tanpa perlawanan berarti, Yudies berhasil membawa motor tersebut melesat tajam di lintasan 201 meter dengan catatan waktu 07.771 detik.
​Catatan waktu tersebut cukup untuk mengamankan podium tertinggi dan meninggalkan para pesaingnya di kelas yang dikenal sangat mengandalkan presisi regulasi standar ini.

​Kesuksesan ini ternyata lahir dari hasil evaluasi mendalam sebelum hari perlombaan. Yazida Boros mengungkapkan bahwa dirinya melakukan perombakan total pada bagian kepala silinder (head) karena merasa performa sebelumnya masih jauh dari harapan.

​”Kami melakukan revisi besar-besaran di sektor head. Rasanya memang masih kurang saat sesi setting kemarin. Terutama di bagian porting, semuanya kita rombak dan kita perbesar untuk memaksimalkan aliran udara dan bahan bakar,” jelas Yazida Boros.

​Ramainya peserta di kelas Fu Wungkul 147cc menunjukkan bahwa kategori ini masih menjadi primadona bagi tim-tim besar maupun privateer. Dengan regulasi yang ketat, kreativitas mekanik dalam memaksimalkan komponen yang ada—seperti yang dilakukan Yazida Boros—menjadi kunci kemenangan.

​Hasil di seri perdana Semarang ini menjadi sinyal bagi para kompetitor bahwa persaingan Fu Wungkul di tahun 2026 akan semakin ketat dengan catatan waktu yang terus menajam.

Black Dragbike Seri 1 : Gebrakan Sleep Engine 200cc 4 Klep! Jupiter 200cc WSJ Group x TJS Kediri Jadi Rajanya!

OtomotifZone.com – ​Semarang – Inovasi tanpa batas kembali lahir di lintasan lurus. Seri perdana Black Dragbike 2026 yang berlangsung di Sirkuit NP Skadron 31 AYC Penerbad, Semarang, menjadi saksi bisu kehebatan motor “anyar” garapan TJS Racing Kediri.

​Turun di kelas Bebek 4T TU 200cc Sleep Engine, Jupiter milik WSJ Group Salatiga ini langsung bikin geger. Bukan sekadar motor baru, namun jantung pacunya mengadopsi teknologi 4 klep, berbeda dari pakem Sleep Engine pada umumnya yang masih menggunakan 2 klep.

​Menariknya, motor ini benar-benar “fresh from the oven”. Farid, sang juru racik dari TJS Racing Kediri, mengungkapkan bahwa motor ini baru selesai dirakit satu minggu sebelum event dimulai. Hebatnya lagi, motor ini sama sekali tidak mencicipi aspal untuk sesi setting sebelum turun balap.

​”Motor ini tidak nyetting sama sekali di lintasan. Kita bikin benar-benar berdasarkan data dan hasil Dynotest saja,” ungkap Farid.


​Hasil uji mesin menunjukkan performa yang sangat istimewa. Farid menjelaskan adanya perbedaan grafik power yang signifikan antara mesin 4 klep ini dengan versi 2 klep.

​”Grafiknya naik terus, powernya makin nambah dari 11.000 rpm sampai 14.000 rpm. Ini istimewa sekali, beda jauh dengan hasil dyno Sleep Engine 200cc yang 2 klep,” tambahnya.

​Kepercayaan diri sang mekanik terbukti di lintasan. Arif Ucil, sang eksekutor lapangan, berhasil menjinakkan tenaga liar Jupiter 4 klep ini dengan catatan waktu 07.135 detik. Hasil ini menempatkannya di posisi pertama, mengungguli rival-rival berat.

​Meski sudah meraih podium tertinggi, tim merasa potensi motor ini belum keluar sepenuhnya. Berdasarkan data teknis yang dimiliki, Farid meyakini bahwa Jupiter 4 klep ini masih bisa berlari lebih kencang lagi.

​”Hasil ini sudah cukup baik, Arif Ucil mengeksekusi dengan benar. Namun kalau melihat data yang ada, motor ini harusnya bisa lebih. Angka 7.0 detik sangat mungkin didapat kedepannya,” pungkas Farid dengan optimis.

​Akankah proyek “Sleep Engine 4 Klep” ini akan menjadi standar baru di kancah drag bike tanah air? Kita tunggu aksinya di seri-seri berikutnya!